Umat Islam di Indonesia yang hendak menjalankan ibadah puasa sunah selama bulan Oktober 2026 dapat merujuk pada penanggalan Hijriah yang diterbitkan secara resmi. Berdasarkan verifikasi terhadap kalender konversi Hijriah, bulan Oktober 2026 bertepatan dengan sebagian besar bulan Jumadil Awal dan sebagian awal Jumadil Akhir 1448 Hijriah. Data ini menjadi dasar penyusunan jadwal puasa sunah Senin-Kamis serta puasa Ayyamul Bidh atau puasa hari-hari putih yang lazim dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah.
Landasan Kalender Hijriah Oktober 2026
Berdasarkan data kalender resmi, tanggal 1 Oktober 2026 bertepatan dengan 19 Jumadil Ula 1448 H. Sementara akhir bulan Oktober 2026 jatuh pada 20 Jumadil Akhir 1448 H. Artinya, dalam rentang satu bulan Masehi tersebut terjadi pergantian bulan Hijriah, yaitu dari Jumadil Awal ke Jumadil Akhir. Pergantian ini penting dicatat karena jadwal puasa Ayyamul Bidh mengikuti tanggal Hijriah, bukan tanggal Masehi.
Data menunjukkan bahwa awal Jumadil Akhir 1448 H diperkirakan jatuh pada pertengahan Oktober 2026. Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh untuk bulan Jumadil Awal dan bulan Jumadil Akhir berada dalam satu bulan Masehi yang sama. Kondisi ini lazim terjadi karena tahun Hijriah lebih pendek sekitar 10 hingga 11 hari dibandingkan tahun Masehi.
Jadwal Puasa Senin dan Kamis
Klaim bahwa puasa Senin-Kamis hanya bisa dilakukan pada pekan tertentu tidak memiliki dasar. Faktanya, puasa ini dapat dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis sepanjang tidak bertepatan dengan hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Idulfitri dan Iduladha. Berdasarkan penanggalan Oktober 2026, hari Senin jatuh pada tanggal 5, 12, 19, dan 26. Adapun hari Kamis jatuh pada tanggal 1, 8, 15, 22, dan 29.
Dengan demikian, terdapat sembilan hari yang dapat dimanfaatkan untuk puasa Senin-Kamis selama Oktober 2026. Perlu dicatat bahwa seorang muslim yang hendak berpuasa sunah dianjurkan memperhatikan kondisi kesehatan serta tidak memaksakan diri apabila sedang sakit atau dalam perjalanan yang memberatkan. Sumber resmi dari lembaga fatwa menegaskan bahwa keringanan dalam beribadah tetap berlaku sesuai kondisi masing-masing individu.
Perhitungan Ayyamul Bidh Dua Bulan Hijriah
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Berdasarkan verifikasi kalender, tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Ula 1448 H bertepatan dengan akhir September hingga awal Oktober 2026. Sementara tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Akhir 1448 H jatuh pada pertengahan Oktober 2026.
Bukti dari penanggalan menunjukkan bahwa jadwal Ayyamul Bidh bulan Jumadil Akhir berurutan setelah puasa Senin-Kamis pada pekan yang sama. Umat yang ingin mengerjakan puasa ini disarankan menyusun niat pada malam hari atau sebelum terbit fajar, sebagaimana ketentuan puasa sunah yang disepakati mayoritas ulama. Perlu ditegaskan bahwa niat puasa sunah dapat dilakukan pada malam hari hingga sebelum masuk waktu zuhur apabila belum makan dan minum sejak fajar, sesuai pendapat yang masyhur dalam mazhab Syafii.
Bacaan Niat dan Doa Berbuka
Klaim bahwa niat puasa sunah cukup diucapkan dalam hati tanpa lafaz tertentu sebenarnya tidak sepenuhnya keliru, namun banyak lembaga keagamaan menganjurkan melafalkan niat agar lebih tertib. Lafaz niat puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh pada prinsipnya sama, yaitu niat puasa sunah secara umum. Umat dapat melafalkan niat sesuai kebiasaan yang diajarkan di lingkungan masing-masing.
Adapun doa berbuka puasa yang diajarkan bersumber dari hadis yang diriwayatkan sejumlah imam. Faktanya, terdapat beberapa versi lafaz doa berbuka yang semuanya memiliki dasar riwayat, sehingga perbedaan redaksi tidak perlu dipersoalkan. Data menunjukkan bahwa inti doa tersebut adalah ungkapan syukur atas rezeki dan pertolongan Allah saat berbuka.
Catatan Verifikasi
Berdasarkan verifikasi, tidak ditemukan larangan berpuasa sunah pada bulan Jumadil Awal dan Jumadil Akhir. Kedua bulan ini termasuk bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak amal, termasuk puasa sunah. Namun, umat perlu berhati-hati terhadap informasi yang menyebut adanya keutamaan khusus di luar dalil yang sahih. Klaim semacam itu masuk kategori menyesatkan apabila disebarkan tanpa rujukan yang jelas.
Kesimpulannya, jadwal puasa sunah Oktober 2026 mencakup sembilan hari Senin-Kamis serta dua rangkaian Ayyamul Bidh yang jatuh pada dua bulan Hijriah berbeda. Penentuan tanggal akhir bulan Hijriah tetap bergantung pada hasil rukyat dan hisab yang ditetapkan pemerintah. Umat dianjurkan mengikuti pengumuman resmi agar jadwal yang digunakan akurat dan tidak bertentangan dengan ketetapan yang berlaku.
Comments (0)