Sep 02, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Itamar Ben-Gvir Kembali Serbu Masjid Al Aqsa dan Serukan Pendirian Kuil

Ketegangan di kawasan Yerusalem Timur kembali meningkat setelah Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal dengan pandangan ekstremisnya, kembali menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa. ...

Itamar Ben-Gvir Kembali Serbu Masjid Al Aqsa dan Serukan Pendirian Kuil

Ketegangan di kawasan Yerusalem Timur kembali meningkat setelah Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal dengan pandangan ekstremisnya, kembali menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa. Dalam aksinya tersebut, Ben-Gvir tidak hanya memasuki area suci umat Islam itu, tetapi juga melakukan ibadah di dalamnya dan terang-terangan menyerukan pendirian kuil Yahudi di lokasi yang sama.

Kronologi Serbuan Terbaru

Aksi provokasi Ben-Gvir ini bukan yang pertama kalinya. Ia telah berulang kali melakukan kunjungan kontroversial ke kompleks yang dikenal sebagai Al-Haram Al-Quds Asy-Syarif oleh umat Islam ini. Dalam kunjungan terbaru, Ben-Gvir diketahui memasuki area tersebut di bawah perlindungan ketat pasukan keamanan Israel, kemudian melakukan ritual ibadah Yahudi di dalamnya. Tindakannya ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dunia Islam.

Kompleks Masjid Al Aqsa memiliki signifikansi yang sangat tinggi bagi umat Islam karena merupakan kiblat pertama dalam sejarah Islam. Selain itu, kawasan ini juga dihormati oleh umat Yahudi yang menyebutnya sebagai Temple Mount, yang diyakini sebagai lokasi Kuil Salomon yang kuno. Klaim sejarah dan keagamaan yang saling tumpang tindih ini menjadikan kawasan ini sebagai salah satu titik paling sensitif di dunia.

Seruan Pendirian Kuil Yahudi

Yang semakin memperumit situasi adalah pernyataan Ben-Gvir yang secara terbuka menyerukan berdirinya kuil Yahudi di kompleks Al Aqsa. Seruan ini tentu saja bertentangan dengan status quo yang telah berlaku selama puluhan tahun di kawasan tersebut. Status quo mengharuskan kawasan itu tetap berada di bawah pengelolaan otoritas keagamaan Islam, sementara Israel hanya bertanggung jawab atas keamanan di area masukannya.

Seruan Ben-Gvir ini mendapat kecaman luas dari berbagai negara dan organisasi internasional. Banyak pihak yang menganggap tindakan dan pernyataan tersebut sebagai provokasi yang sengaja dilakukan untuk memprovokasi reaksi dan memperburuk situasi di lapangan. Analisis menunjukkan bahwa langkah ini juga merupakan bagian dari strategi politik Ben-Gvir untuk menggalang dukungan dari basis elektabel sayap kanan yang militan di Israel.

Reaksi Internasional dan Regional

Komunitas internasional merespons serius aksi terbaru Ben-Gvir ini. Berbagai negara mayoritas Muslim mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan tersebut. Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) juga segera mengeluarkan resolusi yang mengecam provokasi berkelanjutan Israel di kawasan suci tersebut. Sementara itu, beberapa negara Barat yang selama ini menjadi sekutu Israel memilih untuk tidak memberikan komentar substansial, yang kemudian dikritik sebagai sikap yang tidak konsisten terhadap komitmen perlindungan situs keagamaan.

Palestina melalui Otoritas Palestina menyatakan bahwa tindakan Ben-Gvir merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB yang relevan. Mereka juga mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan konkret guna menghentikan provokasi yang dapat memicu konflik berskala lebih besar.

Potensi Eskalasi dan Implikasi

Para pengamat keamanan memperingatkan bahwa aksi provokasi semacam ini memiliki potensi untuk memicu eskalasi kekerasan yang lebih luas. Pengalaman historis menunjukkan bahwa provokasi di kawasan Al Aqsa sering kali menjadi pemicu gelombang protes dan konfrontasi yang meluas, tidak hanya di Yerusalem tetapi juga di seluruh wilayah pendudukan Palestina dan bahkan di berbagai negara Arab lainnya.

Dalam konteks politik Israel sendiri, tindakan Ben-Gvir juga dipandang sebagai manuver untuk memperkuat posisi politiknya di tengah pemerintahan koalisi yang rapuh. Dengan terus melakukan langkah-langkah kontroversial yang menarik perhatian basis radikal, ia berharap dapat mempertahankan pengaruhnya meskipun harus menghadapi kritik dari komunitas internasional yang lebih luas.

Situasi ini semakin menegaskan bahwa kawasan Al Aqsa tetap menjadi salah satu titik paling rentan dalam konflik Israel-Palestina. Setiap provokasi, sekecil apa pun, memiliki potensi untuk menyulut ketegangan yang lebih besar. Masyarakat internasional kini menghadapi tantangan untuk menemukan cara efektif dalam meredam eskalasi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip yang diyakininya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User