Inggris Singkirkan Norwegia, Bellingham dan Kane Cetak Sejarah
Miami Stadium bergemuruh, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB, saat Inggris memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3–1 atas
Miami Stadium bergemuruh, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB, saat Inggris memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3–1 atas Norwegia. Dua nama besar menjadi episentrum laga: Jude Bellingham yang memborong dua gol, serta sang kapten Harry Kane yang turut menyarangkan satu gol sekaligus menahbiskan diri sebagai top skor sepanjang masa Inggris di Piala Dunia.
Kisah Dua Babak: Dominasi dan Determinasi
Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas permainan langsung terasa. Inggris, dengan formasi 4–2–3–1 andalan Gareth Southgate, langsung mengambil inisiatif serangan. Baru menit ke-18, umpan terobosan cutting-edge dari Declan Rice berhasil disambut Jude Bellingham yang menusuk kotak penalti tanpa pengawalan ketat. Dengan sekali kontrol dada dan sepakan half-volley kaki kanan, bola bersarang deras ke sudut kiri atas gawang Ørjan Nyland. 1–0 untuk Inggris.
Norwegia mencoba bangkit lewat megabintang mereka, Erling Haaland. Beberapa kali akselerasi Haaland merepotkan John Stones dan Marc Guéhi, namun kiper Jordan Pickford tampil sigap. Momen paling panas terjadi pada menit ke-33 ketika Haaland menjatuhkan diri di kotak penalti setelah kontak minimal dengan Stones, namun wasit asal Brasil, Raphael Claus, menolak permintaan penalti. Insiden itu memicu protes keras kapten Norwegia, Martin Ødegaard, yang kemudian diganjar kartu kuning.
Menjelang turun minum, Inggris menggandakan keunggulan. Sebuah kemelut di depan gawang Norwegia hasil sepak pojok yang dieksekusi Bukayo Saka menghasilkan bola muntah. Harry Kane, dengan insting predatornya, menyambar bola liar dan menceploskannya ke gawang yang sudah lowong. Gol itu membuat Kane menorehkan catatan 12 gol di putaran final Piala Dunia sepanjang kariernya, melewati rekor legenda Sir Bobby Charlton sekaligus menyamai catatan Miroslav Klose. Babak pertama berakhir 2–0.
Avatar Bellingham: Dua Gol, Satu Deklarasi
Memasuki babak kedua, Norwegia menaikkan tempo. Pelatih Ståle Solbakken menarik gelandang bertahan dan memasukkan penyerang tambahan Alexander Sørloth. Strategi itu berbuah hasil: pada menit ke-57, umpan silang akurat Julian Ryerson ditanduk keras oleh Haaland dari jarak delapan meter. Bola sempat ditepis Pickford, namun bola hasil tepisan tetap menggelinding melewati garis. Skor menjadi 2–1, dan stadion yang didominasi pendukung Inggris sempat hening sejenak.
Namun malam itu adalah panggung Bellingham. Di menit ke-71, akselerasi dari lini tengah yang sudah menjadi ciri khasnya kembali memporak-porandakan pertahanan Norwegia. Setelah beradu sprint dengan bek kanan Marcus Pedersen, Bellingham melepaskan umpan satu-dua dengan Phil Foden sebelum melewati dua pemain dan menaklukkan Nyland dengan tendangan chip nan elegan. Gol ketiga Inggris itu mematikan harapan Norwegia dan langsung memicu sorakan histeris para penggemar yang membanjiri Miami.
“Saya hanya ingin tim menang. Bersama Harry [Kane], kami saling memahami pergerakan masing-masing. Malam ini kami menunjukkan bahwa Inggris pantas berada di semifinal,” ujar Bellingham seusai laga, dengan air mata kebahagiaan yang nyaris lolos dari matanya.
Papan Statistik Bicara
Meski hasil akhir terlihat meyakinkan, duel ini sesungguhnya berjalan ketat dalam penguasaan bola. Norwegia unggul dalam penguasaan 53% berbanding 47%, namun Inggris tampil lebih klinis. Berikut perbandingan data dua bintang utama laga:
| Statistik Individu | Jude Bellingham | Harry Kane |
|---|---|---|
| Gol | 2 | 1 |
| Assist | 1 | 0 |
| Tembakan tepat sasaran | 4 | 3 |
| Key passes | 3 | 2 |
| Akurasi operan | 89% | 82% |
| Dribel sukses | 5 | 1 |
Data tersebut menegaskan transformasi Bellingham dari gelandang muda berbakat menjadi match-winner sejati dalam turnamen paling akbar di planet ini. Harry Kane sendiri, dengan 12 golnya, kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di sepanjang sejarah Piala Dunia—sebuah pencapaian yang menyempurnakan statusnya sebagai ikon generasi ini.
Reaksi Taktis dan Jalan Menuju Semifinal
Pasca laga, Gareth Southgate memuji fleksibilitas taktik timnya. “Kami tahu Norwegia berbahaya dalam transisi, terutama karena kecepatan Haaland. Saya meminta lini tengah untuk memutus suplai bola ke dia. Declan [Rice] dan Jude sangat disiplin, dan di sisi depan kami memaksimalkan setiap peluang. Ini kemenangan tim yang dewasa,” ujar Southgate dalam konferensi pers.
Di kubu seberang, Solbakken mengakui keunggulan Inggris dan secara spesifik menyoroti peran Bellingham. “Dia bukan manusia biasa malam ini. Level permainannya seperti pemain dari planet lain. Kami mencoba menekannya, tapi dia selalu menemukan ruang,” ucapnya frustrasi.
Dengan kemenangan ini, Inggris akan berhadapan dengan pemenang laga antara Brasil dan Argentina di babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung di AT&T Stadium, Texas, pada 16 Juli 2026. Mampukah The Three Lions mengakhiri dahaga gelar selama 60 tahun? Semalam di Miami, setidaknya, harapan itu kian membara.
[SOCIAL_TWEET]: Inggris ke semifinal! Bellingham (2 gol) & Kane memimpin kemenangan 3-1 atas Norwegia. Mampukah mereka juara? #PialaDunia2026 #ThreeLions #Bellingham[SOCIAL_TG]: 🏴✨ Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah kalahkan Norwegia 3-1! Jude Bellingham (2 gol) dan Harry Kane bersinar. Selengkapnya di sini.
Comments (0)