Indonesia Raih Emas Perdana dari Cabor Piring Terbang di SEA Games 2025
BANGKOK — Cabang olahraga piring terbang atau flying disc mencatatkan sejarah penting sebagai salah satu cabang olahraga demonstrasi di SEA Games 2025. Keh
BANGKOK — Cabang olahraga piring terbang atau flying disc mencatatkan sejarah penting sebagai salah satu cabang olahraga demonstrasi di SEA Games 2025. Kehadirannya menjadi sorotan setelah Indonesia sukses menyabet medali emas pertama dari nomor ultimate frisbee putra, menegaskan bahwa olahraga yang kerap dianggap rekreasi ini memiliki daya saing tinggi di level Asia Tenggara.
Sejarah dan Perkembangan Flying Disc
Flying disc bukan sekadar lempar-lemparan piring plastik di pantai. Akar kompetitifnya dapat ditelusuri sejak 1960-an di Amerika Serikat, ketika mahasiswa mulai mengadaptasi frisbee menjadi olahraga tim. Ultimate frisbee—salah satu disiplin utama—lahir pada 1968 di Columbia High School, New Jersey, dengan peraturan yang menggabungkan elemen sepak bola, basket, dan American football. Berbeda dari olahraga konvensional, ultimate mengedepankan spirit of the game, di mana pemain bertanggung jawab atas keputusan pelanggaran tanpa wasit, menjunjung tinggi sportivitas.
Sejak saat itu, flying disc berkembang pesat ke seluruh dunia. World Flying Disc Federation (WFDF) kini menaungi lebih dari 100 negara anggota. Berbagai varian seperti disc golf, freestyle, dan guts juga turut dipertandingkan, namun ultimate tetap menjadi yang paling populer dan menjadi jalan bagi cabang ini menuju multi-event seperti SEA Games.
Bagaimana Aturan Bertanding Ultimate Frisbee?
Pertandingan ultimate dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari tujuh pemain di lapangan berumput. Tujuan permainan adalah mencetak poin dengan menangkap cakram di zona akhir (end zone) lawan. Pemain yang memegang cakram tidak boleh berlari; ia harus menetapkan satu kaki sebagai poros dan mengoper kepada rekan setim. Jika cakram jatuh ke tanah, tertahan lawan, atau keluar lapangan, penguasaan beralih. Inilah yang membuat ritme permainan sangat dinamis—mirip dengan transition dalam basket, namun tanpa dribel.
Yang unik, tidak ada wasit di pertandingan resmi, termasuk di SEA Games 2025. Semua pelanggaran diselesaikan melalui komunikasi antar pemain. Bila terjadi perbedaan pendapat, cakram dikembalikan ke pelempar sebelumnya. Filosofi ini menjadikan ultimate tetap bersih dan mengharuskan integritas tinggi dari setiap atlet.
Debut Bersejarah di SEA Games 2025
Ketika Komite Olimpiade Asia Tenggara memasukkan flying disc sebagai cabang demonstrasi di SEA Games 2025 Thailand, antusiasme langsung membuncah. Meski belum memperebutkan medali resmi dalam hitungan klasemen negara, gelar juara tetap diburu oleh kontingen peserta. Indonesia mengirimkan skuad terbaik yang dipersiapkan melalui seleksi nasional bertahap, di bawah binaan Persatuan Flying Disc Indonesia (PFDI).
Nomor yang dipertandingkan meliputi ultimate putra, putri, dan campuran. Setiap laga berlangsung dalam format 60 menit, dengan sistem setengah kompetisi yang ketat. Tim Indonesia tampil tanpa cela sepanjang fase grup, mengalahkan Filipina, Malaysia, dan tuan rumah Thailand, sebelum menundukkan Singapura di partai puncak dengan skor 15–11.
“Ini lebih dari sekadar kemenangan. Kami ingin membuktikan bahwa atlet Indonesia bisa bersaing di cabang-cabang baru. Anak-anak bermain luar biasa dan menunjukkan semangat spirit of the game yang sesungguhnya,” ujar Aldi Pratama, kapten timnas ultimate Indonesia, seusai upacara penyerahan medali emas.
Respons dan Harapan ke Depan
Keberhasilan menyabet emas di cabang demonstrasi ini membuka peluang besar bagi flying disc untuk naik status menjadi cabang resmi perolehan medali pada SEA Games mendatang. Ketua Umum PFDI, dalam keterangan terpisah, menyatakan optimisme tinggi mengingat dukungan dari federasi regional dan internasional yang semakin solid.
Di sisi lain, popularitas ultimate frisbee di Tanah Air juga diprediksi akan meningkat. Komunitas-komunitas lokal di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta sudah lebih dulu aktif menggelar liga amatir. Para penggiat berharap capaian di Bangkok menjadi katalis bagi lahirnya lebih banyak atlet muda berbakat.
Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga pun memberikan sinyal positif untuk memasukkan flying disc ke dalam program pembinaan jangka panjang, termasuk mendukung penyelenggaraan kejuaraan nasional secara rutin.
[SOCIAL_TWEET]: Timnas Indonesia ukir sejarah! 🥏 Emas perdana dari cabang demo flying disc/ultimate frisbee di SEA Games 2025. Tanpa wasit, penuh sportivitas. Akankah jadi cabang resmi edisi berikutnya? #SEAGames2025 #FlyingDisc #UltimateFrisbee #IndonesiaEmas #OlahragaBaru[SOCIAL_TG]: 🥏 Indonesia Cetak Sejarah! Emas pertama cabor flying disc di SEA Games 2025 🇮🇩✨ Ultimate frisbee tanpa wasit, full sportivitas. Baca selengkapnya di sini 👇
Comments (0)