IEG Dorong Kolaborasi Industri Hiburan Lokal dan Global
SURABAYA — Indonesia Entertainment Group (IEG) menggelar sosialisasi dan diskusi strategis di Surabaya, Rabu (9/6/2026), untuk memperkuat ekosistem industr
SURABAYA — Indonesia Entertainment Group (IEG) menggelar sosialisasi dan diskusi strategis di Surabaya, Rabu (9/6/2026), untuk memperkuat ekosistem industri hiburan dalam negeri dan memperluas peluang kolaborasi secara global. Acara ini menarik atensi lebih dari 200 peserta yang berasal dari berbagai sektor, termasuk produksi film, musik, animasi, pengembangan gim, dan platform konten digital.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Fokus Utama
Sosialisasi yang berlangsung di salah satu pusat konvensi di Surabaya ini membawa visi besar: menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai konsumen konten hiburan, melainkan sebagai pemain kunci dalam rantai produksi global. Dalam pemaparannya, jajaran direksi IEG menekankan bahwa potensi ekonomi kreatif Tanah Air, khususnya subsektor hiburan, selama ini belum tergarap secara maksimal akibat hambatan struktural dan lemahnya integrasi antarsektor.
"Kita punya segalanya: talenta kreatif luar biasa, pasar domestik yang besar, dan kekayaan narasi budaya yang unik. Yang kita butuhkan sekarang adalah ekosistem yang mampu menghubungkan seluruh simpul kreatif ini dalam satu jaringan kolaboratif yang terpadu. Itu adalah misi kehadiran IEG di Surabaya hari ini," ungkap Direktur Eksekutif IEG dalam pidato pembukanya.
Dari Hulu ke Hilir: Rangkaian Acara Sosialisasi
Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung penuh dengan sesi yang berorientasi pada aksi dan implementasi. Urutan kronologis acara ini menunjukkan sistematika yang terarah dalam merumuskan solusi bagi industri hiburan nasional:
- Sesi Pertama: Pemetaan Ekosistem Hiburan Nasional. Peserta mendapatkan paparan data terkini tentang kontribusi sektor hiburan terhadap PDB, jumlah tenaga kerja yang terserap, serta proyeksi pertumbuhan di era digital dan pascapandemi. Pemateri menyoroti bahwa nilai ekspor konten hiburan Indonesia baru mencapai 8 persen dari potensi idealnya.
- Sesi Kedua: Strategi Kolaborasi dengan Mitra Global. Diskusi menyasar peluang ekspansi penyediaan konten lokal-orisinal ke jaringan distribusi dunia, termasuk kerja sama penyediaan infrastruktur produksi dengan studio berskala internasional. Model co-production dipresentasikan sebagai jalur cepat untuk mentransfer teknologi dan peningkatan standar kualitas.
- Sesi Ketiga: Pengembangan Talenta dan Pendanaan. Sesi ini mengulas skema pembiayaan kreatif melalui dana abadi kebudayaan dan pelibatan modal ventura yang sudah menjalin kemitraan dengan IEG. Akses pelatihan berbasis proyek riil juga diumumkan untuk para kreator di daerah, termasuk Surabaya yang dinilai sebagai pusat kreatif baru di luar Jakarta.
- Sesi Penutup: Penandatanganan Nota Kesepahaman Awal. Acara diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara IEG dan tiga konsorsium industri kreatif asal Jawa Timur untuk pengembangan program inkubasi produksi film pendek, serial web, dan konten animasi yang dijadwalkan mulai berjalan pada kuartal ketiga 2026.
Surabaya sebagai Pusat Kreatif Baru
Pemilihan Surabaya sebagai lokasi sosialisasi bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki ekosistem industri kreatif yang tumbuh secara organik dan sudah melahirkan puluhan studio animasi independen, rumah produksi film pendek, serta komunitas pengembang gim yang dalam beberapa tahun terakhir karyanya mulai diakui di festival internasional. IEG menyatakan komitmennya untuk membuka pusat pengembangan keterampilan hiburan digital di Surabaya yang akan menjadi hub kedua setelah Jakarta.
Sejumlah peserta yang diwawancarai mengaku antusias dengan langkah ini. "Selama ini kami kerja sendiri-sendiri. Dengan hadirnya IEG sebagai fasilitator dan agregator, kami berharap ada titik temu antara kreator dan pemodal, sekaligus akses pasar yang lebih terstruktur," kata salah satu perwakilan studio animasi lokal.
IEG juga menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah dalam peta jalan Making Indonesia 4.0 dan Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional, yang menempatkan konten digital dan hiburan sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kekayaan intelektual. Dalam waktu dekat, IEG akan menyelenggarakan rangkaian acara serupa di lima kota besar lain untuk membangun jejaring nasional yang saling terhubung.
[SOCIAL_TWEET]: Ekosistem hiburan Indonesia makin solid! IEG gelar sosialisasi strategis di Surabaya, dorong kolaborasi konten lokal dan global. Talenta daerah kini punya akses lebih luas ke pendanaan dan pasar internasional. #IndustriHiburan #IEG #SurabayaKreatif[SOCIAL_TG]: 🎬 Baru dari Surabaya: Indonesia Entertainment Group (IEG) ungkap peta jalan kolaborasi hiburan lokal-global. Pusat inkubasi kreatif segera dibuka, akses pendanaan buat studio indie makin terbuka. Babak baru buat konten Indonesia!
Comments (0)