Sep 16, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Howard Webb Akui Kesalahan Fatal VAR dalam Gol Kontroversial Haaland

Ketua Badan Wasit Profesional Liga Inggris (PGMOL), Howard Webb, secara terbuka membongkar kegagalan operasional di balik pengesahan gol kontroversial peny

Howard Webb Akui Kesalahan Fatal VAR dalam Gol Kontroversial Haaland

Ketua Badan Wasit Profesional Liga Inggris (PGMOL), Howard Webb, secara terbuka membongkar kegagalan operasional di balik pengesahan gol kontroversial penyerang Manchester City, Erling Haaland. Pengakuan mengejutkan ini membuka kembali tabir kelemahan sistem Video Assistant Referee (VAR) yang kerap memicu polemik di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Dalam evaluasi teknis independen yang dirilis PGMOL, Webb menegaskan bahwa gol tersebut seharusnya dianulir oleh pengadil lapangan. Kesalahan fatal ini bersumber dari hilangnya fokus petugas VAR yang hanya terpaku pada kalkulasi garis offside penyerang asal Norwegia tersebut, sembari mengabaikan kontak fisik ilegal dalam fase pembentukan serangan.

Kronologi Detik demi Detik Menjelang Gol

Berdasarkan rekaman komunikasi internal dan analisis gerak lambat, insiden bermula dari perebutan bola intens di area sepertiga akhir pertahanan:

  1. Menit awal skema serangan: Manchester City melancarkan tekanan cepat melalui transisi dari lini tengah menuju kotak penalti lawan.
  2. Terjadinya kontak fisik: Terjadi perebutan bola krusial yang melibatkan dorongan ilegal atau pelanggaran sebelum bola bergulir ke arah Erling Haaland.
  3. Penyelesaian akhir Haaland: Haaland mengonversi umpan terobosan menjadi gol tanpa hambatan berarti dari penjaga gawang.
  4. Proses tinjauan VAR: Operator VAR di Stockley Park mengaktifkan protokol pemeriksaan dan langsung menarik garis offside digital untuk memastikan posisi berdiri Haaland.
  5. Pengesahan gol: Tanpa memeriksa ulang kontak awal, ruang kontrol VAR mengonfirmasi keabsahan gol kepada wasit utama di lapangan hijau.
"Petugas VAR mengalami fenomena tunnel vision. Fokus mereka sepenuhnya tersita untuk menarik garis offside secara presisi demi memastikan posisi Haaland, hingga luput mengidentifikasi pelanggaran yang mendahului gol tersebut. Itu adalah sebuah kekeliruan nyata," tegas Howard Webb dalam sesi evaluasi resmi.

Kelemahan Prosedural di Bilik Stockley Park

Investigasi internal mengungkap adanya ketidaksinkronan penerapan protokol Attacking Possession Phase (APP). Sesuai regulasi standar International Football Association Board (IFAB), VAR memiliki mandat wajib untuk memeriksa seluruh rangkaian serangan sejak penguasaan bola pertama hingga bola melewati garis gawang.

Kelemahan prosedur ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak lawan dan pemerhati sepak bola. Sejumlah temuan kunci dalam audit PGMOL meliputi:

  • Kegagalan identifikasi hierarki insiden: Petugas teknis memprioritaskan kalkulasi geometri offside dibanding verifikasi integritas perebutan bola.
  • Komunikasi yang terburu-buru: Dialog antara wasit lapangan dan operator VAR tidak mencakup verifikasi fase pelanggaran awal secara komprehensif.
  • Tekanan tempo pertandingan: Tuntutan memangkas durasi jeda permainan justru memicu kelalaian pemeriksaan bukti visual secara holistik.

Dampak Terhadap Transparansi dan Standar Wasit PGMOL

Transparansi yang ditunjukkan Howard Webb dipandang sebagai upaya defensif PGMOL di tengah badai kritik terhadap akurasi pengambilan keputusan wasit di Liga Inggris. PGMOL berkomitmen memperketat daftar centang (checklist) operasional di bilik VAR agar setiap gol melalui proses verifikasi berlapis yang mencakup potensi pelanggaran aktif, handball, hingga posisi offside.

Langkah pengakuan terbuka ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik dan klub-klub peserta terhadap integritas kompetisi, sekaligus menjadi preseden penting bagi standarisasi evaluasi kepemimpinan wasit di panggung sepak bola modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User