Pertanyaan mengenai apakah hasil pertandingan Shopee Cup ASEAN Club Championship 2026 yang melibatkan klub-klub seperti Borneo FC dan Persib Bandung turut memengaruhi pembaruan ranking Liga Indonesia di konfederasi sepak bola Asia (AFC) menjadi perhatian publik. Sejumlah pengamat meragukan keterkaitan antara kompetisi regional ASEAN dengan sistem peringkat klub maupun asosiasi anggota AFC. Berdasarkan verifikasi terhadap dokumen resmi AFC dan regulasi kompetisi yang berlaku, ditemukan bahwa kedua hal tersebut tidak saling terhubung secara langsung.
Sistem Ranking AFC dan Kompetisi ASEAN Berbeda Jalur
Klaim bahwa hasil Shopee Cup masuk ke dalam perhitungan ranking AFC perlu ditelusuri dari akarnya. Sistem peringkat yang dirilis AFC untuk asosiasi anggota (member association) dan klub disusun berdasarkan penampilan pada kompetisi yang secara resmi berada di bawah naungan AFC, yaitu AFC Champions League Elite, AFC Champions League Two, dan AFC Challenge League. Data menunjukkan, AFC tidak memasukkan kompetisi regional ASEAN ke dalam matriks penilaian peringkat klub maupun asosiasi. Hal ini berbeda dengan asumsi yang menyatakan bahwa setiap pertandingan internasional di kawasan Asia Tenggara otomatis berkontribusi pada peringkat tersebut.
Faktanya adalah, ASEAN Club Championship diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) sebagai turnamen kawasan, bukan turnamen struktural AFC. Kendati AFC mengakui keberadaan kompetisi regional, pengakuan itu tidak berarti hasilnya dikonversi menjadi poin ranking AFC. Berdasarkan verifikasi terhadap regulasi AFC yang berlaku, jalur kompetisi regional dan jalur kompetisi AFC berjalan terpisah, sehingga prestasi klub di Shopee Cup tidak langsung mengubah posisi Indonesia dalam daftar peringkat AFC.
Peran AFC dalam Penilaian Peringkat
Bukti kunci terletak pada metodologi perhitungan yang dirilis AFC. Peringkat AFC biasanya dihitung melalui akumulasi poin dari pertandingan klub yang berpartisipasi di kompetisi AFC, dengan bobot tertentu untuk setiap kemenangan, hasil imbang, serta tahapan kompetisi yang dicapai. Sumber resmi menegaskan bahwa hanya pertandingan yang diakui dalam kalender AFC yang dihitung. Dengan kata lain, meski Borneo FC atau Persib mencatat hasil positif di Shopee Cup, hal itu tidak serta-merta masuk ke dalam basis data peringkat AFC.
Klaim: Hasil Shopee Cup langsung masuk update ranking AFC. Fakta: Kompetisi ini bukan bagian dari struktur penilaian peringkat AFC sehingga tidak dikonversi menjadi poin ranking.
Tidak akurat apabila disimpulkan bahwa keberhasilan klub Indonesia di kompetisi regional otomatis mengangkat peringkat Liga Indonesia. Verifikasi terhadap dokumen AFC menunjukkan pemisahan jelas antara kompetisi kawasan dan kompetisi konfederasi. Meski demikian, partisipasi di ASEAN Club Championship tetap memiliki nilai kompetitif bagi klub, terutama dalam hal pengalaman internasional dan peningkatan kualitas permainan.
Dampak Tidak Langsung yang Tetap Perlu Dicatat
Berdasarkan verifikasi, ada sejumlah efek tidak langsung yang mungkin timbul, namun tidak dapat disamakan dengan perubahan ranking AFC. Penampilan baik klub Indonesia di turnamen regional dapat memperkuat reputasi sepak bola nasional di kawasan, memengaruhi potensi undian, serta meningkatkan minat sponsor. Namun, semua ini bukanlah bagian dari mekanisme resmi peringkat AFC. Data menunjukkan bahwa perubahan peringkat AFC lebih ditentukan oleh performa di kompetisi yang berada di bawah AFC, bukan oleh hasil di turnamen ASEAN.
Verifikasi juga menemukan bahwa pertanyaan publik muncul karena kurangnya pemahaman soal perbedaan yurisdiksi antara AFF dan AFC. Sumber resmi menegaskan bahwa masing-masing organisasi memiliki regulasi dan kompetisi tersendiri. Klaim yang menyatakan hasil Shopee Cup memengaruhi ranking AFC bertentangan dengan struktur kompetisi yang berlaku dan tidak didukung bukti dalam dokumen peringkat AFC.
Kesimpulannya, klaim bahwa hasil Shopee Cup ASEAN Club Championship 2026 masuk ke dalam pembaruan ranking AFC adalah tidak akurat. Faktanya adalah kompetisi regional ASEAN tidak menjadi bagian dari perhitungan peringkat AFC, sehingga hasil pertandingan Borneo FC, Persib, maupun klub lain di turnamen tersebut tidak langsung mengubah posisi Indonesia dalam daftar peringkat konfederasi. Masyarakat disarankan merujuk pada dokumen resmi AFC dan AFF untuk memverifikasi setiap informasi terkait peringkat, agar tidak menyesatkan dalam menyimpulkan dampak sebuah kompetisi terhadap posisi sepak bola nasional.
Comments (0)