Nama Samsudin Andi Arsyad, yang akrab disapa Haji Isam, kembali mencuri perhatian publik ketika namanya ikut tersorot dalam pemberitaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pengusaha asal Kalimantan Selatan itu dikenal luas sebagai pendiri Jhonlin Group, sebuah konglomerasi bisnis yang bergerak dari pertambangan batu bara hingga penerbangan. Sorotan terhadap sosoknya sebenarnya bukan hal baru; rekam jejaknya di dunia usaha, politik, dan sejumlah kontroversi telah lama menjadi bahan pemberitaan media nasional.
Dari Batulicin ke Imperium Jhonlin Group
Haji Isam tumbuh dan membangun kariernya di kawasan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, yang kini menjadi pusat aktivitas bisnisnya. Berawal dari bisnis tambang, ia mengembangkan Jhonlin Group menjadi kelompok usaha dengan portofolio yang luas. Di sektor pertambangan, grup ini mengelola konsesi batu bara yang menjadikannya salah satu pemain utama di Kalimantan Selatan. Selain itu, Jhonlin Group merambah ke sektor perkebunan kelapa sawit, perhotelan, hingga transportasi udara melalui Jhonlin Air, maskapai yang dioperasikan untuk kebutuhan charter dan logistik.
Ekspansi Jhonlin Air menjadi salah satu babak yang paling menarik perhatian. Maskapai ini tercatat mengoperasikan armada pesawat dengan fasilitas hanggar di Batulicin, sebuah langkah yang dinilai mencerminkan ambisi Haji Isam untuk membangun infrastruktur bisnis yang mandiri di daerahnya. Kiprah filantropinya juga kerap diberitakan, mulai dari bantuan untuk korban banjir, pembangunan fasilitas ibadah, hingga dukungan bagi petani dan nelayan setempat.
Karhutla dan Tekanan pada Perusahaan
Fokus utama sorotan kali ini adalah dugaan keterlibatan wilayah konsesi perusahaan dalam kebakaran lahan. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada periode karhutla besar tahun 2019 mencatat ribuan titik panas di Kalimantan, sebagian di antaranya berada di area konsesi perusahaan-perusahaan tambang dan perkebunan. Kawasan Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi dengan sebaran titik panas yang signifikan, dan sejumlah konsesi perusahaan mendapat sorotan dari lembaga pengawas.
Menanggapi tekanan tersebut, Haji Isam sempat menjadi pusat perhatian setelah beredar video pernyataannya yang membantah keterlibatan perusahaannya dalam kebakaran. Pernyataan itu justru memicu diskusi publik yang lebih luas mengenai tanggung jawab korporasi dalam menjaga kawasan konsesinya. Verifikasi di lapangan menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap perusahaan yang lahannya terbakar berjalan bertahap, dengan sebagian perusahaan dikenai sanksi administrasi hingga pidana.
Kedekatan dengan Politik dan Kekuasaan
Rekam jejak Haji Isam tidak hanya terbatas pada dunia usaha. Ia dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh politik, baik di tingkat daerah maupun nasional. Kedekatan ini kerap menjadi bahan analisis media, terutama ketika nama-nama pengusaha besar muncul dalam konstelasi pendanaan kampanye. Di Kalimantan Selatan, pengaruh Jhonlin Group terhadap dinamika ekonomi dan politik lokal sulit dipisahkan, mengingat besarnya serapan tenaga kerja dari perusahaannya.
Hubungan erat antara pengusaha dan penguasa ini selalu menjadi perhatian publik, terlebih di saat momentum pemilihan umum. Sejumlah pemberitaan mencatat bahwa Haji Isam pernah dikaitkan dengan dukungan finansial terhadap kandidat tertentu dalam kontestasi politik di daerahnya, meskipun klaim semacam itu kerap dibantah atau tidak pernah terkonfirmasi secara resmi.
Kontroversi dan Gaya Hidup yang Viral
Di luar bisnis dan politik, nama Haji Isam juga kerap menghiasi linimasa media sosial. Gaya hidupnya yang mewah, mulai dari koleksi kendaraan kelas atas hingga fasilitas pribadi yang mentereng, sering menjadi konten yang viral. Namun di sisi lain, pemberitaan juga pernah menyoroti sengketa lahan antara perusahaannya dan warga setempat, serta sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang dilaporkan oleh media.
Meski demikian, sebagian besar isu tersebut berujung pada klarifikasi atau proses hukum yang berjalan, dan belum seluruhnya mendapat putusan final. Hal inilah yang membuat rekam jejak Haji Isam selalu menarik untuk ditelusuri secara menyeluruh, terutama ketika isu lingkungan kembali menyeruak.
Kesimpulan
Sorotan terhadap Haji Isam dan Jhonlin Group dalam isu karhutla merupakan bagian dari catatan panjang perjalanan bisnisnya di Kalimantan. Di satu sisi, kontribusinya terhadap ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja tidak dapat diabaikan. Di sisi lain, tuntutan terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab menjadi tekanan yang semakin nyata bagi korporasi besar di sektor ekstraktif. Publik menantikan bagaimana langkah selanjutnya, baik dari sisi perusahaan maupun dari sisi penegakan regulasi.
Comments (0)