Sep 18, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Hadapi Lonjakan Harga BBM, Pemerintahan Trump Perpanjang Jam Kerja Sopir Tangki

WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengambil langkah darurat di sektor logistik energi. Melalui Departemen Transportasi

Hadapi Lonjakan Harga BBM, Pemerintahan Trump Perpanjang Jam Kerja Sopir Tangki

WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengambil langkah darurat di sektor logistik energi. Melalui Departemen Transportasi (USDOT), pemerintah melonggarkan batas waktu mengemudi bagi sopir truk pengangkut bensin dan solar hingga 16 jam sehari guna mengatasi kemacetan pasokan bahan bakar di tengah eskalasi konflik geopolitik global.

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, mengumumkan kebijakan diskresi berupa dispensasi khusus selama 90 hari yang dikeluarkan oleh Federal Motor Carrier Safety Administration (FMCSA). Keputusan kontroversial ini diambil saat harga bahan bakar minyak (BBM) domestik melonjak tajam akibat perang dan ketegangan terbuka dengan Iran yang mengguncang jalur pasokan energi dunia.

Kronologi dan Eskalasi Krisis Distribusi BBM

Langkah deregulasi jam kerja pengemudi truk tangki ini tidak muncul secara tiba-tiba. Investigasi rantai pasok menunjukkan serangkaian tekanan sistemik yang bermula dari pasar energi internasional hingga ke gardu distribusi lokal di AS:

  1. Gejolak Pasar Minyak Global: Meningkatnya konflik bersenjata yang melibatkan Iran memicu lonjakan harga minyak mentah dan kekhawatiran atas pasokan kilang di kawasan Timur Tengah.
  2. Kepanikan Pasokan di Tingkat Domestik: Sejumlah wilayah di AS mengalami penipisan stok bensin dan solar di SPBU akibat keterlambatan pengiriman armada tangki dari terminal kilang.
  3. Penerbitan Dispensasi Darurat FMCSA: Pada Rabu waktu setempat, Menteri Sean Duffy secara resmi meneken pembebasan aturan batas waktu standar kerja (Hours of Service) demi mempercepat perputaran truk tangki selama masa krisis 90 hari.
"Pemerintah bertindak cepat untuk memastikan aliran bensin dan solar tidak terhambat. Fleksibilitas ini krusial agar pasokan energi tetap mengalir ke masyarakat tanpa jeda logistik yang berlarut-larut," tegas Sean Duffy dalam keterangan resminya.

Tarif Standar versus Risiko Keselamatan di Jalan Raya

Berdasarkan regulasi federal standar, pengemudi truk komersial hanya diizinkan mengemudi maksimal 11 jam dalam rentang shift kerja 14 jam, setelah melewati istirahat wajib selama 10 jam berturut-turut. Di bawah pelonggaran darurat ini, batas tersebut diperluas hingga 16 jam, memicu kekhawatiran serius dari berbagai kelompok advokasi keselamatan transportasi.

Sejumlah pakar transportasi menyoroti bahaya kelelahan pengemudi (driver fatigue) yang membawa muatan bahan kimia berbahaya dan mudah terbakar. Beban kerja ekstrem dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan fatal di jalan raya, terutama saat armada beroperasi di jalan tol antarkota dengan beban muatan penuh.

  • Durasi Kebijakan: Berlaku selama periode 90 hari dengan evaluasi berkala terhadap dinamika pasokan energi.
  • Cakupan Pengemudi: Dikhususkan hanya untuk armada pengangkut bahan bakar bensin, solar, dan bahan bakar minyak esensial.
  • Kompensasi Pengawasan: Otoritas menjanjikan pemantauan digital melalui Electronic Logging Devices (ELD) untuk mencegah pelanggaran di luar koridor dispensasi.

Keputusan ini menegaskan prioritas kebijakan ekonomi pemerintahan Trump yang memilih efisiensi distribusi cepat demi menekan inflasi energi, meski harus berhadapan dengan kritik tajam mengenai standar keselamatan kerja sektor transportasi darat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User