Suasana hangat menjelang gelaran Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali mendadak berbalik arah. Figur sentral yang sebelumnya digadang-gadang bakal bertarung sengit memperebutkan kursi IMI Bali 1, Puja Astawa, mengambil langkah manuver yang mengejutkan publik otomotif Pulau Dewata. Pria yang juga dikenal luas sebagai sosok kreator konten terkemuka asal Buleleng tersebut memilih meredam ambisi politiknya dan secara resmi menyatakan batal maju dalam bursa pencalonan ketua umum.
Langkah Radikal Demi Mencegah Polarisasi Faksi
Kepastian mundurnya Puja terungkap lewat konfirmasi singkat namun tegas: “Ten” (tidak). Di balik jawaban singkat berbahasa Bali tersebut, tersimpan kalkulasi matang demi menjaga stabilitas internal organisasi otomotif terbesar di Bali tersebut. Puja menekankan bahwa kompetisi berburu tampuk kepemimpinan tidak boleh mengorbankan jalinan persaudaraan yang telah dibangun bertahun-tahun di tubuh IMI Bali.
“Siapapun ketua IMI-nya, biar kita saling support dan tidak putus persaudaraan. Jangan sampai hanya karena ingin jadi ketua akhirnya ada blok-blok yang membuat tidak kondusif,” tegas Puja.
Sikap legawa ini bukan tanpa dasar. Puja mengungkapkan bahwa langkah mundur yang diambilnya berakar dari wejangan penting Ketua Pengprov IMI Bali saat ini, Gusti Ngurah Anom atau yang akrab disapa Ajik Krisna. Dalam arahan moral tersebut, Ajik Krisna mewanti-wanti agar suksesi kepemimpinan tidak diwarnai konflik terbuka maupun perebutan kekuasaan yang berpotensi memecah belah komunitas. "Pesan Ajik Krisna, pokoknya Ajik ndak mau ada yang ribut. Itu yang Ajik pesan kepada saya," ungkap Puja menambahkan.
Profil dan Rekam Jejak di Ring Otomotif Bali
Keputusan mundur ini terbilang mengagetkan banyak pihak. Pasalnya pada akhir Agustus 2026, nama Puja Astawa berada di puncak popularitas bursa calon ketua. Bahkan pada 28 Agustus lalu, ia sempat mengutarakan kesiapannya secara terbuka setelah mengantongi dukungan riil dari sejumlah klub otomotif pemilik suara.
Sosok kelahiran Banyuasri, Singaraja, 17 September 1974 ini memang bukan figur baru dalam lingkaran elite organisasi tersebut. Selama kurang lebih empat tahun terakhir, Puja telah mendedikasikan dirinya sebagai Sekretaris Pengprov IMI Bali, mendampingi kepemimpinan Ajik Krisna.
| Parameter Rekam Jejak | Detail Informasi |
|---|---|
| Nama Lengkap | Puja Astawa |
| Tempat, Tanggal Lahir | Banyuasri, Singaraja, 17 September 1974 |
| Jabatan Terakhir Organisasi | Sekretaris Pengprov IMI Bali (Masa Jabatan ~4 Tahun) |
| Status Keputusan Musprov | Resmi Mengundurkan Diri dari Bursa Pencalonan |
Dinamika Suhu Politik Musprov IMI Bali
Penarikan diri Puja Astawa secara otomatis mengubah peta kekuatan dalam perhelatan Musprov IMI Bali mendatang. Langkah ini sekaligus mengirimkan sinyal kuat kepada figur-figur kandidat lain agar mengedepankan asas kekeluargaan dan persatuan di atas kepentingan faksi semata. Dalam industri olahraga motor dan hiburan otomotif, keretakan internal kerap kali berujung pada stagnasi program kerja serta menurunnya kepercayaan pihak sponsor.
Dengan mundurnya mantan Sekretaris IMI Bali ini, konstelasi persaingan diprediksi akan mengerucut pada figur yang mampu membawa semangat rekonsolidasi. Keputusan Puja dianggap sebagai bentuk kedewasaan berorganisasi yang menempatkan etika politik di atas ambisi pribadi, di mana keutuhan ikatan persaudaraan dinilai jauh lebih berharga daripada sekadar kemenangan elektoral semata.
Comments (0)