Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Gunung Merapi Siaga — BPPTKG Catat 83 Gempa Guguran Sehari

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah terus menunjukkan dinamika yang signifikan. Balai Penyelidikan da

Gunung Merapi Siaga — BPPTKG Catat 83 Gempa Guguran Sehari

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah terus menunjukkan dinamika yang signifikan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merekam tingginya intensitas kegempaan internal maupun permukaan selama periode pengamatan Rabu, 9 September 2026. Dalam rentang waktu 24 jam tersebut, instrumen seismik mencatat sedikitnya 83 kali gempa guguran yang mengindikasikan adanya suplai magma yang konsisten dan pelepasan material secara terus-menerus dari kubah lava aktif.

Hingga saat ini, otoritas geologi belum menurunkan tingkat ancaman dan masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Pengamatan komprehensif yang dilakukan tim peneliti menggarisbawahi bahwa pelepasan energi vulkanik Merapi saat ini mendominasi melalui akumulasi guguran material pijar yang berpotensi memicu awan panas guguran (APG) apabila struktur kubah lava mengalami destabilisasi mendadak.

Analisis Kegempaan dan Dinamika Kubah Lava

Penelusuran analitis terhadap data kegempaan yang dirilis BPPTKG memperlihatkan pola eskalasi yang perlu diwaspadai. Selain gempa guguran yang mendominasi frekuensi harian, sinyal-sinyal kegempaan dangkal dan fase banyak turut terekam oleh jaringan seismograf di sekitar lereng Merapi.

Berikut adalah perbandingan data kegempaan harian yang tercatat dalam sistem pemantauan BPPTKG pada periode pengamatan tersebut:

Jenis Kegempaan Jumlah Kejadian Amplitudo / Durasi Implikasi Geologis
Gempa Guguran 83 kali 3–45 mm / 21.4–145.8 detik Guguran lava pijar meluncur ke alur sungai sektor selatan-barat daya.
Gempa Hybrid / Fase Banyak 12 kali 3–15 mm / 5.2–9.8 detik Pertumbuhan dan pembentukan tekanan mikro pada kubah lava.
Gempa Volkanik Dangkal 5 kali 4–22 mm / 8.1–12.5 detik Akumulasi gas dan pergerakan fluida magma mendekati permukaan.

Data di atas memperlihatkan bahwa aktivitas didominasi oleh pergerakan material di permukaan. Peneliti senior geologi menyatakan bahwa tingginya frekuensi gempa guguran menjadi indikator utama bahwa suplai magma dari kedalaman masih berlangsung konstan, yang secara alami mencari jalan keluar melalui celah-celah kubah lava yang rentan.

Kronologi dan Pemantauan Visual Harian

Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental yang dihimpun sepanjang hari pengamatan, BPPTKG merangkum tahapan dinamika Merapi sebagai berikut:

  1. Dini Hari hingga Pagi (00.00 - 06.00 WIB): Terpantau asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang membumbung setinggi 20–50 meter di atas puncak kawah. Terjadi beberapa kali guguran lava pijar yang mengarah ke hulu Kali Bebeng.
  2. Siang hingga Sore (06.00 - 18.00 WIB): Dominasi gelombang gempa guguran terekam jelas pada grafik seismogram. Kabut tebal sempat menyelimuti puncak, namun suplai gelombang seismik tetap terdeteksi stabil tanpa fluktuasi ekstrem.
  3. Malam Hari (18.00 - 24.00 WIB): Akumulasi data mengonfirmasi total 83 kali gempa guguran. Visual malam menunjukkan pancaran sinar getas (incandescence) pada titik-titik lepasnya material di kubah lava sektor barat daya.

Rekomendasi Keamanan dan Sektor Rawan Bahaya

Merujuk pada peta prakiraan bahaya BPPTKG, ancaman potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Sementara pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km.

Pihak berwenang mengingatkan agar para pemangku kepentingan dan masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di zona bahaya yang telah ditetapkan.

"Masyarakat imbau untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Potensi lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak," tegas perwakilan BPPTKG dalam laporan resminya.

Pemerintah daerah di empat kabupaten terdampak—Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten—diminta terus melakukan langkah-langkah mitigasi pasif dan memastikan jalur evakuasi warga tetap dalam kondisi siap pakai. Pengawasan ketat terhadap penambangan pasir di alur sungai yang berhulu di Merapi juga terus diperketat guna mengantisipasi ancaman sekunder berupa lahar hujan saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan puncak.

Status: Level III (Siaga) Data Kegempaan: 83 kali Gempa Guguran terdeteksi dalam 24 jam. Masyarakat diimbau menjauhi radius bahaya 3-7 km dari puncak, terutama di alur sungai sektor selatan-barat daya dan tenggara. Baca selengkapnya analisis geologis di Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User