Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Golkar Ganti Pimpinan Lima Komisi dan Dua AKD di DPR

Partai Golkar melakukan perombakan jajaran pimpinan komisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Salah satu kader yang terkena dampak adalah Hetifah Sjaifudian, yang posisinya sebagai p...

Golkar Ganti Pimpinan Lima Komisi dan Dua AKD di DPR

Partai Golkar melakukan perombakan jajaran pimpinan komisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Salah satu kader yang terkena dampak adalah Hetifah Sjaifudian, yang posisinya sebagai pimpinan komisi dicabut dan digantikan oleh figur lain dari internal partai. Keputusan ini dikonfirmasi oleh Sarmudji, politisi senior Golkar, yang menyebutkan bahwa lingkup perubahan ternyata jauh lebih luas dari sekadar satu komisi.

Menurut Sarmudji, setidaknya lima komisi mengalami pergantian pimpinan dalam gelombang perombakan kali ini. Tidak berhenti di situ, dua alat kelengkapan dewan (AKD) lainnya juga turut dirombak. Artinya, total ada tujuh posisi strategis di lingkungan DPR yang mengalami perubahan komposisi pimpinan dalam satu periode penataan sekaligus.

Perombakan ini menandai langkah konsolidasi internal Golkar setelah sekian lama komposisi pimpinan komisi dinilai perlu disegarkan. Pergantian kader di posisi strategis merupakan bagian dari dinamika biasa dalam kehidupan partai, terutama menjelang periode-periode tertentu dalam siklus politik.

Lima Komisi Masuk Daftar Perombakan

Berdasarkan pernyataan Sarmudji, lima komisi menjadi bagian dari perombakan. Kelima komisi tersebut mengalami perubahan pada posisi pimpinan, baik ketua maupun wakil ketua. Sarmudji tidak merinci secara satu per satu nama-nama komisi yang terdampak, namun ia menegaskan bahwa pergantian tersebut merupakan hasil kesepakatan internal partai.

Dalam struktur DPR, komisi adalah ujung tombak kerja legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Setiap komisi membidangi sektor tertentu, mulai dari pertahanan, hukum, ekonomi, hingga pendidikan dan kesehatan. Karena itu, pergantian pimpinan komisi bukan sekadar urusan administrasi internal, melainkan berdampak langsung pada arah kerja DPR di masing-masing bidang.

Dalam perombakan ini, Hetifah Sjaifudian menjadi salah satu nama yang paling menarik perhatian. Politikus Golkar asal Kalimantan Timur itu dikenal luas karena perhatiannya terhadap isu pendidikan. Sepanjang kariernya di DPR, ia kerap menyuarakan pentingnya peningkatan mutu pendidikan nasional, termasuk persoalan guru, kurikulum, dan akses sekolah di daerah terpencil.

Dengan dicabutnya posisinya sebagai pimpinan komisi, Hetifah dipastikan tidak lagi menempati kursi pimpinan di komisi yang selama ini digelutinya. Meski demikian, ia tetap berstatus sebagai anggota DPR dari Fraksi Golkar dan diperkirakan masih akan aktif dalam berbagai pembahasan legislasi ke depan.

Dua AKD Lain Ikut Diganti

Selain lima komisi, dua alat kelengkapan dewan lainnya juga mengalami pergantian pimpinan. AKD merupakan perangkat DPR yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu di luar komisi, seperti Badan Legislasi (Baleg), Badan Anggaran (Banggar), Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), Badan Musyawarah (Bamus), hingga Badan Kehormatan Dewan (BKD).

Perubahan pimpinan di dua AKD tersebut menunjukkan bahwa perombakan kali ini tidak hanya menyasar bidang-bidang substantif, tetapi juga organ-organ pendukung kerja dewan. Penataan ini dinilai penting agar seluruh lini kerja DPR memiliki komposisi pimpinan yang selaras dengan arah kebijakan partai.

Penyegaran Kader dan Arah Baru Fraksi

Perombakan pimpinan komisi dan AKD lazim dimaknai sebagai upaya penyegaran kader. Partai memiliki hak untuk mengatur posisi kadernya di lembaga legislatif, termasuk mencabut dan menunjuk pimpinan baru, sepanjang dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Dalam praktiknya, perubahan semacam ini biasanya dibahas lebih dulu dalam rapat internal fraksi sebelum diresmikan.

Langkah serupa kerap dilakukan partai untuk menyesuaikan komposisi pimpinan dengan kebutuhan politik terkini, sekaligus memberi kesempatan kepada kader-kader baru untuk mengisi posisi strategis. Rotasi juga berfungsi sebagai mekanisme kaderisasi, di mana figur-figur yang dinilai berkinerja baik ditempatkan di posisi yang lebih menantang.

Di sisi lain, perombakan yang terjadi di tengah masa kerja DPR juga berpotensi memengaruhi ritme kerja legislasi. Proses pergantian pimpinan biasanya diikuti masa transisi yang singkat, dan kerja komisi diharapkan tetap berjalan normal. Fraksi Golkar dipastikan akan mengumumkan nama-nama pengganti secara resmi dalam waktu dekat.

Langkah Selanjutnya

Keputusan final atas perombakan ini akan ditempuh melalui mekanisme internal partai dan disesuaikan dengan tata tertib DPR. Setelah nama-nama pengganti ditetapkan, perubahan pimpinan komisi dan AKD biasanya disahkan dalam rapat paripurna agar memiliki kekuatan hukum formal.

Sampai pengumuman resmi keluar, publik hanya bisa menunggu daftar lengkap nama yang masuk dan keluar dari kursi pimpinan. Yang jelas, gelombang perombakan kali ini menjadi salah satu yang cukup luas dalam periode berjalan, dengan lima komisi dan dua AKD sekaligus masuk dalam daftar perubahan.

Perkembangan ini akan terus dipantau, terutama untuk melihat siapa saja figur yang akan mengisi kursi pimpinan yang ditinggalkan dan bagaimana arah kerja DPR ke depan setelah komposisi pimpinan berubah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User