Sep 18, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Gianyar — Mitra Prodin Salurkan Kaki Palsu Daur Ulang untuk Warga

Keterbatasan mobilitas yang dialami oleh Made Maruta kini memasuki babak baru. Warga asal Gianyar, Bali, yang sebelumnya harus mengandalkan kursi roda pasc

Gianyar — Mitra Prodin Salurkan Kaki Palsu Daur Ulang untuk Warga

Keterbatasan mobilitas yang dialami oleh Made Maruta kini memasuki babak baru. Warga asal Gianyar, Bali, yang sebelumnya harus mengandalkan kursi roda pasca-tindakan amputasi medis, secara resmi menerima bantuan alat bantu gerak berupa kaki palsu berbahan dasar sampah plastik daur ulang pada Rabu (16/9/2026).

Inisiatif kemanusiaan berbasis kelestarian lingkungan ini diinisiasi oleh Mitra Prodin yang bermitra langsung dengan Yayasan Kaki Kita Senusantara (YKKS), sebuah entitas sosial di bawah naungan ekosistem Bhakti Rahayu Group. Kolaborasi ini dirancang untuk menjawab urgensi pemulihan kemandirian fisik sekaligus menekan persoalan residu limbah anorganik di Pulau Dewata.

Fase 1: Keterbatasan Fisik Pasca-Amputasi di Gianyar

Sejak kehilangan salah satu tungkai kakinya akibat tindakan medis amputasi, ruang gerak Made Maruta mengalami penurunan drastis. Seluruh ritme kehidupan harian dan produktivitas ekonominya bertumpu pada kursi roda konvensional, yang membatasi aksesibilitas di lingkungan tempat tinggalnya.

Penyaluran alat bantu ortotik prostetik ini dilakukan secara langsung ke kediaman Maruta di Gianyar dengan sejumlah tahapan rehabilitasi awal:

  1. Asesmen Klinis: Pengukuran antropometri puntung kaki (stump) guna memastikan soket kaki palsu presisi dan meminimalkan risiko luka gesek.
  2. Fabrikasi Berkelanjutan: Pemanfaatan material komposit limbah plastik terolah yang memiliki durabilitas tinggi dan bobot ringan.
  3. Uji Penyesuaian: Pengecekan keseimbangan statis saat penerima manfaat mulai menopang beban tubuh.

Fase 2: Intervensi YKKS dan Proses Rehabilitasi Adaptif

Kerja sama dengan Yayasan Kaki Kita Senusantara (YKKS) tidak berhenti pada penyerahan fisik semata. Lembaga ini menerapkan protokol pendampingan komprehensif untuk memastikan penerima manfaat mampu beradaptasi secara biomekanik dan psikologis.

Pendampingan tersebut mencakup latihan berjalan bertahap, edukasi perawatan soket prostetik, hingga penguatan mental pasca-trauma amputasi. Langkah ini dipandang krusial agar alat bantu tersebut benar-benar memulihkan fungsi gerak mandiri tanpa menimbulkan komplikasi medis sekunder.

Fase 3: Refleksi 25 Tahun dan Transformasi Tanggung Jawab Sosial

Bagi Mitra Prodin, aksi sosial ini bertepatan dengan momentum perjalanan 25 tahun kiprah korporasi di Bali. Perusahaan menegaskan komitmen bahwa ekspansi bisnis harus berjalan selaras dengan perluasan dampak sosial (SROI) bagi komunitas marginal.

“Misi awal kami di Bali adalah memberdayakan perempuan, terutama perempuan yang bisa bekerja dan menafkahi keluarga. Pendiri perusahaan melihat bahwa di Bali peran wanita selama ini sangat penting secara finansial. Sayangnya, berbekal pendidikan SMP/SMA mungkin cukup sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Hal inilah yang melandasi kami untuk memperkerjakan mereka,” ungkap Chief Operating Officer (COO) Mitra Prodin, Erwin Johan.

Erwin menambahkan bahwa pilar tanggung jawab sosial perusahaan kini telah bertransformasi secara holistik melalui sejumlah program strategis:

  • Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal: Penyerapan tenaga kerja perempuan dari latar belakang pendidikan nonformal dan menengah.
  • Konservasi Ekosistem Pesisir: Gerakan pembersihan pantai (beach clean up) berkala dan restorasi kawasan hutan mangrove.
  • Inklusi Disabilitas: Penyediaan aksesibilitas alat bantu gerak berbasis material sirkular bagi masyarakat pra-sejahtera.

Bantuan kaki palsu daur ulang untuk Made Maruta diharapkan menjadi model intervensi sosial berkelanjutan, membuktikan bahwa penanganan limbah plastik dapat diintegrasikan langsung dengan pemenuhan hak-hak dasar penyandang disabilitas fisik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User