Sep 18, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

GEMS Raih Kredit US$42 Juta dari Bank Mandiri untuk Elektrifikasi Tambang

Emiten produsen batu bara naungan Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), resmi mengamankan fasilitas pinjaman senilai US$42 juta atau setara se

GEMS Raih Kredit US$42 Juta dari Bank Mandiri untuk Elektrifikasi Tambang

Emiten produsen batu bara naungan Grup Sinar Mas, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), resmi mengamankan fasilitas pinjaman senilai US$42 juta atau setara sekitar Rp680 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Suntikan modal perbankan pelat merah ini dialokasikan secara spesifik untuk mendanai proyek elektrifikasi infrastruktur tambang milik anak usahanya, PT Borneo Indobara (BIB), di Kalimantan Selatan.

Langkah korporasi ini mencerminkan pergeseran strategi emiten tambang dalam menekan biaya operasional bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sekaligus memenuhi tuntutan dekarbonisasi operasional tambang skala besar.

Jejak Pendanaan Elektrifikasi di Tambang Borneo Indobara

Berdasarkan penelusuran keterbukaan informasi perseroan, fasilitas kredit perbankan berjangka tersebut difokuskan untuk membiayai pengadaan jaringan listrik tegangan tinggi dan penggantian genset diesel konvensional di area konsesi BIB. PT Borneo Indobara sendiri merupakan tulang punggung produksi batubara GEMS dengan kontribusi lebih dari 80 persen terhadap total produksi konsolidasi grup.

"Fasilitas kredit dari Bank Mandiri ini akan memperkuat efisiensi rantai pasok energi di area tambang, mempercepat proyek hilirisasi infrastruktur kelistrikan, serta mendukung keandalan operasional anak usaha kami dalam jangka panjang," tulis manajemen perseroan dalam laporan keterbukaan informasi.

Kronologi dan Skema Fasilitas Pinjaman Bank Mandiri

Penyaluran pembiayaan ini melalui sejumlah tahapan evaluasi kelayakan teknis dan lingkungan sebelum ditekennya perjanjian kredit:

  1. Kuartal IV-2023: Evaluasi internal efisiensi konsumsi bahan bakar di konsesi BIB dan penyusunan peta jalan (roadmap) elektrifikasi armada penunjang dan ban berjalan (conveyor system).
  2. Kuartal I-2024: Pengajuan fasilitas pinjaman investasi hijau dan infrastruktur ke Bank Mandiri guna mendanai belanja modal (capex) transmisi listrik.
  3. Penandatanganan Fasilitas: Finalisasi akad kredit senilai US$42 juta dengan klausul pendanaan belanja modal proyek elektrifikasi stasiun pemrosesan dan pelabuhan muat batubara.
  4. Pencairan dan Eksekusi: Penyaluran dana bertahap untuk konstruksi gardu induk serta penyambungan jaringan ke sistem transmisi utama PT PLN (Persero).

Efisiensi Biaya dan Dorongan Transisi Energi

Ketergantungan operasional tambang batubara terhadap solar industri (HSD) selama bertahun-tahun menjadi pos beban pokok pendapatan (COGS) paling sensitif terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Dengan mengalihkan sistem tenaga fasilitas pemecah batubara (crushing plant), konveyor, dan pompa tambang ke jaringan listrik terintegrasi, manajemen menargetkan penghematan biaya energi hingga 25–30 persen per ton batubara yang diproduksi.

  • Pengurangan Emisi Karbon: Elektrifikasi fasilitas penunjang tambang diproyeksikan memangkas ribuan ton emisi karbon per tahun akibat pembakaran solar genset.
  • Peningkatan Margin Operasional: Menekan beban operasional tunai (cash cost) di tengah tren moderasi harga batubara global indeks Newcastle dan ICI.
  • Kemitraan Strategis Perbankan: Bank Mandiri terus memperbesar porsi pembiayaan keberlanjutan dan transisi energi bagi korporasi sumber daya alam.

Investigasi data keuangan GEMS menunjukkan struktur neraca perseroan tetap dalam posisi sehat dengan rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio) yang terkelola, memberikan ruang memadai bagi percepatan modernisasi fasilitas tambang di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User