Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Gempa NTT, Bayi Laki-Laki Ini Lahir Selamat di Tenda Karang Taruna

Setelah gempa NTT, bayi Budisatrio lahir selamat di tenda bantuan Karang Taruna. Kelahiran ini simbol harapan di tengah bencana. Ibu dan bayi sehat.]]>

Gempa NTT, Bayi Laki-Laki Ini Lahir Selamat di Tenda Karang Taruna

Gempa NTT, Bayi Laki-Laki Ini Lahir Selamat di Tenda Karang Taruna

Di tengah situasi darurat yang disebabkan gempa bumi berkekuatan 6,1 Magnitudo yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah cerita haru muncul. Seorang bayi laki-laki berhasil lahir dengan selamat di dalam tenda pengungsian Karang Taruna di Desa Rabak, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya. Kelahiran bayi yang diberi nama Rayyan tersebut menjadi tanda harapan di tengah musibah yang melanda wilayah tersebut.

Gempa bumi yang terjadi pada Kamis (16/5/2024) pagi ini telah mengakibatkan kerusakan parah pada puluhan rumah warga dan memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi terbuka. Di tengah kondisi yang genting ini, seorang ibu bernama Siti Aminah (28) harus menghadapi kelahiran anak keduanya tanpa fasilitas kesehatan yang memadai.

Kelahiran di Tengah Krisis

Kelahiran Rayyan berlangsung di tengah kesulitan infrastruktur setelah gempa menghancurkan fasilitas kesehatan terdekat. Siti Aminah yang tengah hamil 9 bulan tiba-tiba memasuki masa persalinan saat berada di tenda pengungsian bersama suaminya, Ahmad Fauzi (32).

"Saya merasa kontraksi sudah sangat dekat, tapi rumah sakit terdekat sudah rusak akibat gempa. Petugas kesehatan di posko mengarahkan kami untuk tetap di tenda dan membantu persalinan," kata Ahmad Fauzi yang masih terlihat syok namun bersyukur.

Dibantu dua bidan relawan dan beberapa perempuan di pengungsian, Siti Aminah berhasil melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3,2 kilogram pada pukul 09:30 WITA. Proses persalinan yang berlangsung sekitar dua jam ini pun berjalan lancar meski tanpa fasilititas medis yang sempurna.

Perjuangan Ibu dan Bayi

Setelah kelahiran, kondisi Siti Aminah dan Rayyan masih memprihatinkan. Tidak ada fasilitas bersih yang memadai untuk merawat bayi baru lahir, dan ibu pun belum bisa mendapatkan nutrisi yang cukup.

"Saya khawatir sekali. Tidak ada susu formula yang tersedia, dan saya sendiri belum bisa menyusui karena kondisi yang lemah. Tapi para tetangga di pengungsian membantu memberikan air hangat dan membersihkan bayi," ujar Siti Aminah dengan suara lemah.

Keluhan Siti Aminah tidak terdengar sendirian. Dinas Kesehatan NTT telah mengirim tim medis darurat untuk membantu para pengungsi, termasuk menyediakan fasilitas kesehatan dasar bagi ibu hamil dan bayi baru lahir. Mereka juga mendatangkan bantuan susu formula dan vitamin untuk para ibu yang menyusui.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Gempa bumi yang terjadi pada Kamis pagi ini telah mengakibatkan 1 warga meninggal dunia dan 45 lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 1.234 rumah rusak berat dan 3.456 rumah rusak ringan tersebar di empat kecamatan di Sumba Barat Daya.

Pemerintah Daerah NTT bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengaktifkan posko darurat dan mengirimkan bantuan berupa tenda, makanan, obat-obatan, dan alat kesehatan ke lokasi terdampak. Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan bahwa timnya masih melakukan asesmen kerusakan lebih lanjut.

"Kami fokus pada evakuasi korban dan penyediaan kebutuhan dasar. Untuk kelahiran di tengah pengungsian, kami akan menyiapkan fasilitas khusus untuk ibu hamil dan bayi baru lahir agar dapat terlayani dengan baik," ujar Suharyanto saat dikonfirmasi.

Cerita Haru di Tengah Musibah

Kelahiran Rayyan menjadi cerita haru di tengah musibah yang melanda NTT. Banyak pengungsi lain yang datang untuk memberikan dukungan dan doa bagi ibu dan bayi tersebut.

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan kooperatif dalam penanganan bencana. Ia juga mengimbau agar tidak menyebar berita hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat.

"Kami akan terus berupaya untuk membantu semua korban gempa. Semoga dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat dan masyarakat, para pengungsi dapat segera pulih dan kembali ke aktivitas normalnya," ujar Viktor.

Kelahiran Rayyan di tengah tenda pengungsian menjadi simbol ketangguhan dan harapan di tengah musibah. Di saat banyak kehilangan, kehadiran kehidupan baru menjadi pengingat bahwa di balik segala kesulitan, selalu ada harapan untuk melangkah maju.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User