Aktivitas kegempaan tektonik lokal kembali mengusik ketenangan warga Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya pada pagi hari. Meski berskala relatif kecil, kedalaman pusat gempa yang sangat dangkal membuat getarannya terdistribusi nyata hingga ke kawasan permukiman di Pangalengan.
Berdasarkan hasil analisis mutakhir dari BMKG Stasiun Geofisika Bandung, episentrum gempa bumi terletak di darat pada koordinat lokal dengan kedalaman hiposentrum hanya 5 kilometer. Kedalaman yang tergolong sangat dangkal (ultra-shallow earthquake) ini menjadi pemicu utama mengapa getaran tetap terasa jelas oleh warga, meskipun magnitudo tercatat di bawah angka 3,0.
Kronologi dan Parameter Kegempaan BMKG
Peristiwa getaran ini terekam secara presisi oleh jaringan sensor seismik BMKG. Berikut adalah catatan kronologis dan parameter teknis yang dirilis oleh otoritas terkait:
- Waktu Kejadian: Peristiwa gempa bumi terekam pada pagi hari ketika sebagian besar masyarakat mulai memulai aktivitas harian.
- Parameter Magnitudo: Sensor mencatat kekuatan gempa berada pada skala M 2,2.
- Lokasi Episentrum: Titik pusat gempa berada di darat, tepatnya di wilayah tenggara Kabupaten Bandung.
- Kedalaman Sumber (Hiposentrum): Berada pada kedalaman 5 km, yang mengindikasikan pelepasan energi pada lapisan kerak bumi bagian atas (upper crust).
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif lokal di wilayah Kabupaten Bandung," demikian pernyataan resmi tim seismologi BMKG.
Dampak Getaran dan Kesaksian di Lapangan
Getaran gempa bumi dirasakan nyata di wilayah Kecamatan Pangalengan dengan skala intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terpantau bergoyang perlahan.
Warga setempat melaporkan adanya hentakan singkat mirip truk bermuatan berat yang melintas di depan rumah. Kondisi topografi perbukitan dan lapisan tanah di kawasan Bandung Selatan turut memengaruhi amplifikasi gelombang seismik lokal, sehingga getaran berdurasi beberapa detik tersebut cukup mengejutkan warga setempat.
Analisis Potensi Sesar Aktif Bandung Selatan
Secara geologis, kawasan Kabupaten Bandung dan Garut dikelilingi oleh struktur geologi kompleks. Salah satu generator utama kegempaan dangkal di area ini adalah Sesar Garsela (Garut Selatan) yang memiliki dua segmen aktif, yakni Segmen Rakutai dan Segmen Kencana. Segmen-segmen sesar mendatar ini kerap memicu rentetan gempa swarm maupun gempa tunggal berkedalaman dangkal.
Hingga laporan ini diturunkan, BMKG memastikan:
- Tidak ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban luka akibat guncangan ini.
- Aktivitas seismik belum menunjukkan adanya anomali gempa susulan (aftershock) yang signifikan.
- Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Comments (0)