ERIA Tunjuk Venkatachalam Anbumozhi Pimpin Riset Inovasi Kawasan

Lembaga riset ekonomi terkemuka untuk ASEAN dan Asia Timur, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), resmi menunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow for Innova...

Jul 12, 2026 - 05:53
0 0
ERIA Tunjuk Venkatachalam Anbumozhi Pimpin Riset Inovasi Kawasan

Lembaga riset ekonomi terkemuka untuk ASEAN dan Asia Timur, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), resmi menunjuk Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow for Innovation. Penunjukan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat basis pengetahuan dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti di sektor inovasi yang semakin krusial bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan. Dalam peran barunya, Anbumozhi akan memimpin agenda penelitian yang menyasar percepatan transformasi inovasi, menjembatani kesenjangan antara riset fundamental dan penerapan industri, serta merumuskan kerangka kerja sama regional untuk mendorong daya saing kolektif.

Profil dan Rekam Jejak Riset

Venkatachalam Anbumozhi dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman luas dalam riset interdisipliner yang menghubungkan aspek ekonomi, energi, lingkungan, dan teknologi. Sebelum bergabung dengan ERIA pada jenjang kepemimpinan ini, ia telah lama berkecimpung dalam studi kebijakan inovasi hijau, ekonomi sirkular, dan integrasi pasar energi terbarukan. Portofolio risetnya mencakup kolaborasi intensif dengan lembaga-lembaga internasional, think-tank kebijakan, serta pemerintah negara anggota ASEAN dan mitra dialog, menempatkannya pada posisi unik untuk memahami kompleksitas arsitektur inovasi di negara berkembang.

Kiprahnya di ranah publikasi ilmiah pun tidak diragukan lagi. Sejumlah jurnal bereputasi tinggi dan buku editan telah mencatat kontribusinya dalam mengurai kendala struktural yang menghambat difusi inovasi di Asia Tenggara dan Asia Timur. Dengan pendekatan analitis yang memadukan analisis kuantitatif, studi kasus lapangan, dan metodologi evaluasi dampak, Anbumozhi berhasil menerjemahkan temuan akademik menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Reputasi inilah yang diandalkan ERIA untuk mendorong perumusan cetak biru inovasi regional yang komprehensif.

Peran Senior Research Fellow for Innovation

Sebagai Senior Research Fellow for Innovation, Anbumozhi mengemban tanggung jawab yang melampaui riset konvensional. Ia akan mengarahkan tim peneliti multidisiplin untuk mengidentifikasi sektor-sektor prioritas yang memiliki efek pengganda tinggi, seperti digitalisasi manufaktur, rantai pasok berkelanjutan, dan transisi energi bersih. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa kebijakan inovasi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, melainkan juga inklusivitas—sehingga manfaat kemajuan teknologi dapat dirasakan oleh usaha kecil menengah, komunitas marjinal, dan daerah tertinggal.

Selain merancang kerangka riset, Anbumozhi juga akan menjadi penghubung utama antara ERIA dan para pemangku kepentingan. Ia diharapkan mampu membangun konsorsium riset lintas negara, memfasilitasi forum dialog kebijakan publik-swasta, serta menginisiasi program peningkatan kapasitas bagi pembuat kebijakan di kawasan. Dengan pengalamannya, ia dinilai mampu menjembatani perbedaan kapasitas inovasi antarnegara anggota, sehingga rekomendasi yang dihasilkan tetap relevan dalam konteks nasional masing-masing namun selaras dengan agenda integrasi ekonomi regional.

Tantangan Inovasi di Kawasan ASEAN dan Asia Timur

Kawasan ASEAN dan Asia Timur menghadapi lanskap inovasi yang timpang. Data dari berbagai indeks inovasi global menunjukkan bahwa beberapa negara telah melesat menjadi pusat riset dan pengembangan kelas dunia, sementara sebagian lainnya masih berkutat pada kesenjangan infrastruktur, keterbatasan sumber daya manusia terampil, dan rendahnya belanja litbang terhadap produk domestik bruto. Kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan, termasuk akses terhadap internet berkecepatan tinggi dan literasi digital, menjadi salah satu hambatan utama yang harus diurai.

Di sisi lain, perubahan iklim dan krisis energi telah memaksa negara-negara di kawasan untuk mencari model inovasi yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga rendah karbon dan resilien terhadap guncangan. Investasi pada teknologi ramah lingkungan masih terpusat di negara maju di Asia Timur, sementara negara-negara ASEAN masih bergulat dengan pembiayaan dan transfer teknologi. Anbumozhi, melalui kepemimpinan risetnya, akan mendorong model pendanaan campuran dan skema insentif fiskal yang memungkinkan loncatan teknologi bagi negara-negara yang selama ini tertinggal.

Tantangan lain adalah masih lemahnya budaya kolaborasi triple helix—pemerintah, akademisi, dan industri—di sebagian besar negara anggota. Fragmentasi kebijakan dan ego sektoral acapkali menggagalkan inisiatif bersama. Maka dari itu, agenda riset yang digawangi ERIA di bawah Anbumozhi akan menekankan pentingnya tata kelola inovasi yang terkoordinasi, berbagi praktik terbaik, serta pembentukan platform regional untuk inkubasi startup berbasis sains dan teknologi.

Visi dan Agenda Strategis ke Depan

Dalam kesempatan terpisah, Anbumozhi menyampaikan bahwa ia akan mengedepankan pendekatan “innovation for inclusiveness” sebagai pilar utama program kerjanya. Ia percaya bahwa kemajuan teknologi seharusnya menjadi katalisator pemerataan pembangunan, bukan justru memperlebar ketimpangan. Untuk itu, riset yang ia pimpin akan memetakan mata rantai nilai inovasi dari hulu ke hilir, mulai dari penguatan pendidikan STEM, reformasi sistem paten, hingga inkubasi pasar untuk produk inovasi domestik.

Salah satu agenda jangka pendek yang disiapkan adalah riset komprehensif tentang dampak otomatisasi dan kecerdasan buatan terhadap pasar tenaga kerja di kawasan. Studi ini diharapkan memberikan panduan bagi pemerintah dalam menyusun strategi adaptasi angkatan kerja, termasuk program reskilling dan upskilling. Selain itu, Anbumozhi berencana meluncurkan seri lokakarya regional yang mempertemukan pembuat kebijakan dengan pelaku startup, sehingga lahir kerangka regulasi yang lebih adaptif terhadap dinamika disrupsi digital.

Pihak manajemen ERIA menyambut antusias kehadiran Anbumozhi pada posisi tersebut. Dalam rilis internal, ERIA menegaskan bahwa penunjukan ini adalah bagian dari komitmen lembaga untuk memperdalam analisis dan memberikan rekomendasi berbasis bukti yang berkualitas tinggi. Dukungan penuh diberikan untuk memastikan seluruh program riset dapat berjalan sinergis dengan cetak biru komunitas ASEAN 2025 dan seterusnya, serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki, Anbumozhi dinilai sebagai figur yang tepat untuk memimpin transformasi agenda inovasi ERIA menuju dampak yang lebih terukur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User