Sep 29, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Ekspor Furnitur Indonesia Dipacu Tembus Pasar Global 2026

Industri furnitur dalam negeri kembali menjadi sorotan. Pemerintah bersama pelaku usaha terus menggenjot ekspor furnitur Indonesia sepanjang 2026 agar mene

Ekspor Furnitur Indonesia Dipacu Tembus Pasar Global 2026

Industri furnitur dalam negeri kembali menjadi sorotan. Pemerintah bersama pelaku usaha terus menggenjot ekspor furnitur Indonesia sepanjang 2026 agar menembus lebih banyak negara tujuan. Langkah ini diambil di tengah persaingan global yang semakin ketat serta tekanan ekonomi dunia yang belum sepenuhnya pulih.

Upaya tersebut bukan tanpa alasan. Furnitur Tanah Air dikenal memiliki keunggulan pada sisi desain, kerajinan tangan, dan kekayaan bahan baku alami seperti rotan, kayu jati, hingga bambu. Kekuatan itulah yang membuat produk Indonesia disebut-sebut mulai jatuh hati banyak pembeli mancanegara.

Pasar Tradisional Masih Jadi Tulang Punggung

Sejumlah negara masih menjadi tujuan utama ekspor furnitur Indonesia. Amerika Serikat dan kawasan Eropa disebut tetap memegang porsi besar. Namun, pelaku industri kini diarahkan untuk memperluas penetrasi ke pasar nontradisional seperti Timur Tengah, Afrika, hingga Asia Selatan.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menilai diversifikasi pasar menjadi kunci agar ekspor tidak bergantung pada satu atau dua negara saja. Ketergantungan berlebih dinilai rawan ketika terjadi gejolak ekonomi di negara tujuan.

"Kami terus mendorong pelaku usaha furnitur untuk tidak hanya mengandalkan pasar lama. Peluang di Timur Tengah dan Afrika sangat besar dan belum tergarap maksimal," ujar seorang pejabat perdagangan dalam keterangannya.

Promosi dan Pameran Jadi Senjata Utama

Berbagai strategi dijalankan untuk memacu kinerja ekspor. Mulai dari keikutsertaan dalam pameran internasional, misi dagang, hingga pendampingan bagi usaha kecil dan menengah agar mampu memenuhi standar ekspor.

  • Pameran internasional: menjadi ajang memperkenalkan desain furnitur Indonesia ke pembeli global.
  • Misi dagang: menjalin kontrak langsung dengan importir di negara tujuan.
  • Pendampingan UMKM: memperkuat kualitas produk dan sertifikasi ekspor.
  • Digitalisasi pemasaran: memanfaatkan platform dagang elektronik lintas negara.

Selain promosi, persoalan klasik yang kerap menghantui industri ini adalah harga bahan baku, biaya logistik, dan keterbatasan tenaga kerja terampil. Tanpa pembenahan di sisi itu, target peningkatan ekspor disebut bakal sulit tercapai.

Peluang dan Tantangan di Tengah Persaingan

Vietnam dan Tiongkok tetap menjadi pesaing berat di pasar furnitur dunia. Keduanya menawarkan harga kompetitif dan kapasitas produksi besar. Karena itu, Indonesia dinilai perlu menonjolkan sisi craftsmanship dan keunikan desain agar punya nilai jual berbeda.

Pelaku usaha berharap pemerintah memberi kemudahan, mulai dari insentif hingga penyederhanaan perizinan. Iklim usaha yang kondusif diyakini mampu mendorong lebih banyak pelaku baru masuk ke sektor ini.

"Furnitur Indonesia itu punya nilai seni yang tidak dimiliki pesaing. Kalau didukung kebijakan yang tepat, pasar dunia akan semakin terbuka," kata seorang pengusaha furnitur.

Dengan strategi yang tepat, sektor furnitur berpeluang menjadi salah satu penyumbang devisa andalan. Namun keberhasilan itu bergantung pada kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan pengrajin di daerah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User