Aug 26, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Dua Foto AFP Potret Lanskap Fuji Bersalju dan Pemukiman Har Homa

Dua potret dari dua benua yang berjauhan kembali menegaskan betapa besar kekuatan sebuah foto jurnalistik. Di satu sisi, lensa kamera menangkap kemegahan p

Dua Foto AFP Potret Lanskap Fuji Bersalju dan Pemukiman Har Homa

Dua potret dari dua benua yang berjauhan kembali menegaskan betapa besar kekuatan sebuah foto jurnalistik. Di satu sisi, lensa kamera menangkap kemegahan puncak Gunung Fuji yang kembali diselimuti salju putih—lanskap yang telah lama dinanti pecinta alam dan para pendaki. Di sisi lain, sebuah bingkai lain merekam pemukiman Har Homa di Yerusalem Timur, dengan kota Betlehem terlihat samar di kejauhan. Dua gambar, dua makna: satu merayakan keindahan alam, satu lagi membuka luka konflik yang belum kunjung usai.

Gunung Fuji: Simbol Spiritual yang Kembali Putih

Pemandangan puncak Gunung Fuji, salah satu ikon utama Jepang yang terkenal dengan tutupan saljunya, akhirnya dapat kembali dinikmati. Gunung tertinggi di Negeri Sakura ini menjulang sekitar 3.776 meter dan menjadi objek penggambaran dalam seni tradisional Jepang selama berabad-abad, termasuk karya cetak kayu legendaris "Tiga Puluh Enam Pemandangan Gunung Fuji" karya Hokusai. Sejak ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2013, gunung ini semakin melekat sebagai identitas budaya bangsa Jepang.

Kehadiran salju di puncaknya bukan sekadar pemandangan indah. Bagi masyarakat setempat, penutupan salju menandai pergantian musim sekaligus penutupan musim pendakian. Gunung ini diyakini menyimpan energi spiritual yang dipuja sejak zaman kuno, sehingga setiap kali salju turun menyelimuti kawahnya, seolah ada ritual alam yang berulang—sunyi, khidmat, dan menenangkan.

"Pemandangan puncak Gunung Fuji, salah satu ikon Jepang yang terkenal dengan puncaknya yang tertutup salju, akhirnya kembali bisa dinikmati," demikian deskripsi foto AFP yang diabadikan fotografer Richard A. Brooks.

Har Homa: Lanskap yang Tak Lepas dari Politik

Berbeda dengan kedamaian lereng Fuji, foto Ahmad Gharabli memperlihatkan wajah lanskap yang sarat muatan politis. Pemukiman Har Homa, yang dibangun Israel di bagian selatan Yerusalem Timur, tampil padat dan teratur—namun berdiri di wilayah yang statusnya diperdebatkan secara internasional. Di latar belakang foto terlihat kota Betlehem di Tepi Barat, tempat kelahiran tokoh agama dunia yang kini hidup di tengah pembatasan ruang gerak.

"Salah satu tujuan yang diberikan untuk keputusan menyetujui pendirian Har Homa adalah untuk menghalangi pertumbuhan kota Palestina terdekat, Betlehem," tulis keterangan foto AFP, Kamis, 23 September 2022.

Pernyataan itu menusuk. Pembangunan permukiman di wilayah yang diduduki dinilai melanggar hukum internasional berdasarkan sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB, meski Israel menolak penilaian tersebut. Bagi warga Palestina, pertumbuhan pemukiman berarti lahan pertanian menyusut, akses jalan dibatasi, dan masa depan dua negara semakin sulit diwujudkan. Foto Gharabli tidak hanya memotret bangunan; ia merekam strategi spasial yang mengubah peta kehidupan manusia.

Membandingkan Dua Cerita dalam Satu Bingkai Berita

Jika disandingkan, kedua foto ini memperlihatkan kontras yang tajam:

AspekGunung FujiHar Homa
LokasiPulau Honshu, JepangYerusalem Timur
Isu utamaKeindahan alam dan warisan budayaKonflik wilayah dan permukiman
Makna bagi wargaKebanggaan dan spiritualitasSengketa tanah dan pembatasan
FotograferRichard A. BrooksAhmad Gharabli
  • Foto lanskap alam menghadirkan ketenangan dan rasa syukur.
  • Foto lanskap konflik memicu pertanyaan tentang keadilan dan hak.
  • Keduanya sama-sama menjadi dokumen sejarah yang tak ternilai.

Lensa Kamera sebagai Saksi Sejarah

Jurnalisme visual memiliki daya yang sering kali melampaui kata-kata. Salju di puncak Fuji dan beton-beton Har Homa sama-sama direkam oleh mata kamera AFP, tetapi keduanya berbicara dalam bahasa berbeda. Yang satu mengundang kekaguman, yang lain menggugah kesadaran. Keduanya mengingatkan bahwa dunia tidak pernah berhenti pada satu narasi tunggal.

Di tengah banjir informasi digital, foto-foto seperti ini tetap berfungsi sebagai jangkar realitas: menempatkan pembaca tepat di kaki gunung yang suci sekaligus di pagar pemisah antara dua komunitas yang berselisih. Dan justru di sanalah nilai jurnalisme foto terletak—membuat yang jauh terasa dekat, dan yang sunyi tetap bersuara.

[SOCIAL_TWEET]: Dua foto, dua dunia: salju di puncak Gunung Fuji dan beton pemukiman Har Homa. Kontras lanskap yang bikin renungkan. #GunungFuji #Yerusalem[SOCIAL_TG]: 📷 Gunung Fuji kembali putih oleh salju, sementara di Yerusalem Timur pemukiman Har Homa terus tumbuh menekan Betlehem. Dua lanskap, dua cerita—simak analisis lengkapnya di Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User