Aug 26, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Cek Fakta: Bantuan Mendikdasmen dan Gaji Petani Milenial via WhatsApp Hoaks

Jakarta — Dua klaim viral kembali beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir, menggandeng nama pejabat tinggi pemerintah untuk memancing kepercay

Cek Fakta: Bantuan Mendikdasmen dan Gaji Petani Milenial via WhatsApp Hoaks

Jakarta — Dua klaim viral kembali beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir, menggandeng nama pejabat tinggi pemerintah untuk memancing kepercayaan publik. Pertama, sebuah video yang diduga menampilkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sedang mengumumkan penyaluran bantuan, dengan ajakan menghubungi nomor tertentu melalui WhatsApp. Kedua, tangkapan layar yang menyebut telah dibuka pendaftaran program 3.000 petani milenial dengan tawaran gaji fantastis Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulan.

Kedua konten tersebut menyebar cepat di Facebook dan WhatsApp, dua platform yang kerap menjadi kanal utama sirkulasi informasi menyesatkan di Indonesia. Pesan-pesan itu dibungkus dengan bahasa persuasif, lengkap dengan iming-iming manfaat finansial, sehingga banyak warga—terutama mereka yang kurang melek digital—tergiur untuk langsung mengikuti instruksi tanpa verifikasi lebih dulu.

Temuan Tim Cek Fakta

Tim cek fakta Liputan6.com melakukan penelusuran terhadap video yang dikaitkan dengan Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Hasilnya, klaim bahwa menteri mengumumkan bantuan dengan meminta masyarakat menghubungi pihak tertentu lewat WhatsApp terbukti tidak benar atau menyesatkan. Tidak ada pengumuman resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun kanal komunikasi resmi pemerintah yang mendukung isi video tersebut.

"Pola yang digunakan selalu sama: nama pejabat besar dipakai sebagai jangkar kepercayaan, lalu korban diarahkan menghubungi nomor pribadi. Instansi resmi tidak pernah merekrut atau menyalurkan bantuan melalui kontak WhatsApp pribadi," ujar tim verifikasi dalam temuannya.

Temuan serupa berlaku untuk tangkapan layar soal pendaftaran petani milenial. Meski pemerintah memang memiliki berbagai program pemberdayaan petani muda, tidak ada skema resmi yang menawarkan gaji tetap sebesar Rp7 juta sampai Rp10 juta dengan cara mendaftar melalui tautan atau nomor tak dikenal. Angka gaji yang terlalu menggoda justru menjadi ciri khas umpan penipuan.

Anatomi Modus Penipuan Berkedok Program Pemerintah

Fenomena ini bukan kasus pertama. Sepanjang beberapa tahun terakhir, penipu secara konsisten memanfaatkan figur otoritas—menteri, kepala daerah, hingga presiden—untuk memberikan kesan legitimasi pada pesan bohong mereka. Berikut pola yang umum teridentifikasi:

  • Pemanfaatan video atau foto asli yang dimanipulasi — rekaman resmi pejabat diedit atau direkayasa konteksnya agar tampak seperti pengumuman bantuan.
  • Ajakan kontak pribadi via WhatsApp — korban diminta menghubungi nomor yang bukan kanal resmi instansi mana pun.
  • Biang biaya administrasi — setelah terhubung, korban diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya pendaftaran, pajak, atau pengiriman dokumen.
  • Pencurian data pribadi — korban dibujuk menyerahkan NIK, nomor rekening, hingga OTP yang kemudian disalahgunakan.

Perbandingan antara klaim yang beredar dan fakta di lapangan dapat dirangkum sebagai berikut:

AspekKlaim ViralFakta
Sumber pengumumanVideo Mendikdasmen via WhatsAppTidak ada rilis resmi Kemendikdasmen
Program petani milenialGaji Rp7–Rp10 juta, kuota 3.000 orangTidak terdapat skema semacam itu
Kanal pendaftaranNomor WhatsApp pribadiPemerintah hanya gunakan kanal resmi terverifikasi
BiayaDiminta bayar administrasiProgram resmi tidak memungut biaya

Dampak dan Cara Melindungi Diri

Kerugian korban penipuan berbasis media sosial di Indonesia mencapai triliunan rupiah setiap tahun. Di balik angka itu, ada cerita manusia yang menyayangkan: tabungan pendidikan anak yang hilang, modal usaha kecil yang lenyap, hingga data pribadi yang diperjualbelikan di ranah gelap internet.

Masyarakat diimbau menerapkan prinsip sederhana namun efektif sebelum percaya pada tawaran apa pun: cek, tahan, dan verifikasi. Pastikan informasi berasal dari situs resmi kementerian atau lembaga terkait, gunakan akun media sosial resmi yang sudah terverifikasi, dan hindari menghubungi nomor pribadi yang disebarkan tanpa dasar jelas.

"Jangan pernah transfer uang atau bagikan kode OTP kepada siapa pun yang mengaku petugas lewat chat. Verifikasi silang ke kanal resmi adalah tameng pertama Anda," demikian anjuran praktisi literasi digital.

Apabila menemukan konten serupa, masyarakat dapat melaporkannya melalui fitur aduan kanal terkait atau menghubungi layanan aduan siber resmi pemerintah. Semakin cepat hoaks dilaporkan, semakin kecil peluangnya menelan korban baru.

[SOCIAL_TWEET]: 🚨 HOAKS! Video Mendikdasmen Abdul Mu'ti soal bantuan via WhatsApp & program petani milenial gaji Rp10 juta terbukti menyesatkan. Jangan transfer uang sebelum verifikasi! #CekFakta #Hoaks[SOCIAL_TG]: 📢 CEK FAKTA | Klaim video Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengumumkan bantuan via WhatsApp serta pendaftaran 3.000 petani milenial bergaji Rp7-10 juta dinyatakan MENYESATKAN oleh tim verifikasi. Pelajari pola penipuannya dan cara melindungi diri di artikel lengkap kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User