Oct 04, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Doa Menyisir Rambut dalam Islam

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menjadikan menyisir rambut sebagai bagian dari rutinitas perawatan diri. Di dalam Islam, kegiatan sederhana ini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetap...

Doa Menyisir Rambut dalam Islam

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menjadikan menyisir rambut sebagai bagian dari rutinitas perawatan diri. Di dalam Islam, kegiatan sederhana ini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga dapat dikaitkan dengan adab dan doa yang diajarkan. Kebiasaan menyisir rambut telah dikenal sejak masa Rasulullah saw. dan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam menjaga penampilan serta kerapian.

Menjaga Kerapian sebagai Bagian dari Adab

Kerapian merupakan salah satu hal yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah saw. dikenal sangat memperhatikan penampilan dan kebersihan diri. Rambut yang rapi menjadi cerminan dari sikap menjaga diri terhadap orang lain. Dalam berbagai kesempatan, beliau menunjukkan perhatian terhadap rambut dengan cara menyisirnya secara teratur. Hal ini menunjukkan bahwa merawat diri bukanlah hal yang berlebihan, melainkan bagian dari adab yang mulia.

Selain itu, menjaga kebersihan rambut juga berkaitan dengan prinsip kebersihan dalam Islam. Islam sangat menekankan pentingnya bersih, baik dari kotoran maupun dari hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan diri dan orang sekitar. Dengan menyisir rambut, seseorang dapat membersihkan sisa-sisa debu atau kotoran yang menempel, sehingga terjaga kebersihan dan kerapian secara bersamaan.

Cara Rasulullah saw. Menyisir Rambut

Berdasarkan riwayat yang dikenal, Rasulullah saw. memiliki kebiasaan menyisir rambut dengan menggunakan sisir. Beliau biasa melakukannya dengan perlahan dan penuh perhatian. Salah satu hal yang tercatat adalah beliau menyisir rambut dari bagian depan ke belakang atau sesuai dengan arah tumbuh rambut. Cara ini dilakukan untuk menjaga agar rambut tidak mudah rusak dan tetap tertata dengan baik.

Selain itu, terdapat keterangan bahwa Rasulullah saw. lebih menyukai untuk menyisir rambut saat dalam keadaan berwudu atau setelahnya. Namun, hal ini tidak berarti hanya boleh dilakukan saat berwudu, melainkan menunjukkan bahwa menyisir rambut bisa menjadi bagian dari persiapan diri sebelum beraktivitas. Kebiasaan ini juga menjadi teladan bagi umat Islam untuk menjaga penampilan dengan cara yang sederhana dan teratur.

Tidak hanya itu, Rasulullah saw. juga menganjurkan untuk menggunakan alat yang bersih saat menyisir rambut. Hal ini sejalan dengan prinsip kebersihan yang menjadi bagian penting dalam ajaran Islam. Dengan menggunakan sisir yang bersih, seseorang terhindar dari penyebaran kotoran yang dapat menempel pada kulit kepala.

Bolehkah Menyisir Rambut Setiap Hari?

Perihal frekuensi menyisir rambut, para ulama menjelaskan bahwa hal ini dibolehkan untuk dilakukan setiap hari. Tidak ada larangan khusus yang melarang seseorang untuk menyisir rambut secara rutin. Bahkan, kebiasaan ini justru dianjurkan karena dapat membantu menjaga kebersihan, merapikan rambut, dan memberikan rasa nyaman.

Namun, perlu diperhatikan bahwa setiap jenis rambut memiliki kebutuhan yang berbeda. Bagi sebagian orang, menyisir rambut terlalu sering dapat menyebabkan rambut menjadi kering atau mudah rontok, terutama jika dilakukan dengan kasar. Oleh karena itu, yang lebih utama adalah menyesuaikan frekuensi dengan kondisi rambut masing-masing. Yang terpenting adalah dilakukan dengan cara yang lembut dan menggunakan alat yang sesuai.

Selain itu, menyisir rambut setiap hari juga bisa menjadi momen untuk berdoa. Dengan meluangkan waktu sejenak untuk berdzikir atau membaca doa, kegiatan rutin ini dapat berubah menjadi ibadah yang bernilai. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan untuk mengaitkan setiap aktivitas sehari-hari dengan kebaikan.

Doa Saat Menyisir Rambut

Terdapat doa yang biasa dilafalkan saat menyisir rambut. Doa ini mengandung permohonan kepada Allah swt. agar rambut diberi kebaikan, keberkahan, dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Meskipun tidak wajib, melafalkan doa ini menjadi amalan yang baik untuk menambah keberkahan dalam kegiatan sehari-hari.

Doa tersebut berbunyi: اَللّٰهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ. Dalam bacaan Latin, doa ini dibaca: Allâhumma harrim sya'rî wa basyarî 'alan-nâr. Adapun terjemahannya adalah: Ya Allah, haramkanlah rambutku dan kulitku dari api neraka.

Lafal ini dapat diucapkan dengan penuh harap kepada Allah swt. sebelum atau saat menyisir rambut. Meskipun sederhana, doa ini mengandung makna perlindungan yang besar bagi diri seseorang. Dengan membiasakan diri melafalkannya, hati menjadi lebih dekat kepada Allah swt. dalam setiap gerakan kecil.

Hikmah di Balik Kebiasaan Ini

Menjaga kebersihan dan kerapian rambut memiliki berbagai hikmah. Pertama, hal ini menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah swt. berupa rambut sebagai bagian dari tubuh. Kedua, kebiasaan ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan menjaga keharmonisan dalam pergaulan. Ketiga, dengan mengaitkannya dengan doa, kegiatan ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Lebih jauh, teladan Rasulullah saw. dalam hal ini mengajarkan umat Islam untuk tidak meremehkan hal-hal kecil. Sering kali, keberkahan justru terletak pada kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dengan menyisir rambut secara rutin, disertai niat yang baik dan doa, seseorang dapat meraih kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, menyisir rambut bukan hanya soal penampilan, tetapi juga soal adab, kebersihan, dan ibadah. Kebiasaan ini boleh dilakukan setiap hari dengan cara yang lembut dan penuh kesadaran. Melalui teladan Rasulullah saw., umat Islam diajak untuk menjadikan setiap momen, sekecil apapun, sebagai kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User