Sep 09, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Dishub Gianyar Kembali Sempurnakan Rekayasa Lalu Lintas Tahap Dua di Ubud

Denyut pariwisata di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, kerap kali harus berhadapan langsung dengan persoalan klasik: benang kusut kemacetan lalu linta

Dishub Gianyar Kembali Sempurnakan Rekayasa Lalu Lintas Tahap Dua di Ubud

Denyut pariwisata di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, kerap kali harus berhadapan langsung dengan persoalan klasik: benang kusut kemacetan lalu lintas. Guna mengurai sumbatan mobilitas di pusat kebudayaan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar telah menggelar serangkaian uji coba rekayasa arus. Namun, dari tiga simulasi yang diterapkan, skema uji coba tahap ketiga justru memicu penumpukan kendaraan di beberapa ruas krusial.

Merespons situasi tersebut, otoritas perhubungan setempat memutuskan untuk membatalkan skema ketiga dan kembali menyempurnakan rancangan rekayasa tahap kedua. Skema tahap kedua dinilai jauh lebih adaptif dalam mendistribusikan pergerakan kendaraan dan minim memicu simpul kemacetan parah.

“Kita sudah melakukan rekayasa alternatif sebanyak tiga kali. Dengan tiga kali percobaan yang telah kita lakukan, kita sudah bisa melihat kondisi di semua ruas jalan. Kita juga sudah mencoba beberapa metode lainnya,” ungkap Kepala Dishub Gianyar, I Wayan Arthawan.

Evaluasi Lapangan dan Aspirasi Warga Lokal

Keputusan menarik kembali skema rekayasa ini tidak lepas dari investigasi lapangan serta gelombang masukan dari masyarakat setempat. Dishub Gianyar menilai keterlibatan publik sangat krusial, mengingat pola rekayasa jalan bersentuhan langsung dengan akses permukiman, sentra ekonomi rakyat, dan kenyamanan wisatawan.

Berdasarkan kajian teknis, skema tahap kedua dinilai mampu memberikan kelonggaran sirkulasi yang lebih rasional, kendati masih membutuhkan sejumlah modifikasi minor pada titik-titik persimpangan sempit.

“Dengan bantuan dan usaha kita, serta aspirasi dari masyarakat setempat, skema ini cenderung lebih baik. Ini merupakan tahap kedua dan kemarin kita sudah mulai melakukan perbaikan,” jelas Arthawan lebih lanjut.

Anatomi Kerentanan Lalu Lintas Ubud

Karakteristik tata ruang Ubud yang mempertahankan lanskap tradisional berhadapan langsung dengan ledakan mobilitas modern. Arthawan mengakui bahwa rekayasa lalu lintas di Ubud menghadapi tingkat volatilitas yang sangat tinggi, sehingga formula baku sulit diterapkan secara kaku.

Terdapat sejumlah faktor penekan yang membuat arus kendaraan di Ubud rentan mengalami kelumpuhan sewaktu-waktu:

  • Ledakan Kendaraan Pariwisata: Tingginya arus masuk bus travel, mobil sewa, dan taksi daring selama jam puncak kunjungan pelancong.
  • Aktivitas Logistik Harian: Mobilitas truk distribusi dan angkutan pasokan barang untuk menopang sektor perhotelan serta restoran.
  • Mobilitas Warga dan Ritual Adat: Tingginya pergerakan warga lokal untuk aktivitas harian serta upacara keagamaan yang memerlukan ruang jalan.
  • Geometri Ruas Jalan yang Terbatas: Lebar jalan utama yang sempit dan minimnya kantong parkir resmi memperparah penyempitan jalur.

Dishub Gianyar menegaskan bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan. Fleksibilitas skema menjadi kunci utama agar manajemen lalu lintas tidak justru mengorbankan kenyamanan warga maupun daya pikat pariwisata Ubud itu sendiri.

“Kita melihat kendaraan ke depan pasti mengalami fluktuasi dan sifatnya dinamis. Kemungkinan untuk melakukan rekayasa agar tidak terjadi gangguan tentu tetap ada,” pungkas Arthawan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User