Sep 15, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Dinkes Bantul Temukan Bakteri Bacillus sp Pemicu Keracunan MBG Jetis

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul akhirnya mengungkap tabir di balik insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Jetis

Dinkes Bantul Temukan Bakteri Bacillus sp Pemicu Keracunan MBG Jetis

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul akhirnya mengungkap tabir di balik insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Jetis. Berdasarkan hasil uji laboratorium mikrobiologi yang dirilis otoritas kesehatan, ditemukan cemaran bakteri Bacillus sp pada sampel makanan bistik galantin yang dikonsumsi para korban.

Insiden kesehatan masyarakat ini berdampak langsung pada 53 orang yang mengalami gejala intoksikasi pangan akut, mulai dari mual hebat, muntah, pusing, hingga diare. Temuan laboratorium ini mempertegas dugaan adanya celah kritis dalam rantai pengolahan maupun distribusi makanan siap saji tersebut.

Kronologi Insiden dan Penanganan Medis

Investigasi epidemiologi di lapangan menunjukkan urutan peristiwa keracunan terjadi secara sistemik sejak makanan didistribusikan hingga timbulnya manifestasi klinis pada puluhan penerima manfaat:

  1. Distribusi Makanan: Paket program MBG yang memuat menu bistik galantin disalurkan kepada sasaran penerima di wilayah Jetis, Bantul.
  2. Munculnya Gejala Klinis: Selang beberapa jam pascakonsumsi, puluhan warga dan siswa secara bertahap mengeluhkan gangguan pencernaan akut, demam ringan, serta lemas.
  3. Evakuasi Medis Cepat: Sebanyak 53 korban segera dilarikan ke Puskesmas Jetis dan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan dehidrasi serta stabilisasi kondisi.
  4. Pengambilan Sampel: Tim surveilans Dinkes Bantul mengamankan sisa sampel makanan, muntahan, dan peralatan masak dari pihak penyedia jasa boga untuk uji laboratorium.
  5. Hasil Uji Mikrobiologi: Laboratorium kesehatan mengonfirmasi keberadaan koloni Bacillus sp dalam konsentrasi yang melebihi batas aman konsumsi pada komponen bistik galantin.
"Hasil uji laboratorium spesimen makanan mengonfirmasi adanya kontaminasi bakteri Bacillus sp pada menu galantin. Bakteri ini memproduksi toksin yang memicu gangguan saluran cerna akut pada puluhan korban terdampak," tegas perwakilan tim investigasi kesehatan Bantul.

Karakteristik Bakteri dan Titik Kritis Kontaminasi

Bakteri Bacillus sp dikenal sebagai mikroorganisme pembentuk spora yang memiliki daya tahan tinggi terhadap panas moderat. Kontaminasi pada olahan daging cincang seperti galantin umumnya dipicu oleh proses pengolahan yang kurang higienis atau manajemen suhu penyimpanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan (danger zone temperature).

  • Jeda Waktu Masak dan Konsumsi: Makanan matang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang (antara 5°C hingga 60°C) sebelum dibagikan, memberi ruang bagi spora bakteri untuk bergerminasi dan melepaskan enterotoksin.
  • Proses Pemanasan Ulang Tidak Optimal: Pemanasan yang tidak mencapai titik didih merata gagal menonaktifkan toksin yang telah terbentuk di dalam pori-pori olahan galantin.
  • Higiene Pengolahan: Potensi kontaminasi silang dari peralatan masak, talenan, atau tangan penjamah makanan selama proses pemotongan dan pengemasan.

Evaluasi dan Pengetatan Standar Jasa Boga

Menindaklanjuti insiden ini, Pemerintah Kabupaten Bantul bersama dinas terkait memperketat pengawasan terhadap seluruh unit penyedia makanan (katering) yang terlibat dalam program MBG. Penerapan sertifikasi laik higiene sanitasi serta penerapan standar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) kini diwajibkan secara ketat guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User