Oct 04, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Dewan Revolusi Tahun 1965

Indonesia memasuki periode yang sangat kompleks pada pertengahan hingga akhir tahun 1960-an. Kondisi ekonomi yang memburuk, ketegangan politik antar kekuatan dalam negeri, serta persaingan ideologi me...

Dewan Revolusi Tahun 1965

Indonesia memasuki periode yang sangat kompleks pada pertengahan hingga akhir tahun 1960-an. Kondisi ekonomi yang memburuk, ketegangan politik antar kekuatan dalam negeri, serta persaingan ideologi menjadi latar belakang dari peristiwa besar yang terjadi pada tahun 1965. Salah satu istilah yang kerap muncul dalam pembahasan mengenai periode tersebut adalah Dewan Revolusi, sebuah badan yang diumumkan pasca terjadinya peristiwa yang dikenal dengan sebutan Gerakan 30 September atau G30S pada tahun 1965.

Latar Belakang Politik Indonesia

Untuk memahami terbentuknya Dewan Revolusi, perlu dilihat terlebih dahulu kondisi politik Indonesia saat itu. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, sistem politik negara bergerak menuju apa yang disebut sebagai Demokrasi Terpimpin. Sistem ini memberikan peran yang besar bagi Presiden dalam menentukan arah kebijakan, sekaligus membuka ruang bagi berbagai kekuatan politik untuk saling memperebutkan pengaruh. Di dalamnya, terdapat tiga kekuatan besar yang kerap bersaing, yaitu militer, Partai Komunis Indonesia (PKI), dan kelompok nasionalis serta agama yang turut berperan dalam panggung politik nasional.

Kondisi ini semakin memanas seiring dengan memburuknya perekonomian Indonesia. Inflasi yang tinggi, kelangkaan barang kebutuhan pokok, serta utang luar negeri yang semakin berat menjadi tekanan bagi masyarakat luas. Tekanan tersebut turut memperkuat polarisasi politik, di mana setiap kekuatan saling menyalahkan satu sama lain atas krisis yang terjadi. Dalam suasana yang penuh ketegangan inilah, peristiwa G30S terjadi pada dini hari 1 Oktober 1965.

Munculnya Dewan Revolusi

Pasca peristiwa G30S, pada tanggal 1 Oktober 1965, melalui siaran radio, diumumkan pembentukan sebuah badan yang bernama Dewan Revolusi. Pengumuman tersebut menyatakan bahwa badan ini dibentuk untuk mengambil alih kepemimpinan negara berdasarkan keadaan darurat yang diklaim sedang terjadi. Dalam siaran tersebut, disebutkan pula susunan anggota Dewan Revolusi yang terdiri dari berbagai tokoh, dengan mayoritas berasal dari kalangan PKI maupun tokoh yang dekat dengan kekuatan tersebut.

Pembentukan Dewan Revolusi pada saat itu tidak dilakukan melalui mekanisme konstitusional yang berlaku. Tidak terdapat proses legislasi maupun penetapan berdasarkan lembaga negara yang sah sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini menjadi salah satu aspek penting yang membedakan badan tersebut dari lembaga pemerintahan resmi yang telah ada pada masa itu.

Tujuan Pembentukan Dewan Revolusi

Berdasarkan isi pengumuman yang disampaikan saat itu, terdapat beberapa tujuan yang dikemukakan terkait pembentukan Dewan Revolusi. Pertama, badan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan negara dari apa yang disebut sebagai ancaman kudeta yang sedang berlangsung. Kedua, Dewan Revolusi mengklaim akan melindungi Presiden Soekarno serta menjaga kelangsungan pemerintahan berdasarkan prinsip revolusi Indonesia. Ketiga, badan ini menyatakan niatnya untuk membersihkan lembaga negara dari unsur-unsur yang dianggap menghambat jalannya revolusi.

Namun, perlu dicatat bahwa tujuan yang diumumkan tersebut tidak serta merta dapat dipisahkan dari konteks politik saat pengumuman itu disampaikan. Banyak kalangan menilai bahwa klaim mengenai pembentukan badan darurat tersebut beriringan dengan upaya untuk menggeser struktur kekuasaan yang telah ada. Terlebih, pada saat yang sama, kekuatan militer mulai melakukan perlawanan secara terorganisir terhadap apa yang mereka sebut sebagai gerakan tersebut, sehingga kontrol atas situasi politik dengan cepat berpindah.

Peran dan Nasib Dewan Revolusi

Setelah pengumumannya, Dewan Revolusi tidak pernah benar-benar dapat menjalankan fungsi pemerintahan secara efektif di seluruh wilayah Indonesia. Berbagai faktor menjadi penyebabnya, di antaranya adalah perlawanan yang cepat dari Angkatan Darat, kurangnya dukungan luas dari lembaga-lembaga negara, serta tidak diterimanya otoritas badan tersebut oleh mayoritas aparat pemerintahan yang masih setia terhadap jalur konstitusional. Dalam waktu yang relatif singkat, pusat kekuasaan bergeser jauh dari pengaruh badan yang baru saja diumumkan tersebut.

Keberadaan Dewan Revolusi berakhir bersamaan dengan berbaliknya situasi politik pasca G30S. Seiring dengan meningkatnya peran militer dalam pemerintahan, badan tersebut tidak lagi memiliki landasan kekuasaan yang nyata. Selain itu, gelombang penumpasan terhadap PKI dan organisasi yang terkait pun meluas ke berbagai daerah, sehingga struktur yang pernah diumumkan itu tidak dapat bertahan sama sekali.

Warisan Sejarah yang Perlu Dipahami

Secara historis, Dewan Revolusi merupakan bagian dari rangkaian peristiwa yang sangat berpengaruh terhadap arah perjalanan Indonesia. Pembentukannya menjadi salah satu titik yang mempercepat pergeseran kekuasaan dari era Demokrasi Terpimpin menuju periode baru dalam politik Indonesia. Fakta yang dapat dilihat berdasarkan data sejarah adalah bahwa badan ini dibentuk melalui pengumuman sepihak pasca G30S, tidak memiliki legitimasi konstitusional, serta tidak sempat menjalankan pemerintahan secara menyeluruh akibat perlawanan politik dan militer yang terjadi saat itu.

Memahami Dewan Revolusi bukan hanya sebatas mengenal nama sebuah badan, namun juga melihatnya sebagai produk dari polarisasi, krisis, dan perebutan kekuasaan yang terjadi pada masanya. Dengan melihat konteks tersebut secara utuh, dapat dipahami mengapa badan ini hanya bertahan dalam waktu yang sangat singkat, serta mengapa peristiwa di sekitarnya hingga kini tetap menjadi bagian penting dalam kajian sejarah Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User