Cyber Breaker Season 3 Hadirkan 916 Peserta Perkuat Ekosistem Siber
Jakarta – Antusiasme terhadap keamanan digital terus meningkat. Buktinya, lebih dari sembilan ratus peserta berpartisipasi dalam kompetisi yang digelar akhir pekan lalu di pusat kota Jakarta. Cyber ...
Jakarta – Antusiasme terhadap keamanan digital terus meningkat. Buktinya, lebih dari sembilan ratus peserta berpartisipasi dalam kompetisi yang digelar akhir pekan lalu di pusat kota Jakarta. Cyber Breaker Competition Season 3 memasuki babak puncak pada Sabtu (11/7/2026) di Garuda Spark Innovation Hub, lantai 8 fX Sudirman, menghadirkan puluhan finalis terbaik yang telah melalui seleksi ketat.
Angka Partisipasi yang Membludak
Total pendaftar menembus 916 orang, menjadikan edisi kali ini sebagai yang terbesar sejak pertama kali diselenggarakan. Peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari mahasiswa, profesional teknologi informasi, hingga peretas etis mandiri. Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap bidang keamanan siber kian menguat. Panitia mencatat, pendaftaran dibuka dalam tiga gelombang dan seluruhnya terisi lebih cepat dari target.
Keberagaman latar belakang menjadi warna tersendiri. Tidak hanya dari jurusan ilmu komputer, peserta juga datang dari disiplin teknik elektro, matematika, bahkan akuntansi digital. Hal ini membuktikan bahwa keterampilan keamanan siber tidak lagi eksklusif milik satu bidang studi. Seleksi awal berbasis daring menyaring pemahaman dasar tentang jaringan, kriptografi, forensik digital, dan analisis kerentanan, sebelum mengerucut ke sejumlah finalis yang berlaga di depan dewan juri.
Kolaborasi Strategis Peris.ai dan RRQ
Kompetisi ini merupakan hasil kemitraan antara Peris.ai Cybersecurity dan RRQ, dua entitas yang sama-sama memiliki kepedulian terhadap pengembangan talenta digital. Peris.ai, sebagai perusahaan yang fokus pada solusi keamanan siber, menyediakan platform dan materi tantangan, sedangkan RRQ membawa pendekatan gamifikasi serta jaringan komunitas gamer yang luas. Sinergi ini melahirkan format lomba yang tidak hanya teknis, tetapi juga kompetitif dan menarik bagi peserta.
Perwakilan Peris.ai menyampaikan bahwa kolaborasi dengan ekosistem esports terbukti efektif menjangkau kalangan muda. “Melalui RRQ, kami bisa masuk ke ruang-ruang komunitas yang sebelumnya sulit tersentuh oleh program pelatihan konvensional,” ujarnya di sela acara. Sementara itu, RRQ memandang keamanan siber sebagai salah satu pilar penting dalam industri game dan konten digital yang menjadi keseharian mereka.
Perjalanan Ketat Menuju Grand Final
Rangkaian seleksi dimulai dari penyisihan bertajuk Capture The Flag (CTF) yang berlangsung secara virtual selama tiga pekan. Peserta diuji kemampuannya dalam menyelesaikan skenario serangan siber simulasi, mencari celah pada sistem, dan memulihkan data yang terenkripsi. Dari 916 pendaftar, hanya 50 tim terbaik yang berhak melaju ke babak semifinal, sebelum disaring lagi menjadi 10 tim finalis.
Grand Final yang digelar secara luring di Garuda Spark Innovation Hub menyajikan tantangan berbasis studi kasus nyata. Setiap tim harus menghadapi insiden keamanan yang dirancang menyerupai serangan terhadap infrastruktur perusahaan fiktif. Mereka dituntut mengidentifikasi sumber serangan, melakukan mitigasi, dan menyusun laporan forensik dalam waktu terbatas. Dewan juri yang terdiri dari praktisi senior dan akademisi menilai kecepatan, ketepatan, serta dokumentasi proses.
Suasana di lokasi sangat dinamis. Meja-meja dipenuhi laptop, monitor tambahan, dan kabel yang tertata rapi. Para finalis tampak fokus berdiskusi sembari mengetikkan perintah di terminal. Beberapa peserta bahkan membawa perangkat sendiri yang sudah dikonfigurasi khusus. Panitia menyediakan ruang istirahat dan sesi mentoring singkat dari para profesional sebagai bagian dari pengalaman kompetisi.
Apresiasi dan Penghargaan
Juara pertama berhak atas piala bergilir, hadiah uang tunai puluhan juta rupiah, serta lisensi penggunaan platform Peris.ai secara gratis selama satu tahun. Tidak kalah menarik, para pemenang juga mendapat tawaran magang di divisi keamanan siber perusahaan mitra. Posisi kedua dan ketiga memperoleh sertifikasi profesional serta perangkat pendukung riset. Seluruh finalis mendapatkan akses pelatihan lanjutan dan kesempatan mengikuti program mentorship eksklusif.
Penghargaan khusus juga diberikan untuk kategori “Most Resilient Team” dan “Best Forensic Report”. Tujuannya untuk mengapresiasi aspek ketekunan dan kemampuan komunikasi teknis yang sering kali menjadi pembeda di dunia kerja nyata. Menurut salah seorang juri, laporan yang jelas dan mudah dipahami sama pentingnya dengan kemampuan teknis, karena insiden keamanan harus dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan non-teknis.
Memperkuat Ekosistem Talenta Keamanan Siber
Lebih dari sekadar kompetisi, Cyber Breaker Competition Season 3 merupakan bagian dari upaya sistematis membangun sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga ahli yang signifikan, sementara ancaman digital terus berevolusi. Ajang seperti ini menjadi medium inkubasi yang mempertemukan bakat mentah dengan praktisi berpengalaman.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan kebutuhan sekitar 600 ribu profesional keamanan siber hingga 2028. Kegiatan yang diprakarsai oleh swasta, seperti kompetisi ini, dapat mempercepat pemenuhan gap tersebut. Kolaborasi lintas sektor antara perusahaan teknologi, lembaga pendidikan, dan komunitas diyakini menjadi kunci memperkuat postur pertahanan siber nasional.
Peserta mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari simulasi yang realistis. “Skenario di sini sangat mirip dengan insiden yang terjadi di lapangan, bukan sekadar soal teori. Kami belajar mengambil keputusan di bawah tekanan,” kata salah satu finalis. Beberapa alumni kompetisi edisi sebelumnya kini telah bekerja di lembaga pemerintah, bank, dan perusahaan rintisan sebagai analis atau konsultan keamanan.
Ke depan, penyelenggara berencana mempertahankan format hibrid dan menjangkau peserta dari wilayah timur Indonesia melalui pelatihan daring sebelum kompetisi. RRQ juga akan mengintegrasikan konten keamanan siber ke dalam platform gim dan siaran langsung mereka, memperluas literasi digital di kalangan penggemar esports. Dengan fondasi yang semakin kuat, kompetisi ini diharapkan terus menjadi kawah candradimuka bagi calon-calon penjaga keamanan ruang siber Indonesia.
Baca juga:
Comments (0)