Cek Fakta: Video Prabowo Resmikan Pembelian Uang Kuno oleh Hotman, HOAX

Sebuah video beredar di media sosial dengan narasi bahwa Presiden Prabowo Subianto meresmikan kegiatan pembelian uang kuno yang dilakukan pengacara Hotman Paris Hutapea. Video tersebut menyebar melalu...

Cek Fakta: Video Prabowo Resmikan Pembelian Uang Kuno oleh Hotman, HOAX

Sebuah video beredar di media sosial dengan narasi bahwa Presiden Prabowo Subianto meresmikan kegiatan pembelian uang kuno yang dilakukan pengacara Hotman Paris Hutapea. Video tersebut menyebar melalui sejumlah akun dan dibagikan ulang dengan klaim bahwa masyarakat dapat menjual uang logam dan uang kertas lama dengan harga fantastis. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan tim investigator Lurusin terhadap rekaman video, arsip agenda resmi kepresidenan, pernyataan pihak terkait, serta regulasi resmi mengenai penukaran rupiah, klaim dalam video tersebut tidak didukung satu pun bukti yang sahih. Rating akhir pemeriksaan: HOAX.

Klaim yang Beredar

Video yang diperiksa menampilkan sosok yang menyerupai Prabowo Subianto dan Hotman Paris dengan narasi bahwa telah terjadi peresmian program pembelian uang kuno. Narator video menyebutkan bahwa masyarakat cukup mengirimkan foto uang lama miliknya untuk ditawar dengan harga tinggi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per keping. Video juga menyertakan ajakan untuk menghubungi nomor tertentu yang dicantumkan di kolom komentar atau deskripsi unggahan.

Klaim: Prabowo Subianto meresmikan pembelian uang kuno oleh Hotman Paris, dan masyarakat bisa menjual uang lama dengan harga tinggi.

Fakta: Tidak ada agenda resmi kepresidenan, tidak ada pernyataan resmi dari Hotman Paris, dan tidak ada program pembelian uang kuno yang dilegalkan pemerintah. Klaim bertentangan dengan seluruh sumber resmi yang diperiksa.

Metode Verifikasi

Pemeriksaan dilakukan melalui lima jalur forensik. Pertama, ekstraksi keyframe dari video untuk ditelusuri jejak digitalnya menggunakan teknik pencarian gambar terbalik, guna menemukan sumber visual asli yang mungkin disalahgunakan. Kedua, pemeriksaan arsip agenda resmi kepresidenan melalui situs presidenri.go.id, setneg.go.id, dan kanal Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden. Ketiga, penelusuran seluruh unggahan akun resmi Hotman Paris, termasuk instagram.com/hotmanparisofficial, untuk mencari pengumuman program yang dimaksud. Keempat, konfirmasi silang terhadap regulasi Bank Indonesia mengenai penukaran uang rupiah yang dicabut dari peredaran, sebagaimana dipublikasikan di bi.go.id. Kelima, analisis audio-visual untuk mendeteksi indikasi manipulasi digital atau sintesis kecerdasan buatan.

Hasil Pemeriksaan Fakta

Data menunjukkan tidak ada satu pun catatan resmi mengenai kegiatan peresmian pembelian uang kuno yang melibatkan Presiden Prabowo Subianto. Arsip agenda kepresidenan pada periode yang dinarasikan video hanya memuat kegiatan kenegaraan yang tidak berkaitan dengan klaim. Dokumen resmi Sekretariat Kabinet dan siaran pers kepresidenan juga tidak memuat kegiatan tersebut.

Dari sisi pihak kedua, penelusuran terhadap akun resmi Hotman Paris tidak menemukan pengumuman apa pun mengenai program pembelian uang kuno. Tidak ada unggahan, pernyataan tertulis, maupun klarifikasi yang mendukung narasi video. Faktanya adalah figur publik yang namanya dicatut dalam konten semacam ini justru kerap menjadi korban pemalsuan identitas.

Dari sisi regulasi, Bank Indonesia menegaskan bahwa penukaran uang rupiah yang dicabut dan ditarik dari peredaran hanya dilayani melalui Bank Indonesia dan bank umum yang ditunjuk, bukan melalui perorangan, pengacara, atau program yang diumumkan lewat video media sosial. Informasi resmi ini tersedia untuk publik di bi.go.id. Lembaga pengawas keuangan juga telah berulang kali mengingatkan bahwa tawaran pembelian uang kuno dengan harga tidak masuk akal merupakan modus penipuan yang menyesatkan.

Analisis teknis terhadap video memperkuat temuan tersebut. Ditemukan ketidaksesuaian sinkronisasi antara gerakan bibir dan audio, kualitas suara yang datar tanpa dinamika natural, serta artefak visual pada area wajah dan tepi tubuh. Karakteristik ini merupakan indikasi kuat adanya manipulasi digital berbasis kecerdasan buatan, di mana wajah dan suara tokoh publik direkayasa untuk menyampaikan narasi yang tidak pernah mereka ucapkan.

Modus Penipuan di Balik Klaim

Pola konten ini konsisten dengan skema penipuan yang telah banyak dilaporkan. Tahapannya umumnya seragam: korban diyakinkan bahwa uang lamanya bernilai tinggi, diminta mengirim foto uang dan data pribadi, kemudian diminta mentransfer sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi, pajak, biaya verifikasi, atau biaya pencairan dana. Setelah transfer dilakukan, pelaku memutus komunikasi dan menghilang. Pencatutan nama presiden dan figur publik berfungsi sebagai legitimasi palsu untuk menurunkan kewaspadaan calon korban. Tidak ada transaksi resmi apa pun yang mensyaratkan pembayaran di muka kepada pihak yang mengaku sebagai pembeli.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi menyeluruh terhadap bukti visual, arsip agenda resmi, pernyataan pihak terkait, dan regulasi Bank Indonesia, klaim bahwa Prabowo Subianto meresmikan pembelian uang kuno oleh Hotman Paris adalah tidak akurat dan menyesatkan. Rating pemeriksaan: HOAX.

Masyarakat diimbau tidak mengirimkan data pribadi, foto dokumen, maupun sejumlah uang kepada pihak yang mengaku membeli uang kuno melalui media sosial. Konten serupa dapat dilaporkan melalui kanal aduan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital di aduankonten.id serta fitur pelaporan pada platform tempat video beredar. Verifikasi sebelum membagikan adalah langkah paling dasar untuk memutus rantai disinformasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User