Cek Fakta: Link Pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 di Facebook

Sebuah tautan yang diklaim sebagai jalur pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2026 beredar luas melalui unggahan di platform Facebo...

Cek Fakta: Link Pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 di Facebook

Sebuah tautan yang diklaim sebagai jalur pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2026 beredar luas melalui unggahan di platform Facebook. Tautan tersebut disertai narasi yang menyatakan bahwa pendaftaran telah resmi dibuka dan masyarakat diminta segera mengisi data diri. Berdasarkan verifikasi yang dilakukan terhadap kanal resmi kepegawaian negara, klaim bahwa pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 dapat diakses melalui tautan tersebut tidak akurat dan mengarah pada dugaan modus penipuan berbasis pencurian data pribadi.

Klaim: Tautan Pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 Telah Dibuka

Klaim tersebut muncul dalam bentuk tangkapan layar yang memperlihatkan sebuah tautan pendaftaran disertai narasi pembukaan seleksi ASN tahun 2026. Unggahan itu mencantumkan ajakan kepada pengguna untuk segera mendaftar karena kuota formasi disebut terbatas. Sebagian versi unggahan bahkan menampilkan tampilan laman yang meniru desain portal pemerintah agar terlihat meyakinkan.

Klaim: Pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 telah dibuka dan dapat diakses melalui tautan yang dibagikan di Facebook.
Fakta: Seluruh proses pendaftaran seleksi ASN hanya dilakukan melalui satu portal resmi, yaitu Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) di alamat sscasn.bkn.go.id, yang dikelola langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hasil Verifikasi terhadap Sumber Resmi

Penelusuran dilakukan dengan meninjau tiga kanal resmi: situs BKN di bkn.go.id, portal SSCASN di sscasn.bkn.go.id, serta laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di menpan.go.id. Data menunjukkan bahwa tidak ada pengumuman resmi pembukaan pendaftaran CPNS maupun PPPK 2026 yang dilakukan melalui tautan pihak ketiga atau tautan yang disebarkan lewat media sosial.

Berdasarkan verifikasi, tautan yang beredar di Facebook tersebut menggunakan domain yang tidak terdaftar sebagai domain resmi pemerintah. Situs resmi pemerintah Indonesia selalu menggunakan akhiran .go.id, sementara tautan dalam unggahan mengarah ke domain umum yang dapat dibuat oleh siapa pun tanpa verifikasi kelembagaan. Temuan ini bertentangan dengan klaim bahwa tautan tersebut merupakan portal resmi pendaftaran.

Pemeriksaan lebih lanjut pada laman tujuan menunjukkan adanya formulir yang meminta pengguna memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor Kartu Keluarga, tanggal lahir, alamat, hingga nomor telepon aktif. Pola ini merupakan karakteristik umum praktik phishing, yaitu pengumpulan data pribadi secara ilegal untuk kemudian disalahgunakan, mulai dari penipuan finansial hingga pembajakan identitas digital.

Fakta tentang Mekanisme Pendaftaran Seleksi ASN

Faktanya adalah, mekanisme pendaftaran seleksi CPNS dan PPPK di Indonesia telah diatur secara ketat. Pertama, pendaftaran hanya dilakukan secara daring melalui portal SSCASN dan tidak dipungut biaya apa pun. Kedua, jadwal pembukaan seleksi diumumkan secara resmi melalui situs BKN, Kementerian PANRB, serta instansi pemerintah pembuka formasi — bukan melalui tautan anonim di media sosial. Ketiga, setiap pelamar wajib membuat akun sendiri di portal resmi dan tidak ada jalur pendaftaran melalui perantara, calo, atau tautan alternatif.

BKN juga telah berulang kali mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat mewaspadai tautan palsu yang mengatasnamakan seleksi ASN. Dalam berbagai rilisnya, lembaga tersebut menegaskan bahwa segala informasi mengenai jadwal, formasi, dan persyaratan seleksi hanya dapat dipercaya apabila bersumber dari kanal resmi pemerintah. Klaim apa pun di luar kanal tersebut, termasuk yang beredar di Facebook, patut diperlakukan sebagai informasi yang belum terverifikasi.

Karakteristik Modus Penipuan Serupa

Data menunjukkan bahwa penipuan bermodus pendaftaran CPNS palsu memiliki pola berulang: narasi urgensi agar korban segera mendaftar, janji kuota formasi besar, tampilan laman yang meniru situs pemerintah, dan permintaan data pribadi sensitif. Pada sejumlah kasus yang pernah terungkap, pelaku bahkan meminta korban membayar sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi atau biaya pendaftaran — padahal pendaftaran seleksi ASN resmi sepenuhnya gratis.

Masyarakat yang telah terlanjur mengisi data pada tautan mencurigakan disarankan segera memantau aktivitas akun keuangan dan layanan digitalnya, mengganti kata sandi yang relevan, serta melaporkan tautan tersebut ke kanal aduan resmi seperti patrolisiber.id atau aduannomor.id. Langkah pencegahan paling efektif adalah tidak mengklik tautan pendaftaran apa pun yang tidak berasal dari domain resmi pemerintah.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap sumber resmi BKN, portal SSCASN, dan Kementerian PANRB, klaim bahwa pendaftaran CPNS dan PPPK 2026 telah dibuka melalui tautan yang beredar di Facebook adalah tidak akurat dan menyesatkan. Tautan tersebut tidak terhubung dengan sistem seleksi resmi dan berpotensi digunakan untuk pencurian data pribadi.

Rating: HOAX. Masyarakat diimbau hanya mengakses informasi seleksi ASN melalui sscasn.bkn.go.id dan bkn.go.id, serta tidak membagikan ulang tautan yang belum terverifikasi kebenarannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User