Cek Fakta: Klaim Pertamina Lampaui Target Pengurangan Emisi 118 Persen
Beredar klaim bahwa PT Pertamina (Persero) berhasil melampaui target pengurangan emisi hingga 118 persen melalui program dekarbonisasi yang dijalankan di seluruh lini bisnis perusahaan. Klaim ini meru...
Beredar klaim bahwa PT Pertamina (Persero) berhasil melampaui target pengurangan emisi hingga 118 persen melalui program dekarbonisasi yang dijalankan di seluruh lini bisnis perusahaan. Klaim ini merujuk pada capaian komitmen Environmental, Social, dan Governance (ESG) yang dicanangkan perusahaan energi pelat merah tersebut. Tim verifikasi Lurusin menelusuri asal-usul angka tersebut, memeriksa dokumen pendukung, serta menilai apakah klaim ini layak diterima sebagai fakta atau sekadar narasi korporat.
Klaim yang Beredar
Klaim: Pertamina melampaui target pengurangan emisi hingga 118 persen berkat program dekarbonisasi di seluruh lini bisnis. Temuan: Angka tersebut berasal dari laporan internal perusahaan yang dipublikasikan melalui kanal resmi, namun verifikasi independen terhadap metodologi penghitungannya belum tersedia secara terbuka.
Berdasarkan penelusuran, narasi mengenai capaian 118 persen ini beredar luas melalui pemberitaan media nasional yang merujuk pada keterangan resmi perusahaan. Klaim tersebut menyiratkan bahwa realisasi pemangkasan emisi melebihi target yang ditetapkan manajemen untuk periode berjalan.
Sumber Klaim
Berdasarkan verifikasi, sumber utama klaim adalah keterangan resmi Pertamina yang diterbitkan melalui situs korporat pertamina.com serta dokumen Sustainability Report yang dirilis secara berkala. Pernyataan serupa juga disampaikan jajaran direksi dalam berbagai forum publik dan dikutip sebagai capaian kinerja perusahaan.
Data menunjukkan bahwa angka 118 persen merupakan perbandingan antara realisasi pengurangan emisi dengan target internal yang ditetapkan perusahaan dalam satu tahun buku. Dengan demikian, angka ini bersifat self-reported — dihitung, dilaporkan, dan dipublikasikan oleh pihak yang sama yang menjalankan program tersebut. Tidak ditemukan bukti bahwa angka ini berasal dari audit lembaga independen.
Hasil Verifikasi
Tim verifikasi memeriksa konsistensi klaim dengan dokumen publik yang tersedia. Pertama, program dekarbonisasi Pertamina memang terdokumentasi secara nyata. Inisiatif yang tercatat antara lain efisiensi energi di kilang dan fasilitas produksi, penurunan gas suar (flare gas), pemanfaatan energi baru terbarukan melalui anak usaha panas bumi, pengembangan bahan bakar nabati, serta uji coba teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCUS) di sejumlah wilayah kerja.
Kedua, angka capaian di atas 100 persen terhadap target internal konsisten dengan pola pelaporan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Laporan keberlanjutan perseroan mencatat penurunan emisi gas rumah kaca pada cakupan operasional yang dikendalikan langsung, dengan baseline mengacu pada tahun dasar yang ditetapkan manajemen.
Ketiga, dan ini bagian yang krusial, metodologi penghitungan tidak diungkap secara rinci ke publik. Dokumen yang tersedia tidak memaparkan secara lengkap batasan cakupan emisi yang dihitung, apakah memasukkan emisi rantai nilai (cakupan 3) yang justru merupakan porsi terbesar dari jejak karbon industri minyak dan gas, serta apakah penghitungan telah melalui asuransi oleh lembaga independen dengan standar internasional seperti ISAE 3000 atau AA1000.
Fakta yang Terverifikasi
Faktanya adalah, klaim 118 persen sesuai dengan pernyataan resmi perusahaan dan tidak ditemukan adanya distorsi angka dalam penyebarannya di media. Dalam arti sempit, klaim tersebut akurat sebagai kutipan atas data korporat.
Namun, verifikasi juga menemukan konteks yang tidak boleh diabaikan. Pertama, target yang dilampaui adalah target internal, bukan target yang ditetapkan regulator atau kesepakatan internasional seperti Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Kedua, tanpa pengungkapan metodologi yang transparan, publik tidak dapat menguji apakah penurunan emisi tersebut bersifat absolut atau hanya intensitas emisi per unit produksi — dua hal yang sangat berbeda dampaknya terhadap total emisi. Ketiga, perusahaan energi fosil di berbagai negara kerap menghadapi tudingan greenwashing ketika klaim lingkungan tidak diimbangi keterbukaan data, sehingga standar pembuktian untuk klaim semacam ini semestinya lebih tinggi.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh bukti yang tersedia, Lurusin memberikan rating SEBAGIAN BENAR untuk klaim ini. Angka 118 persen memang berasal dari sumber resmi dan disebarkan tanpa perubahan substansi, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai hoaks. Namun, klaim tersebut bertumpu pada data yang dilaporkan sendiri oleh perusahaan, dengan metodologi yang belum sepenuhnya transparan dan tanpa verifikasi independen yang dapat diakses publik.
Menyajikan angka ini tanpa konteks berpotensi menyesatkan pembaca, karena memberi kesan bahwa pencapaian tersebut telah melalui pengujian pihak ketiga atau setara dengan pemenuhan target iklim nasional. Faktanya, keduanya belum terbukti. Publik disarankan memperlakukan klaim ini sebagai laporan kinerja korporat yang masih memerlukan pembuktian independen, bukan sebagai fakta lingkungan yang telah terverifikasi penuh.
Comments (0)