Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Cek Fakta: Hoaks Pengumuman Internet Mati 24-30 September 2021

Sebuah tangkapan layar berisi pengumuman beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan pada akhir September 2021. Dalam gambar tersebut tertulis klaim bahwa layanan internet akan dinonaktifkan sel...

Cek Fakta: Hoaks Pengumuman Internet Mati 24-30 September 2021

Sebuah tangkapan layar berisi pengumuman beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan pada akhir September 2021. Dalam gambar tersebut tertulis klaim bahwa layanan internet akan dinonaktifkan selama sepekan penuh, tepatnya pada 24 hingga 30 September 2021. Pesan tersebut disebarkan tanpa identitas lembaga resmi yang jelas dan tanpa tautan rujukan ke situs pemerintah maupun penyedia jasa telekomunikasi.

Klaim yang beredar di jaringan percakapan

Konten yang diedarkan berbentuk gambar statis berisi teks pengumuman. Struktur penulisan pesan menyerupai surat edaran resmi, lengkap dengan gaya bahasa formal dan penekanan pada tanggal pelaksanaan. Tidak ada logo instansi, nomor surat, tanggal terbit, atau tanda tangan pejabat yang dapat diverifikasi keasliannya. Faktanya adalah, elemen-elemen tersebut merupakan indikator standar sebuah dokumen resmi, dan ketiadaannya menimbulkan keraguan besar terhadap keabsahan isi pengumuman.

Klaim: layanan internet akan dimatikan serentak pada 24-30 September 2021.
Verifikasi: tidak ditemukan kebijakan maupun jadwal pemadaman internet berskala nasional pada rentang tanggal tersebut dari kanal resmi.

Berdasarkan verifikasi terhadap kanal komunikasi resmi penyelenggara telekomunikasi dan kementerian yang mengatur bidang komunikasi dan informatika, tidak ada pengumuman pemadaman internet selama rentang waktu yang disebutkan. Sumber resmi juga tidak menerbitkan jadwal pemeliharaan sistem berskala nasional yang berdampak pada pemutusan akses selama tujuh hari berturut-turut.

Mengapa format tangkapan layar berisiko

Tangkapan layar mudah dimanipulasi dan sangat sulit dilacak asal-usulnya. Teks dapat diedit, tanggal dapat diubah, dan identitas pengirim dapat dihapus dalam hitungan detik. Tidak ada metadata terbuka yang memungkinkan publik menelusuri siapa pembuat pertama, kapan gambar dihasilkan, atau melalui aplikasi mana gambar pertama kali dibagikan. Karena sifatnya yang tertutup, gambar semacam ini menjadi media penyebaran informasi menyesatkan yang efektif, terutama ketika isinya memicu kekhawatiran langsung pada pembaca.

Bukti kunci yang menunjukkan ketidakakuratan klaim terletak pada ketiadaan sumber primer. Pengumuman yang sah selalu merujuk ke dokumen asli, bukan sekadar menampilkan kutipan teks dalam bentuk gambar. Tautan ke laman resmi, rilis pers, atau surat edaran bernomor menjadi syarat minimum agar sebuah informasi dapat dipertanggungjawabkan.

Tanggal yang sempat menjadi sorotan publik

Rentang 24 hingga 30 September 2021 sempat menjadi perbincangan karena sejumlah agenda teknis di bidang telekomunikasi, termasuk kegiatan uji coba dan pemeliharaan jaringan berskala terbatas oleh operator tertentu. Namun agenda bersifat lokal dan terbatas pada wilayah tertentu tidak dapat disamakan dengan pemadaman internet menyeluruh. Menyamakan keduanya merupakan generalisasi menyesatkan yang tidak didukung data.

Data menunjukkan bahwa selama periode tersebut, layanan internet nasional tetap beroperasi. Laporan gangguan yang bersifat sporadis dan terbatas pada satu operator atau satu wilayah bukanlah bukti adanya kebijakan pemadaman nasional. Dua hal tersebut memiliki karakter yang sangat berbeda dan sering kali dikelirukan oleh pembaca yang menerima informasi secara dangkal.

Modus pesan berantai yang berulang

Pola penyebaran informasi semacam ini bukan hal baru. Formatnya hampir selalu sama: pengumuman tanpa sumber, tanggal mendesak, bahasa perintah, serta ajakan agar penerus menyebarkan pesan ke sebanyak mungkin grup. Kombinasi tersebut dirancang agar penerima bertindak cepat tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.

Sering muncul pula variasi lain yang menyebutkan alasan pemadaman, mulai dari gangguan kabel bawah laut hingga kebijakan keamanan siber. Tanpa dokumen resmi yang menyertai, seluruh varian tersebut tidak dapat diverifikasi dan patut diperlakukan sebagai informasi yang tidak akurat sampai terbukti sebaliknya.

Cara memverifikasi sebelum membagikan

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan. Pertama, periksa apakah pesan menyertakan tautan menuju situs resmi. Kedua, cari konfirmasi serupa di kanal media sosial terverifikasi milik lembaga terkait. Ketiga, perhatikan apakah ada nomor surat, tanggal terbit, dan pejabat penanggung jawab. Keempat, bandingkan dengan pemberitaan dari media yang memiliki reputasi teruji.

Jika satu saja elemen wajib tersebut tidak ada, pesan belum memenuhi standar minimum keabsahan. Ketiadaan bukti bukanlah bukti kebenaran, dan sebaliknya, kehadiran teks yang tampak resmi tidak menjadikan isi pesan benar.

Kesimpulan verifikasi

Berdasarkan pemeriksaan terhadap kanal resmi dan ketiadaan dokumen rujukan yang sah, klaim tentang pemadaman internet pada 24 hingga 30 September 2021 tidak memiliki dasar yang dapat diverifikasi. Tangkapan layar yang beredar tidak memuat identitas penerbit, nomor dokumen, maupun tautan rujukan. Karena itu, informasi tersebut dikategorikan sebagai hoaks dan menyesatkan bagi pembaca yang tidak melakukan pemeriksaan lanjutan.

Verifikasi mandiri tetap dianjurkan sebelum sebuah informasi diteruskan ke percakapan publik. Satu langkah pemeriksaan dapat mencegah gelombang kepanikan yang tidak perlu dan menjaga ruang percakapan tetap berbasis bukti, bukan asumsi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User