Cek Fakta: Benarkah Roket Falcon 9 SpaceX Menabrak Bulan?

Beredar klaim bahwa bagian roket Falcon 9 milik SpaceX menghantam permukaan Bulan setelah bertahun-tahun melayang tanpa kendali di luar angkasa. Klaim tersebut menyebar luas dan membangun narasi bahwa...

Cek Fakta: Benarkah Roket Falcon 9 SpaceX Menabrak Bulan?

Beredar klaim bahwa bagian roket Falcon 9 milik SpaceX menghantam permukaan Bulan setelah bertahun-tahun melayang tanpa kendali di luar angkasa. Klaim tersebut menyebar luas dan membangun narasi bahwa SpaceX bertanggung jawab langsung atas jatuhnya puing wahana di permukaan satelit alami Bumi. Berdasarkan verifikasi terhadap data lintasan, pernyataan astronom yang pertama kali mengidentifikasi objek, serta dokumentasi resmi NASA, klaim tersebut mengandung atribusi yang tidak akurat dan perlu diluruskan.

Klaim yang Beredar

Klaim menyebutkan bahwa tahap atas roket Falcon 9 — diluncurkan pada Februari 2015 untuk mengangkat satelit cuaca DSCOVR milik NOAA dan NASA — kehilangan kendali setelah misinya selesai, lalu jatuh ke Bulan. Objek yang dimaksud tercatat dalam katalog pengamatan dengan nama sementara WE0913A.

Klaim: Bagian roket Falcon 9 SpaceX menghantam Bulan setelah melayang tanpa kendali. Fakta: Tumbukan objek roket ke Bulan memang terjadi pada 4 Maret 2022, tetapi identifikasi objek sebagai Falcon 9 telah ditarik kembali oleh penelitinya sendiri berdasarkan data lintasan NASA.

Proses Verifikasi

Verifikasi dimulai dari sumber awal identifikasi. Pada Januari 2022, astronom independen Bill Gray, pengembang perangkat lunak pelacak objek dekat Bumi Project Pluto, mengumumkan bahwa objek WE0913A adalah tahap kedua Falcon 9 dari misi DSCOVR dan diprediksi menabrak Bulan. Pengumuman ini menjadi rujukan utama berbagai pemberitaan di seluruh dunia.

Namun pada awal Februari 2022, Jon Giorgini, insinyur di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, menyampaikan koreksi. Data sistem Horizons milik JPL menunjukkan lintasan tahap roket DSCOVR tidak pernah mendekati Bulan. Dengan kata lain, secara orbital, puing Falcon 9 tersebut tidak mungkin berada pada jalur tabrakan dengan Bulan. Gray kemudian menarik identifikasinya secara terbuka dan mengakui telah keliru dalam penelusuran awal.

Berdasarkan pemeriksaan ulang arsip peluncuran, Gray mengalihkan identifikasi ke tahap atas roket Long March 3C milik China dari misi uji coba Chang'e 5-T1 yang meluncur pada 23 Oktober 2014. Misi tersebut memang melewati Bulan, sehingga konsisten dengan orbit objek yang teramati. Kementerian Luar Negeri China membantah identifikasi ini dan menyatakan tahap roket dimaksud telah terbakar habis saat masuk kembali ke atmosfer Bumi. Hingga kini, tidak ada lembaga resmi yang mengonfirmasi identitas final objek secara definitif.

Fakta di Lapangan

Data menunjukkan tumbukan benar-benar terjadi. Pada 4 Maret 2022 sekitar pukul 12:25 UTC, objek WE0913A menghantam sisi jauh Bulan di dekat kawah Hertzsprung dengan kecepatan sekitar 2,6 kilometer per detik. Karena lokasinya berada di sisi jauh, tumbukan tidak dapat diamati secara langsung dari Bumi.

Pada Juni 2022, NASA merilis citra dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yang memperlihatkan bekas tumbukan berupa kawah ganda selebar sekitar 28 meter. Bentuk kawah ganda ini tidak biasa. Menurut keterangan resmi NASA, pola tersebut mengindikasikan objek memiliki massa besar di kedua ujungnya — karakteristik yang sesuai dengan badan roket, tetapi tidak selaras dengan profil umum tahap Falcon 9. Temuan ini memperkuat keraguan atas atribusi objek ke SpaceX.

Dari sisi dampak, faktanya adalah Bulan tidak mengalami kerusakan berarti. Permukaan Bulan telah dipenuhi kawah dari tumbukan alami yang jauh lebih besar selama miliaran tahun. Dampak utama peristiwa ini justru bersifat kebijakan: kasus tersebut menyoroti lemahnya sistem pelacakan sampah antariksa di luar orbit Bumi, karena objek seukuran badan roket dapat berpindah identitas tanpa ada katalog resmi internasional yang mengawasinya secara konsisten.

Kesimpulan

Berdasarkan verifikasi terhadap pernyataan Bill Gray, data Horizons NASA JPL, serta citra resmi Lunar Reconnaissance Orbiter, klaim bahwa bagian roket Falcon 9 SpaceX menghantam Bulan dinyatakan MISLEADING. Tumbukan objek roket ke Bulan benar terjadi, namun bukti lintasan menunjukkan objek tersebut bukan Falcon 9. Identifikasi awal telah ditarik oleh penelitinya sendiri, dan bukti terkuat mengarah ke tahap roket Long March 3C dari misi Chang'e 5-T1 — meskipun atribusi ini pun masih dipersengketakan. Menyebarkan narasi bahwa roket SpaceX menabrak Bulan tanpa mencantumkan koreksi identifikasi resmi adalah bentuk informasi yang menyesatkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User