KEDIRI — Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meresmikan tiga bangunan tempat ibadah yang berdiri di dalam kawasan SMP Negeri 3 Grogol. Kebijakan tersebut diambil sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat toleransi antarumat beragama di lingkungan pendidikan sejak usia dini.
Peresmian itu menjadi bagian dari rangkaian program pembinaan karakter yang tengah digalakkan di Kabupaten Kediri. Dengan menyediakan ruang ibadah bagi seluruh siswa, pemerintah berharap tidak ada lagi peserta didik yang merasa terhambat dalam menjalankan kewajiban keagamaannya selama berada di sekolah.
Tiga Tempat Ibadah dalam Satu Kawasan Sekolah
Tiga bangunan ibadah yang diresmikan tersebut diperuntukkan bagi siswa dari latar belakang keyakinan yang berbeda. Seluruh fasilitas dibangun di dalam lingkungan SMP Negeri 3 Grogol, sehingga para peserta didik dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman tanpa harus meninggalkan area sekolah.
Yang menarik dari pembangunan ini adalah ketiga tempat ibadah itu berdiri dalam satu kawasan yang sama. Posisi yang saling berdekatan tersebut dinilai mengandung makna simbolis yang kuat: perbedaan keyakinan tidak lantas menjauhkan satu sama lain, melainkan justru dapat hidup berdampingan secara damai dalam satu lingkungan.
Para guru dan warga sekolah menyambut kehadiran fasilitas tersebut dengan antusias. Mereka menilai keberadaan tempat ibadah yang lengkap akan membantu sekolah dalam melaksanakan pendidikan agama secara lebih optimal, sekaligus memperlihatkan secara konkret bagaimana keberagaman dikelola dengan baik.
Pesan Bupati: Toleransi Bukan Sekadar Slogan
Dalam sambutannya pada acara peresmian, Bupati Kediri menegaskan bahwa toleransi adalah bagian dari pendidikan karakter yang harus dibiasakan sejak dini. Menurutnya, kebiasaan menghargai perbedaan tidak akan tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu ditanamkan secara sadar melalui lingkungan yang mendukung.
Bupati juga mengingatkan bahwa sekolah adalah ruang yang paling tepat untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai. Di bangku sekolah, anak-anak dari berbagai latar belakang bertemu, belajar bersama, dan berinteraksi setiap hari, sehingga nilai-nilai kerukunan dapat terbentuk secara alami.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri itu turut menyinggung nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan sebagai landasan dalam membangun kerukunan. Ia menegaskan bahwa keberagaman yang ada di Indonesia bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang justru harus dijaga dan dirawat bersama-sama.
Lebih lanjut, Bupati berharap keberadaan tiga tempat ibadah tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan ritual semata. Fasilitas itu, menurutnya, juga dapat menjadi media pembelajaran tentang toleransi bagi seluruh warga sekolah, baik siswa maupun tenaga pendidik.
Kerukunan Sejak Usia Belajar sebagai Investasi Bangsa
Pendidikan toleransi yang dimulai dari bangku sekolah dinilai memiliki dampak jangka panjang bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Anak-anak yang sejak kecil terbiasa berteman dan bekerja sama dengan orang yang berbeda keyakinan akan tumbuh menjadi generasi yang lebih terbuka serta mampu menghargai perbedaan.
Para pendidik di SMP Negeri 3 Grogol menyebutkan bahwa pembinaan karakter berbasis kerukunan selama ini telah menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran. Kehadiran fasilitas ibadah yang resmi diresmikan diharapkan dapat memperkuat program tersebut, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa dalam menjalankan ibadahnya.
Kebiasaan menghormati perbedaan yang tertanam sejak masa sekolah akan menjadi bekal penting ketika para siswa kelak terjun ke tengah masyarakat. Generasi yang sejak dini memahami arti kerukunan diyakini mampu menjadi perekat sosial di lingkungan yang majemuk, serta terhindar dari sikap saling curiga antarkelompok.
Teladan bagi Sekolah Lain di Kabupaten Kediri
Peresmian tiga tempat ibadah di SMP Negeri 3 Grogol diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kediri. Pemerintah daerah memandang keberagaman sebagai kekayaan yang harus dijaga, bukan sebagai perbedaan yang layak dipertentangkan.
Ke depan, upaya serupa dipandang sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan pendidikan karakter dan kerukunan umat beragama sebagai salah satu prioritas. Dengan tersedianya ruang ibadah yang memadai, siswa diharapkan semakin memahami bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi persahabatan maupun kerja sama.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam bersikap terhadap perbedaan. Nilai kebersamaan yang ditanamkan sejak masa sekolah itulah yang kelak menjadi modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
Comments (0)