Brownies Ketan Sidoarjo Sukses Tembus Pasar Internasional

Di balik hiruk pikuk industri kuliner Indonesia, sebuah usaha mikro bernama “It's Me Time” dari Sidoarjo membuktikan bahwa mimpi besar bisa

Jul 12, 2026 - 22:34
0 1
Brownies Ketan Sidoarjo Sukses Tembus Pasar Internasional

Di balik hiruk pikuk industri kuliner Indonesia, sebuah usaha mikro bernama “It's Me Time” dari Sidoarjo membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari dapur rumah sederhana. Dengan produk andalan brownies ketan yang memadukan kelembutan brownies dengan cita rasa legit khas nasi ketan, UMKM ini kini tak hanya menguasai lidah konsumen lokal, tetapi juga sukses go international. Produksi yang semula berkisar puluhan boks per hari, kini mencapai 25.000 buah per bulan berkat dukungan strategis dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Awal Mula dari Dapur Sederhana

Semua berawal dari hobi sang pemilik yang gemar bereksperimen dengan bahan pangan lokal. Melihat potensi ketan — bahan baku tradisional yang melimpah di Jawa Timur — ia mencoba menyulapnya menjadi camilan kekinian yang lebih diterima pasar anak muda. Lahirlah brownies ketan, dengan tekstur kenyal di dalam dan renyah di luar, tersaji dalam berbagai varian rasa seperti original, pandan, keju, cokelat, hingga tiramisu. “Awalnya saya hanya membuat 10 hingga 20 boks per hari untuk dijual ke tetangga dan warung sekitar. Respons mereka luar biasa, dan dari situ saya berani bermimpi lebih besar,” kenang sang pemilik.

Aspek Sebelum Dukungan BRI Sesudah Dukungan BRI
Volume Produksi 300–500 pcs/bulan 25.000 pcs/bulan
Jangkauan Pasar Lokal Sidoarjo Nasional & Ekspor (Malaysia, Singapura, Timur Tengah)
Tenaga Kerja 2 orang (keluarga) 20+ orang (warga sekitar)
Omzet Rp5–7 juta/bulan Rp300+ juta/bulan

BRI: Katalisator yang Mengubah Skala Usaha

Titik balik terjadi ketika pelaku UMKM ini bergabung dalam program pemberdayaan BRI. Melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), ia mendapatkan modal kerja untuk membeli mesin oven industri, alat pengemas modern, dan memperluas ruang produksi. Tidak hanya modal, BRI juga memberikan pendampingan intensif melalui program UMKM Hub yang mencakup pelatihan manajemen keuangan, sertifikasi halal, dan strategi pemasaran digital. “BRI tidak sekadar memberi pinjaman. Mereka mengajari kami cara berjualan di marketplace, membuat konten media sosial yang menarik, bahkan mengelola arus kas agar bisnis tetap sehat,” ungkap sang pemilik.

“BRI tidak sekadar memberi pinjaman. Mereka mengajari kami cara berjualan di marketplace, membuat konten media sosial yang menarik, bahkan mengelola arus kas agar bisnis tetap sehat.”

Dengan naiknya kapasitas produksi, “It's Me Time” mulai menjangkau ritel modern, pusat oleh-oleh, hingga konsumen di luar Pulau Jawa. Berbagai varian brownies ketan dikemas menarik dengan umur simpan lebih panjang berkat teknologi vacuum sealing — inovasi yang juga didorong oleh akses ke jejaring mentor BRI.

Menembus Pasar Global dengan Cita Rasa Lokal

Keikutsertaan dalam pameran dagang internasional yang difasilitasi BRI membuka mata dunia terhadap keunikan brownies ketan Sidoarjo. Produk ini mulai dilirik oleh importir dari Malaysia, Singapura, dan beberapa negara di Timur Tengah. Kini, dalam sebulan, tidak kurang dari 5.000 boks diekspor ke luar negeri. Sisanya diserap pasar dalam negeri melalui platform digital dan jaringan reseller. “Rasanya tidak percaya camilan rumahan kami bisa dinikmati oleh orang di Dubai atau Kuala Lumpur. Ini bukti bahwa produk lokal punya daya saing asalkan dikemas dan dipasarkan secara profesional,” ujarnya penuh haru.

Dampak Bergulir bagi Ekonomi Warga Sekitar

Yang tak kalah membanggakan adalah efek domino yang dirasakan komunitas sekitar sentra produksi. Saat ini “It's Me Time” menyerap lebih dari 20 tenaga kerja dari warga setempat, mulai dari bagian produksi, pengemasan, hingga administrasi. Pelaku UMKM ini juga secara konsisten menggandeng petani ketan dan penyuplai bahan baku lokal, memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan. Dengan pendapatan yang meroket, sang pemilik bahkan mulai memberikan pelatihan gratis bagi tetangganya yang ingin memulai bisnis kuliner rumahan — sebuah semangat berbagi yang selaras dengan nilai pemberdayaan BRI.

Rencana Ekspansi dan Inovasi Produk

Ke depan, UMKM ini tengah mengembangkan varian brownies ketan rendah gula untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih sadar kesehatan, serta merintis kerja sama dengan dark kitchen di beberapa kota besar. Target ekspor juga diperluas ke Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menunjukkan ketertarikan terhadap jajanan berbahan dasar beras ketan. Dukungan BRI dalam bentuk akses permodalan lanjutan dan pelatihan ekspor dipercaya akan menjadi fondasi bagi lompatan besar berikutnya.

Kisah “It's Me Time” menjadi cermin bahwa ketika kreativitas bertemu dengan pendampingan yang tepat, UMKM bukan hanya naik kelas, melainkan juga mampu mewarnai kancah bisnis global. Dari dapur rumah di Sidoarjo, brownies ketan kini menjelma menjadi duta kuliner Indonesia yang dibanggakan.

[SOCIAL_TWEET]: Brownies ketan asal Sidoarjo berhasil menembus pasar internasional! 🍫🌏 Dari dapur rumah, kini produksi 25.000 pcs/bulan berkat dukungan @BRI_ID. Bukti UMKM lokal bisa go global! #UMKMNaikKelas #BanggaBuatanIndonesia #BrowniesKetan[SOCIAL_TG]: 🍪✨ Brownies ketan UMKM Sidoarjo tembus pasar global! Produksi kini 25.000/bulan. Dukungan BRI jadi kunci. #KulinerIndonesia #UMKMGoGlobal

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User