BRIN Paparkan Teknologi Nuklir dan Nirawak kepada Presiden Prabowo
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan sejumlah capaian riset strategis nasional kepada Presiden Prabowo Subianto. Paparan tersebut menyoroti tiga bidang utama, yakni penguasaan teknologi ...
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan sejumlah capaian riset strategis nasional kepada Presiden Prabowo Subianto. Paparan tersebut menyoroti tiga bidang utama, yakni penguasaan teknologi energi nuklir, pengembangan pesawat udara nirawak berdaya jelajah jauh, serta rancang bangun kapal yang telah dioperasikan oleh instansi penegak hukum di bidang kepabeanan dan kelautan.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memetakan kesiapan teknologi dalam negeri guna mendukung ketahanan energi, pertahanan, dan kedaulatan maritim. BRIN menegaskan bahwa berbagai riset tersebut telah mencapai tahap yang memungkinkan pemanfaatan nyata oleh kementerian dan lembaga negara.
Penguasaan Teknologi Energi Nuklir
Di bidang energi, BRIN menyampaikan progres penguasaan teknologi nuklir sebagai komponen strategi bauran energi nasional. Indonesia sebenarnya bukan pemain baru dalam pemanfaatan tenaga nuklir untuk kepentingan riset. Fasilitas reaktor penelitian telah beroperasi selama puluhan tahun di sejumlah lokasi, antara lain di kawasan Serpong, Yogyakarta, dan Bandung.
Pengalaman mengelola reaktor riset tersebut menjadi fondasi bagi ambisi yang lebih besar, yaitu menghadirkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Tanah Air. Rencana pembangunan PLTN telah termuat dalam dokumen perencanaan energi nasional, dengan kajian lokasi serta teknologi yang terus dimutakhirkan. BRIN menilai penguasaan sumber daya manusia dan kepatuhan terhadap standar keselamatan merupakan prasyarat mutlak sebelum PLTN pertama dapat dibangun.
Dalam paparannya, BRIN juga menekankan bahwa penguasaan nuklir tidak semata-mata berkaitan dengan pembangkitan listrik. Teknologi ini telah dimanfaatkan di bidang kesehatan, pertanian, dan industri. Produksi radioisotop untuk keperluan medis serta teknik iradiasi pangan merupakan contoh nyata aplikasi nuklir yang sudah berjalan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pesawat Nirawak PUNA MALE
Agenda kedua yang dipaparkan adalah pengembangan Pesawat Udara Nirawak (PUNA) kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE). Drone rancangan dalam negeri ini dirancang untuk misi pengawasan jarak jauh dengan durasi terbang panjang, baik untuk keperluan pertahanan maupun pemantauan wilayah perbatasan dan penanganan bencana.
PUNA MALE merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan industri pertahanan nasional, perguruan tinggi, dan para peneliti BRIN. Program ini menjadi penanda kemandirian teknologi dirgantara Indonesia, mengingat selama ini kebutuhan drone pengintai jarak jauh masih bergantung pada produk impor. Rangkaian uji terbang purwarupa telah dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan sistem kendali, komunikasi, dan daya angkut bekerja sesuai spesifikasi yang ditetapkan.
Kehadiran PUNA MALE diharapkan memperkuat kemampuan pengawasan udara nasional sekaligus membuka peluang ekspor di masa mendatang. BRIN menilai dukungan kebijakan serta pendanaan berkelanjutan menjadi kunci agar program ini dapat melaju menuju tahap produksi massal dan digunakan penuh oleh aparat keamanan.
Desain Kapal untuk Bea Cukai dan KKP
Di luar dua agenda besar tersebut, BRIN turut memperlihatkan karya rancang bangun kapal yang telah diadopsi pemerintah. Desain kapal patroli cepat hasil rekayasa peneliti dalam negeri diketahui telah digunakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan untuk operasi pengawasan laut dan pencegahan penyelundupan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga memanfaatkan desain kapal karya anak bangsa untuk memperkuat armada pengawas sumber daya kelautan. Kapal-kapal tersebut berperan dalam penindakan praktik penangkapan ikan ilegal serta patroli rutin di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia.
Menurut BRIN, keberhasilan desain kapal ini membuktikan bahwa hasil riset nasional mampu menjawab kebutuhan operasional instansi pemerintah. Pemanfaatan produk riset dalam negeri dinilai sekaligus menghemat anggaran negara dan menggerakkan industri galangan kapal lokal di berbagai daerah.
Dukungan terhadap Riset Strategis Nasional
Paparan kepada Presiden Prabowo mencerminkan komitmen pemerintah menjadikan riset sebagai tulang punggung pembangunan. Ketiga bidang yang disampaikan BRIN, yaitu nuklir, nirawak, dan perkapalan, beririsan langsung dengan agenda ketahanan energi, pertahanan negara, dan kedaulatan maritim Indonesia.
Ke depan, BRIN berharap hasil-hasil riset tersebut tidak berhenti di ruang laboratorium, melainkan benar-benar diadopsi secara luas oleh pengguna akhir. Dukungan regulasi, keberlanjutan anggaran, dan kolaborasi erat dengan industri disebut menjadi faktor penentu keberhasilan hilirisasi inovasi nasional.
Comments (0)