Brasil Gagal Kalahkan Maroko, Ancelotti Dihujani Pertanyaan Jurnalis Brasil

DOHA — Tim nasional Brasil harus puas berbagi angka setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga penyisihan Grup E Piala Dunia 2026 di

Jul 16, 2026 - 18:42
0 0
Brasil Gagal Kalahkan Maroko, Ancelotti Dihujani Pertanyaan Jurnalis Brasil

DOHA — Tim nasional Brasil harus puas berbagi angka setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga penyisihan Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion Al Thumama, Kamis malam (21/6). Hasil ini memicu gelombang kritik dari media Brasil yang langsung menyerbu pelatih Carlo Ancelotti dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Brasil, Kegagalan Eksekusi

Sejak menit awal, Selecao tampil mendominasi penguasaan bola hingga 67 persen, tetapi tuan rumah perempat final Piala Dunia 2022 itu justru unggul lebih dulu lewat gol cepat Achraf Hakimi pada menit ke-12. Sepakan keras dari luar kotak penalti mengejutkan Alisson Becker yang sempat terkecoh oleh gerakan pemain depan Maroko.

Brasil berusaha membalas dan menciptakan sejumlah peluang emas melalui Vinicius Junior dan Rodrygo. Namun penyelesaian akhir yang buruk serta penampilan gemilang kiper Yassine Bounou membuat skor tetap 0-1 hingga turun minum.

Di babak kedua, Ancelotti memasukkan Endrick dan Gabriel Martinelli untuk menambah daya gedor. Hasilnya, Brasil menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui sundulan Gabriel Magalhaes memanfaatkan sepak pojok Lucas Paqueta. Setelah itu, Brasil terus menekan namun gagal menambah gol meskipun memiliki tiga peluang bersih di 20 menit terakhir.

Statistik mencatat 21 tembakan dengan 8 on target dibandingkan Maroko yang hanya melepaskan 5 tembakan sepanjang laga. Ketidakmampuan Brasil mengonversi peluang menjadi sorotan utama para jurnalis.

Serbuan Pertanyaan: “Mengapa Selecao Tumpul?”

Suasana ruang konferensi pers memanas ketika jurnalis Brasil melontarkan pertanyaan bertubi-tubi kepada Carlo Ancelotti. Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, melaporkan bahwa pelatih asal Italia itu berkali-kali ditanya mengenai minimnya kreativitas di lini tengah dan kegagalan memanfaatkan dominasi permainan.

“Kami menguasai pertandingan, tetapi tidak cukup klinis. Ini bukan soal taktik, melainkan eksekusi. Saya bertanggung jawab penuh atas hasil ini,” ujar Ancelotti dengan nada tenang namun tegas.

Salah satu wartawan senior Brasil, Marcos Uchôa, bahkan mempertanyakan keputusan Ancelotti menempatkan Neymar sebagai false nine yang dianggap tidak efektif menghadapi pertahanan rapat Maroko. Ancelotti menjelaskan bahwa ia sengaja memberi fleksibilitas kepada Neymar untuk mencari ruang, namun mengakui bahwa eksperimen itu belum optimal.

Pertanyaan lain menyoroti kebugaran fisik pemain. Pemain tengah Bruno Guimaraes terlihat kelelahan di akhir laga, memunculkan dugaan bahwa program latihan selama pemusatan latihan di Spanyol terlalu berat. Ancelotti membantah isu tersebut dan menyebut skuadnya berada dalam kondisi prima.

Evaluasi Performa: Masalah Kolektif, Bukan Individu

Ancelotti menolak menyalahkan pemain tertentu. Ia menekankan bahwa hasil imbang ini adalah tanggung jawab bersama.

  • Lini depan: Rodrygo dan Vinicius dinilai terlalu individualistis, jarang melakukan kombinasi di sepertiga akhir lapangan.
  • Lini tengah: Paqueta dan Guimaraes gagal mengontrol ritme setelah gol penyama kedudukan.
  • Pertahanan: Marquinhos dan Gabriel Magalhaes tampil solid, namun transisi bertahan masih lamban.
  • Penjaga gawang: Alisson melakukan penyelamatan krusial, tetapi gol Hakimi dianggap bisa diantisipasi.

“Saya melihat ada kelelahan mental. Para pemain terlalu terbebani ekspektasi. Kami harus segera membenahi ini sebelum laga melawan Belgia,” tambah Ancelotti merujuk pertandingan kedua Grup E yang akan digelar empat hari mendatang.

Tekanan Media dan Reaksi Publik Brasil

Kegagalan meraih tiga poin langsung menuai reaksi keras dari media dan publik Brasil. Tagar #ForaAncelotti sempat menggema di media sosial, meskipun banyak pula dukungan agar pelatih berpengalaman itu diberi waktu. Koran olahraga Lance! menulis tajuk berjudul “Brasil Tanpa Taring” yang mengkritisi pendekatan taktik terlalu konservatif.

Mantan pemain legendaris Brasil, Ronaldo Nazário, yang hadir di stadion berkomentar singkat, “Ini bukan Brasil yang kami kenal. Kami perlu lebih agresif.” Sementara itu, kapten tim Neymar enggan memberikan pernyataan dan langsung meninggalkan area mixed zone dengan wajah kecewa.

Laga berikutnya melawan Belgia menjadi penentuan bagi langkah Brasil di turnamen ini. Kekalahan atau hasil imbang lagi bisa membuat Selecao terancam gagal lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sejak 1966. Di sisi lain, hasil imbang ini menempatkan Maroko di posisi kedua klasemen sementara Grup E dengan satu poin di bawah Belgia yang menang 2-0 atas Korea Selatan.

“Kami masih punya dua pertandingan untuk memperbaiki keadaan. Saya percaya pada skuad ini, dan saya yakin kami akan bangkit,” tutup Ancelotti yang melangkah keluar ruang konferensi pers diiringi keheningan dari para jurnalis yang tampak belum puas dengan jawaban sang pelatih.

[SOCIAL_TWEET]: Brasil hanya raih satu poin di laga perdana Piala Dunia 2026 usai ditahan Maroko 1-1. Ancelotti dihujani kritik tajam pada jumpa pers. #PialaDunia2026 #TimnasBrasil #Ancelotti[SOCIAL_TG]: ⚽️ *Hasil Piala Dunia 2026* 🇧🇷 1-1 🇲🇦 Brasil gagal menang melawan Maroko. Ancelotti dihujani pertanyaan soal performa. Apa kata sang pelatih? Baca selengkapnya ▶️

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User