Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Biochar Indonesia Diburu Jepang dan Arab Saudi, Produksi Domestik Belum Siap

Permintaan terhadap biochar Indonesia dari pasar Jepang dan Arab Saudi dilaporkan berada pada level tinggi. Sebaliknya, kemampuan produksi domestik serta kerangka standar kualitas nasional masih diang...

Biochar Indonesia Diburu Jepang dan Arab Saudi, Produksi Domestik Belum Siap

Permintaan terhadap biochar Indonesia dari pasar Jepang dan Arab Saudi dilaporkan berada pada level tinggi. Sebaliknya, kemampuan produksi domestik serta kerangka standar kualitas nasional masih dianggap perlu penguatan agar peluang tersebut tidak berpindah ke negara produsen lain.

Isu utama: pasar global membuka pintu

Berdasarkan verifikasi terhadap pernyataan yang beredar, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa sejumlah pihak dari Jepang dan Arab Saudi tengah memburu pasokan biochar buatan Indonesia. Pernyataan ini muncul dalam konteks agenda transisi energi dan pengendalian emisi yang sedang digencarkan pemerintah.

Faktanya adalah, minat internasional terhadap biochar memang tumbuh seiring meluasnya pasar karbon sukarela maupun wajib. Data menunjukkan biochar dikategorikan sebagai salah satu metode penyerapan karbon berbasis alam yang diakui dalam sejumlah skema kredit karbon internasional, sehingga negara pembeli dapat menggunakannya untuk memenuhi target dekarbonisasi korporasi maupun nasional.

Apa itu biochar dan mengapa diburu

Biochar adalah arang hasil pengolahan biomassa — seperti sekam padi, tongkol jagung, tandan kosong kelapa sawit, atau ampas tebu — melalui proses pirolisis, yakni pemanasan suhu tinggi dengan pasokan oksigen terbatas. Proses ini menghasilkan material padat yang kaya karbon dan sangat stabil secara kimiawi.

Manfaat utama biochar mencakup tiga bidang. Pertama, sektor pertanian: biochar difungsikan sebagai amendemen tanah untuk meningkatkan kesuburan, daya simpan air, dan retensi hara. Strukturnya yang berpori menjadi habitat mikroorganisme tanah sehingga produktivitas lahan dapat naik tanpa ketergantungan besar pada pupuk kimia.

Kedua, iklim: karbon yang terkunci dalam biochar dapat bertahan di dalam tanah ratusan hingga ribuan tahun. Setiap ton biochar yang diaplikasikan ke lahan setara dengan penyimpanan karbon jangka panjang — karakteristik inilah yang menjadikannya bernilai dalam perdagangan kredit karbon.

Ketiga, pengelolaan limbah: produksi biochar mengubah residu pertanian yang selama ini kerap dibakar terbuka — praktik pemicu polusi udara — menjadi produk bernilai ekonomi.

Mengapa Jepang dan Arab Saudi tertarik

Kedua negara memiliki motif berbeda namun saling melengkapi. Jepang menjalankan agenda transformasi hijau menuju netralitas karbon 2050 dan aktif membangun mekanisme kredit karbon lintas negara. Arab Saudi tengah mendiversifikasi ekonominya dan mengembangkan infrastruktur pasar karbon di kawasan Timur Tengah.

Bagi keduanya, mengimpor biochar atau berinvestasi pada rantai pasoknya di Indonesia merupakan jalur efisien untuk memperoleh unit penyerapan karbon tanpa membangun kapasitas produksi dari nol, mengingat keterbatasan lahan dan biomassa di wilayah mereka.

Persoalan domestik: produksi dan standar

Data menunjukkan tantangan sesungguhnya berada di dalam negeri. Produksi biochar Indonesia masih didominasi unit skala kecil dengan teknologi pirolisis sederhana yang hasilnya tidak konsisten. Mutu biochar sangat ditentukan oleh suhu proses, jenis bahan baku, dan durasi pirolisis — variabel yang sering tidak terkontrol pada unit produksi artisanal.

Di sisi lain, standar kualitas nasional untuk biochar baru terbentuk bertahap. Tanpa sertifikasi yang kuat, produk Indonesia sulit dipercaya pembeli internasional yang mensyaratkan verifikasi kandungan karbon secara ketat sebelum kredit karbon dapat diterbitkan.

Poin kritis: nilai kredit karbon dari biochar hanya sah apabila jumlah karbon yang diklaim dapat diaudit. Artinya, tanpa laboratorium uji, protokol pengambilan sampel, dan lembaga sertifikasi yang kredibel, permintaan tinggi dari Jepang dan Arab Saudi tidak otomatis berubah menjadi ekspor bernilai besar.

Peluang jika kendala diatasi

Indonesia memiliki modal dasar yang nyata: volume limbah pertanian yang masif, ketersediaan lahan luas, serta posisi geografis yang dekat dengan pasar Asia Timur dan Timur Tengah. Apabila pemerintah mempercepat penetapan standar nasional, membangun fasilitas uji mutu, dan mendorong investasi teknologi pirolisis modern, biochar dapat berkembang menjadi komoditas ekspor baru sekaligus instrumen pendanaan iklim.

Arah ini juga sejalan dengan target penurunan emisi nasional. Pengembangan biochar membuka jalur ganda: menekan emisi dari pembakaran limbah pertanian sekaligus menghasilkan unit penyerapan karbon yang dapat diperjualbelikan di pasar global.

Kesimpulan verifikasi

Berdasarkan verifikasi, klaim bahwa biochar Indonesia diburu Jepang dan Arab Saudi konsisten dengan tren global meningkatnya permintaan metode penyerapan karbon berbasis alam. Faktanya adalah manfaat biochar — untuk kesuburan tanah, penyimpanan karbon jangka panjang, dan pengelolaan limbah — telah terdokumentasi luas dalam literatur ilmiah. Namun, narasi tentang tingginya permintaan tersebut perlu dibaca bersama catatan penting: kapasitas produksi dan standar kualitas domestik belum sepenuhnya siap. Tanpa penguatan kedua aspek itu, potensi pasar yang sedang terbuka berisiko justru dimanfaatkan negara produsen pesaing yang lebih cepat memenuhi syarat sertifikasi internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User