Aug 25, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

KRI Ki Hajar Dewantara: Profil Kapal Latih yang Diusulkan Dijual

Sebuah babak penting dalam sejarah armada TNI Angkatan Laut sedang berlangsung. KRI Ki Hajar Dewantara-364, kapal latih yang telah mengabdi lebih dari empat dekade, kini masuk daftar aset yang diusulk...

KRI Ki Hajar Dewantara: Profil Kapal Latih yang Diusulkan Dijual

Sebuah babak penting dalam sejarah armada TNI Angkatan Laut sedang berlangsung. KRI Ki Hajar Dewantara-364, kapal latih yang telah mengabdi lebih dari empat dekade, kini masuk daftar aset yang diusulkan untuk dijual. Usulan tersebut berlatar belakang kondisi unit yang dinilai tidak lagi efisien secara teknis maupun finansial untuk terus dioperasikan.

Berdasarkan data sumber resmi TNI Angkatan Laut, kapal ini merupakan kapal latih bertipe fregat yang sekaligus menjadi wadah pencetak generasi pelaut profesional selama puluhan tahun. Catatan resmi menyebut unit ini kerap menjadi andalan dalam misi pendidikan pelayaran jarak jauh, sehingga usulan pelepasannya menarik perhatian publik.

Asal-usul dan Spesifikasi Teknis

KRI Ki Hajar Dewantara dibangun di galangan Wilton-Fijenoord, Schiedam, Belanda. Lambungnya diluncurkan pada 1980, lalu kapal resmi bertugas pada Mei 1981 dengan nomor lambung 364. Desain dasarnya mengadopsi bentuk fregat yang dimodifikasi untuk kebutuhan pendidikan, termasuk ruang kelas serta akomodasi ekstra bagi taruna.

Dengan bobot isi penuh sekitar 3.200 ton dan panjang badan mendekati 100 meter, unit ini tergolong kelas menengah dalam jajaran armada. Kecepatan maksimumnya berkisar 20 knot dengan daya jelajah yang memadai untuk pelayaran lintas benua. Pada masa awal tugas, persenjataannya mencakup meriam utama kaliber besar dan peluncur rudal anti-kapal Exocet, yang kemudian dihapus seiring pergeseran peran menuju platform pendidikan murni.

Kapasitas dan Lingkungan Pendidikan

Struktur dalam kapal dirancang menampung sekitar 180 awak inti ditambah ratusan taruna dalam satu pelayaran. Fasilitas pendukungnya mencakup ruang kelas, laboratorium navigasi, serta area latihan keterampilan kelautan. Konfigurasi semacam ini membedakannya dari fregat tempur konvensional yang prioritas utamanya ada pada ruang senjata dan amunisi. Partisipasi pada parade armada internasional turut mengukuhkan posisinya sebagai wajah diplomasi angkatan laut Indonesia.

Makna Nama bagi Dunia Pendidikan

Nama kapal diambil dari Ki Hajar Dewantara, yaitu gelar bagi Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, tokoh perintis pendidikan nasional yang lahir pada 2 Mei 1889. Penamaan tersebut selaras dengan fungsi utama kapal sebagai sekolah terapung. Setiap taruna yang menjalani pelayaran edukasi di atas deknya dibentuk melalui nilai kepemimpinan, disiplin, dan ketahanan menghadapi laut lepas.

Rekam Jejak Pelayaran Panjang

Selama masa tugasnya, kapal ini rutin menjalankan misi keliling jalan taruna ke berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika, hingga Amerika. Data TNI Angkatan Laut menunjukkan pelayaran-pelayaran tersebut menempuh ribuan mil laut sekaligus membuka jalur diplomasi maritim Indonesia. Banyak perwira tinggi angkatan laut memulai pengalaman samudra pertamanya dari atas kapal ini, sehingga nilainya tidak hanya terletak pada fisik unit tetapi juga pada jejak manusia yang dibentuknya.

Verifikasi Alasan Usulan Penjualan

Klaim bahwa kapal sudah usang memiliki dasar kuat. Umur unit yang melampaui 40 tahun jauh melewati rentang umur ekonomis alat utama sistem persenjataan yang umumnya berkisar 25 hingga 30 tahun. Faktanya adalah komponen teknologi di dalamnya tertinggal dari standar modern, sementara biaya perawatan terus naik karena suku cadang semakin sulit diperoleh. Data menunjukkan pola serupa juga dialami sejumlah kapal tua lain yang akhirnya dilepas dari layanan aktif. Tidak ada bukti yang bertentangan dengan penilaian tersebut.

Usulan pelepasan ini berkaitan pula dengan hadirnya aset pengganti. Sejak 2018, sebagian fungsi latihan layar diambil alih oleh KRI Bima Suci, kapal latih layar modern yang dirancang khusus untuk pendidikan taruna. Program pengadaan kapal latih baru juga ditempuh agar rangkaian pendidikan pelayaran tetap berjalan tanpa bergantung pada unit berumur tinggi.

Proses Hukum dan Alternatif Pelestarian

Pelepasan barang milik negara tidak dapat dilakukan sepihak. Usulan penjualan harus melewati mekanisme penghapusan aset melalui instansi keuangan negara sebelum transaksi dapat dieksekusi. Artinya, status kapal masih dapat berubah sesuai hasil kajian pemerintah. Di tengah proses tersebut, sejumlah kalangan mengusulkan opsi pelestarian berupa pengubahan fungsi menjadi kapal museum, mengingat rekam jejak unit ini erat kaitannya dengan sejarah pendidikan angkatan laut Indonesia.

Apa pun keputusan akhirnya, KRI Ki Hajar Dewantara-364 telah meninggalkan warisan yang sulit ditandingi. Empat dekade lebih pelayanan menjadikannya simbol kesinambungan pendidikan bahari sekaligus pengingat bahwa setiap alat utama sistem persenjataan memiliki batas usia yang harus dijawab melalui pembaruan armada.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User