Bellingham Antar Inggris ke Semifinal, Guehi Kokoh di Lini Belakang

Pertandingan sengit tersaji di perempat final Piala Dunia 2026 saat Inggris menundukkan Norwegia dengan skor tipis 2-1. Laga yang digelar di stadion berkapasitas 70 ribu penonton ini menyajikan duel t...

Jul 12, 2026 - 13:09
0 0

Pertandingan sengit tersaji di perempat final Piala Dunia 2026 saat Inggris menundukkan Norwegia dengan skor tipis 2-1. Laga yang digelar di stadion berkapasitas 70 ribu penonton ini menyajikan duel taktik antara dua tim yang sama-sama mengandalkan kolektivitas. Inggris akhirnya memastikan satu tempat di babak empat besar berkat penampilan cemerlang Jude Bellingham dan kokohnya lini belakang yang dikawal Marc Guehi.

Babak Pertama: Inisiatif Inggris dan Respons Cepat Norwegia

Sejak peluit awal dibunyikan, Inggris langsung mengambil kendali permainan. Mereka membangun serangan dari lini tengah dengan distribusi bola cepat yang dimotori Declan Rice dan Jude Bellingham. Hanya dalam waktu 12 menit, tekanan itu membuahkan hasil. Umpan terobosan Bellingham berhasil dimanfaatkan oleh Bukayo Saka yang menusuk dari sisi kanan dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok gawang. Skor 1-0 untuk Inggris.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Norwegia yang diperkuat Erling Haaland di lini depan langsung merespons. Mereka meningkatkan intensitas pressing dan berulang kali merepotkan pertahanan Inggris melalui umpan silang. Pada menit ke-28, sebuah kesalahan fatal dilakukan Jordan Pickford. Kiper senior itu gagal mengantisipasi bola sepak pojok dengan sempurna, sehingga bola liar jatuh di kaki Martin Ødegaard yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang kosong. Skor menjadi 1-1 dan membuat tensi pertandingan kian meninggi.

Bellingham Sang Penentu, Guehi Sang Pilar

Setelah jeda, pelatih Inggris melakukan penyesuaian taktik. Mereka lebih bersabar dalam membangun serangan dan tak lagi terburu-buru melepas umpan. Pendekatan itu membuahkan hasil pada menit ke-67. Bermula dari skema sepak pojok yang gagal dihalau sempurna oleh bek Norwegia, bola jatuh ke kaki Jude Bellingham yang berdiri di luar kotak penalti. Dengan tenang, ia mengontrol bola, mengecoh satu pemain, lalu melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper lawan. Stadion bergemuruh, Inggris kembali memimpin 2-1.

Bellingham benar-benar menjadi aktor utama kemenangan ini. Tak hanya menentukan lewat gol, gelandang Real Madrid itu juga mencatatkan 92 persen akurasi umpan, tiga tembakan tepat sasaran, dan empat tekel sukses. Perannya sebagai penghubung lini tengah dan depan membuat aliran serangan Inggris tetap lancar meski mendapat tekanan ketat dari lini kedua Norwegia.

Di sisi lain, pertahanan Inggris layak mendapat pujian. Marc Guehi tampil bak tembok yang sulit ditembus. Bek tengah milik Crystal Palace itu berhasil memenangi seluruh duel udara, melakukan delapan sapuan penting, dan satu kali memblok tembakan langsung dari Haaland. Duetnya dengan John Stones berhasil meredam pergerakan striker Manchester City itu yang sepanjang laga hanya mampu melepaskan dua tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang. Ketangguhan Guehi menjadi fondasi yang membuat Inggris bisa bertahan dari gempuran balik Norwegia di 20 menit terakhir.

Kiper Pickford Jadi Sorotan, Tim Harus Berbenah

Di balik kemenangan, ada satu catatan yang patut menjadi perhatian. Jordan Pickford, kiper veteran yang biasanya tampil tenang, menunjukkan performa kurang meyakinkan. Selain blunder pada gol penyama Norwegia, ia juga beberapa kali salah dalam membaca arah bola dan nyaris membuat pelanggaran di kotak terlarang. Statistik menunjukkan hanya satu penyelamatan yang dilakukan sepanjang pertandingan, sebuah angka yang minim untuk laga dengan tensi setinggi itu. Jika ingin melaju jauh, Inggris harus memastikan sektor penjaga gawang kembali solid.

Meski begitu, kemenangan ini tetap jadi bukti mentalitas juara skuad asuhan Gareth Southgate. Mereka mampu bangkit setelah sempat kehilangan momentum dan akhirnya memetik hasil maksimal. Dengan penampilan impresif Bellingham, kokohnya Guehi, serta kontribusi positif pemain lainnya seperti Saka dan Rice, The Three Lions memiliki modal berharga jelang semifinal.

Pertandingan perempat final ini mempertegas bahwa Inggris bukan hanya mengandalkan satu atau dua bintang, melainkan sebuah unit yang solid dan mampu menemukan pahlawan di momen-momen kritis. Kini, tantangan selanjutnya menanti di semifinal, dan semua mata akan tertuju pada apakah Bellingham dkk. bisa melanjutkan tren positif ini hingga laga puncak.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User