Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

BATU BARA — Pengalihan Sungai Proyek Bendungan Rendam 211 Rumah Warga

Air keruh berwarna cokelat kehitaman merayap cepat membanjiri permukiman warga di Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Suma

BATU BARA — Pengalihan Sungai Proyek Bendungan Rendam 211 Rumah Warga

Air keruh berwarna cokelat kehitaman merayap cepat membanjiri permukiman warga di Desa Gambus Laut, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Pagi yang seharusnya diwarnai rutinitas biasa berubah menjadi kepanikan massal ketika luapan air mulai menerobos masuk ke dalam rumah-rumah warga. Genangan yang semula setinggi mata kaki melunjak hingga menyentuh dada orang dewasa dalam hitungan jam.

Berdasarkan penelusuran tim investigasi Lurusin.com di lapangan, bencana yang merendam kawasan pesisir ini bukanlah sekadar dampak dari tingginya curah hujan lokal. Banjir bandang ini dipicu oleh keputusan teknis dalam proyek pembangunan bendungan yang mengalihkan alur alami Sungai Dalu-Dalu. Rekayasa aliran air yang diduga tanpa perhitungan mitigasi risiko yang matang telah mengubah sungai tersebut menjadi monster yang memangsa permukiman di sekitarnya.

Petaka Pengalihan Alur Sungai Dalu-Dalu

Pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang akan memajukan sektor pengairan wilayah justru menghadirkan kepedihan mendalam. Pengalihan arus Sungai Dalu-Dalu yang dilakukan demi memperlancar pengerjaan fisik bendungan membuat debit air yang meningkat drastis melimpah ke luar alur buatan. Alur darurat yang disiapkan pelaksana proyek terbukti gagal menampung volume air, hingga akhirnya menjebol pembatas dan membanjiri permukiman warga.

Data sementara mencatat sedikitnya 211 unit rumah warga terendam banjir secara signifikan. Tidak hanya tempat tinggal, puluhan hektar lahan pertanian dan tambak milik warga yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga kini hancur total tertutup lumpur dan genangan air.

Parameter Dampak Kondisi Sebelum Proyek Kondisi Pasca-Pengalihan Sungai
Jumlah Rumah Terendam 0 Rumah (Normal) 211 Rumah Terendam
Kapasitas Alur Sungai Alami & Stabil Alur Buatan Menyempit / Meluap
Kerusakan Ekonomi Lahan Produktif Gagal Panen Tambak & Tani

Duka Warga di Balik Ambisi Infrastruktur

Kerusakan yang dialami masyarakat tidak sebatas materi. Banyak warga yang harus dievakuasi di tengah kecemasan akan keselamatan keluarga mereka. Fasilitas sanitasi yang lumpuh serta ketiadaan air bersih kian memperburuk kondisi pengungsian darurat yang dibentuk secara swadaya oleh warga.

"Kami tidak pernah menolak pembangunan atau proyek pemerintah, tapi jangan sampai hak hidup dan keselamatan kami dikorbankan. Air datang sangat cepat begitu sungai dialihkan, harta benda kami habis terendam tanpa ada peringatan dini dari pihak kontraktor," ujar seorang warga lokal dengan suara bergetar menahan amarah.

Rasa kecewa terpancar jelas di wajah para korban. Mereka merasa menjadi korban dari ambisi pembangunan yang mengabaikan keselamatan ekologis. Tekanan psikologis mendalam kini melanda para pengungsi, terutama lansia dan anak-anak yang terpaksa bertahan di tempat penampungan seadanya dengan ketakutan mendalam akan munculnya banjir susulan jika hujan kembali mengguyur kawasan hulu.

Dugaan Kelalaian dan Lemahnya Analisis Dampak Lingkungan

Fenomena terendamnya Desa Gambus Laut mengindikasikan adanya indikasi kelalaian dalam pelaksanaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pengalihan alur sungai sekelas Sungai Dalu-Dalu seharusnya memperhitungkan skenario terburuk fluktuasi debit air cuaca ekstrem, termasuk penyediaan alur suetan yang memadai serta tanggul pengaman yang kokoh di sekitar wilayah padat pemukiman.

Kini, publik menunggu ketegasan dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan aparat penegak hukum untuk memanggil serta menginvestigasi pihak kontraktor maupun instansi terkait yang bertanggung jawab atas proyek bendungan ini. Pemulihan alur sungai alami, pemberian ganti rugi yang layak bagi 211 kepala keluarga yang terdampak, serta koreksi total atas desain teknis proyek harus segera dilakukan sebelum bencana yang lebih besar menelan korban jiwa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User