Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Basarnas Belum Temukan Tanda Jurnalis Hilang di Pulau Sertung

Operasi pencarian terhadap seorang jurnalis yang dilaporkan hilang di kawasan perairan Selat Sunda masih terus berlangsung tanpa hasil signifikan. Badan Na

Basarnas Belum Temukan Tanda Jurnalis Hilang di Pulau Sertung

Operasi pencarian terhadap seorang jurnalis yang dilaporkan hilang di kawasan perairan Selat Sunda masih terus berlangsung tanpa hasil signifikan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten mengonfirmasi bahwa penyisiran visual di daratan maupun pesisir Pulau Sertung belum menemukan petunjuk atau keberadaan korban.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menegaskan tim penyelamat di lapangan telah mengerahkan berbagai instrumen pemantauan jarak jauh untuk menyisir area pulau tak berpenghuni yang masuk dalam gugusan Kepulauan Krakatau tersebut.

"Berdasarkan hasil pemantauan visual menggunakan teropong dari kapal dan titik pandang terdekat, hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban di Pulau Sertung," ujar Al Amrad dalam keterangan resminya.

Kronologi dan Pemetaan Titik Pencarian

Penyisiran intensif dilakukan menyusul laporan hilangnya jurnalis saat menjalankan tugas liputan maritim di perairan Banten. Tim SAR gabungan membagi fokus pencarian ke dalam beberapa sektor strategis:

  1. Fase Pemindaian Awal: Tim mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan kapal penyelamat KN SAR untuk menyisir koordinat terakhir korban terpantau (Last Known Position).
  2. Penyisiran Daratan dan Pesisir: Regu penyelamat mendekati bibir pantai Pulau Sertung menggunakan perahu karet dan teropong binokular guna mendeteksi serpihan, jejak kaki, atau sinyal darurat.
  3. Perluasan Radius Operasi: Area pencarian diperlebar ke arah selatan dan barat laut mengikuti pola pergerakan arus permukaan laut Selat Sunda.

Tantangan Arus Kuat dan Topografi Ekstrem

Pulau Sertung dikenal memiliki topografi vulkanik dengan tebing curam dan vegetasi lebat, sisa erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi ini menyulitkan manuver tim darat, sementara ombak tinggi dan dinamika arus Selat Sunda membatasi ruang gerak armada laut.

Investigasi di lapangan menunjukkan bahwa faktor cuaca maritim menjadi variabel paling krusial. Kecepatan angin yang fluktuatif serta gelombang laut setinggi 1,5 hingga 2,5 meter menuntut kehati-hatian ekstra agar tim SAR tidak menghadapi risiko kecelakaan sekunder saat bermanuver di dekat gugusan karang.

Langkah Taktis Penyelamatan Terpadu

Menghadapi medan yang kompleks, Basarnas Banten memperkuat koordinasi bersama unsur TNI Angkatan Laut, Polairud Polda Banten, dan komunitas nelayan setempat. Sinergi ini difokuskan pada pertukaran informasi dini jika ada kapal nelayan yang melihat benda mencurigakan mengapung di jalur pelayaran.

  • Pengerahan Alat Deteksi: Penggunaan perangkat sonar bawah air serta koordinasi citra termal untuk memindai titik anomali di sepanjang pantai.
  • Pemberitahuan Navigasi (Navtex): Mengirimkan maklumat pelayaran kepada seluruh kapal niaga dan feri penyeberangan Merak-Bakauheni untuk ikut memantau perairan.
  • Pangkalan Logistik Terpadu: Menyiapkan posko aju di pesisir Anyer guna mempercepat distribusi bahan bakar armada serta pergantian personel lapangan.

Hingga operasi SAR memasuki hari lanjutan, otoritas memastikan pencarian tetap berlangsung optimal dengan standar prosedur keselamatan maksimal hingga batas waktu operasi yang ditentukan undang-undang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User