Sep 10, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Basarnas Banten Kerahkan Tim Gabungan Cari Lima Jurnalis Hilang

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima orang jurnalis yang dilaporkan hilang di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, memasuki

Basarnas Banten Kerahkan Tim Gabungan Cari Lima Jurnalis Hilang

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima orang jurnalis yang dilaporkan hilang di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, memasuki fase krusial pada hari kedua, Rabu (9/9/2026). Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Banten, Polairud, hingga TNI Angkatan Laut terus mengerahkan seluruh armada laut dan udara demi melacak keberadaan perahu motor yang ditumpangi awak media tersebut. Kantor Basarnas Banten mengonfirmasi bahwa radius penyisiran kini telah diperluas hingga mencapai belasan mil laut dari koordinat awal hilangnya kontak.

Penyisiran intensif ini dilakukan menyusul laporan mendadak mengenai terputusnya komunikasi seluler dan sinyal radio dari rombongan jurnalis yang tengah menjalankan tugas penulisan investigasi serta liputan khusus aktivitas vulkanik di kawasan cagar alam laut Gunung Anak Krakatau. Cuaca buruk yang melanda kawasan perairan Selat Sunda pada Selasa malam diduga kuat menjadi pemicu utama terjadinya insiden marabahaya ini.

Menembus Gelombang dan Asap Volkanik

Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa pencarian hari kedua ini difokuskan pada pemetaan sektor perairan rentan di sekeliling gugusan kepulauan Krakatau. Menurutnya, hambatan terbesar di lapangan adalah perpaduan antara tingginya gelombang laut dan jarak pandang yang terbatas akibat kabut tipis serta embusan asap yang menyelimuti perairan setempat.

"Kami membagi tim menjadi tiga sektor utama. Operasi hari ini menyisir area permukaan air menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) serta kapal penyelamat berkapasitas besar. Kami tidak hanya berhadapan dengan gelombang Selat Sunda yang mencapai 2,5 meter, tetapi juga dinamika arus laut yang kerap berputar liar di sekitar kawah Anak Krakatau," tegas Al Amrad dalam keterangan resminya.

Pihak Basarnas menduga, kapal kecil yang ditumpangi para jurnalis mengalami gangguan mesin atau dihantam ombak besar sebelum akhirnya terbawa arus ke arah selatan atau barat daya. Penilaian ini didasarkan pada arah angin dominan serta pemodelan sistem pergerakan arus laut yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kronologi Hilangnya Kontak dan Strategi Penyisiran

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi, rombongan jurnalis tersebut bertolak dari pelabuhan rakyat di pesisir Banten sejak Selasa pagi. Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, sinyal Global Positioning System (GPS) serta sarana komunikasi perahu tersebut hilang secara mendadak dari pantauan menara pengawas maritim.

Untuk mengoptimalkan proses evakuasi, tim gabungan telah menyejajarkan alur penyisiran dengan melibatkan berbagai alutsista dan peralatan canggih, di antaranya:

  • Kapal SAR KN Cikarang: Dikerahkan sebagai pusat komando taktis perairan dan pemindaian sonar bawah laut.
  • Armada RIB (Rigid Inflatable Boat): Digunakan untuk manuver cepat menyisir ceruk dan pesisir Pulau Sertung serta Pulau Rakata.
  • Helikopter Dauphin HR-3601: Melakukan pantauan udara (aerial search) guna mendeteksi serpihan kapal atau tanda-tanda darurat dari ketinggian.
  • Peralatan Thermal Imager: Diterapkan untuk mendeteksi radiasi suhu tubuh manusia di atas permukaan air saat penyisiran malam hari.

Evaluasi Prosedur dan Harapan Keselamatan Korban

Hilangnya lima jurnalis ini menyoroti kembali risiko tinggi pekerjaan jurnalistik di area bencana dan wilayah perairan ekstrem. Sejumlah organisasi pers nasional mendesak otoritas terkait untuk memastikan keselamatan seluruh personel pencari dan membuka jalur informasi seluas-luasnya bagi keluarga korban yang saat ini berdatangan di Posko Utama Pelabuhan Merak.

"Setiap menit sangat berharga dalam operasi pencarian di laut lepas. Kami berkomitmen maksimal untuk menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat," tambah Al Amrad. Hingga berita ini diturunkan, penyisiran terus berlanjut tanpa henti dengan melapis kekuatan personel dari berbagai unsur potensi SAR darat maupun laut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User