Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

BANJARMASIN — Tim DVI Polda Kalsel Berhasil Identifikasi Korban Kapal Virgo

Proses panjang identifikasi korban insiden maritim akhirnya membuahkan hasil. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan

BANJARMASIN — Tim DVI Polda Kalsel Berhasil Identifikasi Korban Kapal Virgo

Proses panjang identifikasi korban insiden maritim akhirnya membuahkan hasil. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) secara resmi mengumumkan keberhasilan pencocokan data salah satu jenazah korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan fatal di perairan Laut Jawa.

Identifikasi ini menjadi titik terang bagi keluarga korban yang menanti kepastian di tengah operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang terus berlangsung intensif di wilayah perairan Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Kronologi Evakuasi dan Penyerahan Jenazah

Berdasarkan penelusuran tim investigasi, penemuan hingga proses identifikasi korban melibatkan koordinasi lintas instansi antara Basarnas, Ditpolairud Polda Kalsel, dan Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Berikut rangkaian kronologisnya:

  1. Laporan Kecelakaan Laut: Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami insiden darurat hingga tenggelam saat melintasi rute perairan Laut Jawa akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
  2. Operasi SAR Maritim: Tim gabungan menemukan sesosok jenazah tanpa identitas mengapung di perairan beberapa mil laut dari titik perkiraan tenggelamnya kapal.
  3. Evakuasi Medis: Jenazah dievakuasi menuju dermaga terdekat sebelum dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RS Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso Banjarmasin untuk menjalani prosedur forensik DVI.
  4. Rapat Rekonsiliasi: Tim ahli forensik mencocokkan temuan fisik dengan rekam medis serta data keluarga pelapor.

Metode Forensik dan Pencocokan Data DVI

Proses identifikasi dilakukan secara ketat mengacu pada standar Interpol DVI Guideline. Tim forensik Polda Kalsel mengintegrasikan data post-mortem (data fisik jenazah setelah ditemukan) dengan data ante-mortem (informasi korban semasa hidup yang diserahkan keluarga).

"Proses identifikasi tidak boleh ada keraguan sedikit pun. Kami memadukan temuan data primer seperti sidik jari, catatan rekam medis gigi, serta data sekunder berupa properti pakaian yang melekat pada tubuh korban," ungkap pejabat humas kepolisian setempat.

Pemeriksaan forensik mencakup sejumlah parameter penting yang memperkuat validitas identitas korban:

  • Pemeriksaan Odontologi Forensik: Analisis struktur gigi dan riwayat perawatan gigi korban yang cocok dengan rekam medis keluarga.
  • Pemeriksaan Ciri Medis Khusus: Bekas luka operasi, tanda lahir, dan struktur anatomis tubuh yang diverifikasi oleh tim dokter forensik.
  • Analisis Properti: Pencocokan pakaian kerja, jam tangan, dan barang bawaan pribadi yang terdaftar dalam manifes awal keberangkatan kru kapal.

Fokus Penyelidikan dan Kelanjutan Operasi SAR

Dengan teridentifikasinya satu korban ini, tim DVI Polda Kalsel segera memfasilitasi penyerahan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman yang layak. Di sisi lain, penyelidikan maritim terhadap kelaikan kapal, beban muatan, serta faktor cuaca saat Kapal Virgo Transport 8 berlayar masih terus didalami oleh penyidik Ditpolairud.

Operasi pencarian terhadap potensi korban lain yang belum ditemukan tetap dibuka dengan memperluas sektor penyisiran di perairan Laut Jawa bagian selatan Kalimantan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User