PT Pertamina (Persero) terus mengakselerasi agenda promosi dan keterlibatan publik menjelang perhelatan balap motor paling bergengsi dunia di Indonesia. Melalui rangkaian program bertajuk Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia, perseroan menggelar nonton bareng seri MotoGP San Marino di Grha Pertamina, Jakarta Pusat, guna memanaskan animo masyarakat sebelum gelaran utama berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Langkah ini bukan sekadar aktivasi komunitas penggemar otomotif, melainkan bagian dari kalkulasi strategis BUMN energi tersebut untuk memaksimalkan dampak ekonomi dan keterlibatan publik dalam skala nasional. Kejuaraan dunia MotoGP di Mandalika ditargetkan menjadi motor penggerak sektor pariwisata serta pemberdayaan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat citra Indonesia di panggung logistik dan motorsport internasional.
Aktivasi Ruang Publik dan Strategi Pemasaran
Kegiatan nonton bareng di Grha Pertamina menjadi panggung interaksi langsung antara korporasi, komunitas penggemar balap, dan pemangku kepentingan industri. Perseroan memadukan siaran langsung balapan kelas dunia dengan berbagai ekshibisi interaktif, lokakarya keselamatan berkendara, serta penjualan tiket resmi dengan penawaran khusus.
"Aktivasi bertahap di berbagai titik perkotaan dirancang untuk mendekatkan atmosfer motorsport kepada publik yang lebih luas, sekaligus membangun momentum menjelang balapan utama di Lombok," ungkap representasi penyelenggara dalam keterangannya di Jakarta.
Penelusuran redaksi menunjukkan bahwa strategi kampanye tahun ini berfokus pada integrasi ekosistem digital Pertamina, khususnya pemanfaatan aplikasi MyPertamina untuk distribusi tiket, voucer ritel bahan bakar, dan paket perjalanan wisata menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Kronologi dan Skema Persiapan Menuju Mandalika
Guna memastikan kelancaran ajang bergengsi ini, panitia penyelenggara dan pemangku kepentingan telah menyusun tahapan persiapan terukur:
- Fase Sosialisasi Urban (Bulan Berjalan): Pelaksanaan aktivasi publik di kota-kota besar, termasuk siaran nonton bareng seri internasional, pameran produk otomotif lokal, dan sosialisasi program pariwisata olahraga.
- Audit Logistik dan Pengujian Lintasan: Pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas aspal Sirkuit Mandalika, sertifikasi standar keselamatan FIM, dan kesiapan infrastruktur paddock.
- Mobilisasi Kargo dan Rekayasa Lalu Lintas: Pengiriman logistik tim internasional melalui jalur maritim dan udara ke Bandara Internasional Lombok, diiringi simulasi rekayasa transportasi penonton.
- Pelaksanaan Balapan Resmi: Pembukaan akhir pekan balap internasional yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan pelaku UMKM sektor kuliner serta cenderamata.
Dampak Ekonomi dan Penguatan Citra Nasional
Penyelenggaraan ajang balap dunia di Mandalika diproyeksikan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal. Tingkat okupansi hotel di kawasan Lombok Tengah dan sekitarnya diperkirakan melonjak signifikan, seiring dengan peningkatan perputaran uang di sektor transportasi dan logistik.
Bagi Pertamina, keterlibatan sebagai sponsor utama dan mitra teknis merupakan pembuktian keandalan produk energi nasional di level global. Pengujian performa produk pelumas dan bahan bakar berstandar tinggi di ajang balap internasional menjadi tolok ukur penting dalam riset dan pengembangan teknologi energi masa depan.
Comments (0)