Sep 17, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Bandung Selatan Diguncang Puluhan Gempa Swarm, Warga Diimbau Tetap Tenang

Aktivitas seismik yang tidak lazim terus membayangi kawasan selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) men

Bandung Selatan Diguncang Puluhan Gempa Swarm, Warga Diimbau Tetap Tenang

Aktivitas seismik yang tidak lazim terus membayangi kawasan selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi terjadinya rentetan guncangan tektonik berkekuatan mikro hingga sedang yang berpusat di wilayah Pangalengan dan sekitarnya. Fenomena ini memicu kekhawatiran warga lokal mengenai potensi ancaman bencana yang lebih besar di kawasan patahan aktif Jawa Barat.

Berdasarkan data instrumen seismik, gempa bermagnitudo 2,7 tercatat menggetarkan kawasan tersebut pada Kamis pagi, menyusul puluhan getaran serupa yang telah terdeteksi secara beruntun sejak hari sebelumnya. Mayoritas guncangan berada pada magnitudo rendah, berkisar antara 2,0 hingga 3,0, dengan kedalaman hiposenter yang dangkal.

Kronologi dan Analisis Fenomena Swarm

Rangkaian getaran berkelanjutan tanpa episentrum tunggal yang dominan ini diklasifikasikan sebagai fenomena earthquake swarm atau gempa swarm. Penyelidikan seismologi menunjukkan pergerakan batuan kerak bumi terjadi secara bertahap dalam skala energi yang relatif kecil.

  1. Fase Awal Akumulasi: Getaran mikro mulai terekam seismograf secara beruntun sejak Rabu pagi, menunjukkan adanya pelepasan tekanan fluida atau pergeseran bidang sesar lokal.
  2. Peningkatan Frekuensi: Intensitas getaran meningkat dengan puluhan gempa susulan tercatat dalam radius lokal Pangalengan, berkekuatan rata-rata magnitudo 2 hingga 3.
  3. Stabilisasi Energi: Hingga Kamis siang, pelepasan energi seismik terpantau konstan tanpa menghasilkan gempa utama (mainshock) berskala destruktif di atas magnitudo 4,0.

Pakar Ahli Kebencanaan dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menggarisbawahi karakteristik khas dari aktivitas tektonik ini yang berbeda dari pola gempa tektonik pada umumnya.

"Gempa swarm itu rangkaian gempa yang relatif kecil tanpa ada satu gempa utama dominan. Rata-rata magnitudonya hanya berada di angka dua, tiga, atau empat. Tapi yang terjadi di selatan Bandung ini belum sampai empat, kebanyakan hanya magnitudo tiga koma," ujar Daryono dalam keterangannya.

Klarifikasi Tektonik: Sesar Garsela Bukan Pemicu Sesar Lembang

Kepanikan masyarakat kerap dipicu oleh spekulasi bahwa aktivitas kegempaan di selatan Bandung berpotensi memicu reaktivasi Sesar Lembang yang membentang di utara cekungan Bandung. Menanggapi kekhawatiran tersebut, otoritas kebencanaan memastikan bahwa hipotesis transfer tegangan (stress transfer) ke Sesar Lembang tidak berdasar secara geofisika.

Secara spasial dan mekanisme fokal, klaster gempa swarm ini berasosiasi langsung dengan sistem Sesar Garut Selatan (Garsela), khususnya segmen Pangalengan. Karakteristik sesar ini memang dikenal aktif memproduksi gempa-gempa dangkal berfrekuensi tinggi namun dengan magnitudo yang terbatas.

"Letaknya ini lebih kepada zona Sesar Garut Selatan di wilayah Pangalengan. Kekuatan gempa di kisaran magnitudo dua atau tiga koma tidak akan mampu memindahkan stress seismiknya ke Sesar Lembang," tegas Daryono.

Masyarakat diimbau untuk memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Otoritas penanggulangan bencana tetap meminta warga untuk memeriksa ketahanan struktur bangunan non-rekayasa dan memastikan jalur evakuasi di lingkungan masing-masing tetap aman terbuka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User