Bandung — Babinsa Selamatkan IRT Jatuh ke Selokan Tertembus Besi Cor

Seorang ibu rumah tangga (IRT) terluka parah setelah jatuh ke dalam selokan dan tubuhnya tertembus besi cor di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Ko

Jul 09, 2026 - 08:12
0 0
Bandung — Babinsa Selamatkan IRT Jatuh ke Selokan Tertembus Besi Cor
Seorang ibu rumah tangga (IRT) terluka parah setelah jatuh ke dalam selokan dan tubuhnya tertembus besi cor di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Senin sore. Serma Aprias, Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat yang kebetulan melintas, mendengar kegaduhan warga dan segera turun tangan memberikan pertolongan pertama. Insiden ini menyoroti kondisi infrastruktur drainase yang masih menyisakan material konstruksi berbahaya di kawasan permukiman padat.

Kronologi Detik-Detik Penyelamatan

  1. Serma Aprias mendengar suara teriakan dan kerumunan warga sekitar pukul 16.30 WIB saat dalam perjalanan pulang dari tugas harian.
  2. Ia mendapati seorang IRT — diperkirakan berusia 40 tahun — tergeletak di dasar selokan sedalam 1,5 meter, dengan besi cor berdiameter 1,5 cm menembus paha kanan.
  3. Babinsa langsung meminta warga menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung serta ambulans, sambil menenangkan korban yang mengerang kesakitan.
  4. Dengan kain seadanya, ia memasang balutan darurat di sekitar luka untuk mengurangi perdarahan tanpa menggeser posisi besi.
  5. Tim Damkar tiba dalam waktu 15 menit dengan peralatan pemotong hidrolik; proses evakuasi berlangsung menegangkan selama 30 menit karena getaran alat bisa memperparah cedera.
  6. Setelah besi sepanjang 40 cm dipotong dari beton, korban diangkat hati-hati menggunakan tandu dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSHS Bandung.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Liputan6.com di lokasi, korban diduga terpeleset karena permukaan tepi selokan yang licin dan tidak dilengkapi pagar pengaman. Besi cor yang menusuk pahanya merupakan sisa tiang penyangga dari proyek perbaikan saluran yang tidak dicabut. Beruntung Babinsa Serma Aprias yang baru saja selesai berdinas melintas di Jalan Cibadak Raya dan mendengar kegaduhan warga.

"Saya dengar suara ribut-ribut, saat saya dekati ternyata ada ibu yang kakinya ketusuk besi di selokan. Saya langsung hubungi komando dan minta warga telepon Damkar," ujar Serma Aprias kepada reporter Liputan6.com, Fira Syahrin, di sela evakuasi. Kehadiran Babinsa yang terlatih dalam penanganan darurat diyakini mencegah kepanikan warga yang sempat mencoba menarik paksa tubuh korban.

Dalam prosedur penyelamatan kasus tusukan benda asing, mencabut atau menggeser benda tersebut dilarang karena dapat merobek pembuluh darah dan memperparah perdarahan. Tim Damkar sektor Astanaanyar menerapkan teknik pemotongan bertahap dengan meredam getaran menggunakan peredam khusus. Satu per satu sambungan besi cor diputus dari pondasi beton, sementara petugas medis memantau kondisi korban yang mulai lemas akibat kehilangan darah.

Kondisi Korban dan Tindakan Medis

Setibanya di RSHS, korban langsung menjalani operasi untuk mengeluarkan sisa besi yang masih tertanam di jaringan otot paha. Tim bedah melakukan sayatan minimal untuk menghindari kerusakan saraf dan pembuluh darah besar. Hingga malam ini, kondisi korban dilaporkan stabil namun masih menjalani observasi intensif di ruang pemulihan. Identitas korban belum diungkap pihak rumah sakit dengan alasan privasi keluarga.

Tanggapan Pemerintah Kelurahan

Pihak Kelurahan Cibadak merespons cepat dengan menerjunkan petugas untuk mengecek seluruh saluran air di wilayahnya. Lurah Cibadak menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mencabut seluruh material besi berbahaya yang masih tertinggal di drainase permukiman. Warga diimbau segera melapor jika menemukan kondisi serupa untuk mencegah kejadian berulang.

Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan proyek infrastruktur hingga tuntas, termasuk pembersihan sisa material yang bisa membahayakan warga. Babinsa Serma Aprias mendapat apresiasi dari Danramil setempat atas respons cepat dan penanganan profesionalnya, yang menjadi kunci keberhasilan evakuasi dramatis ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User