Sep 14, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Asian Games Hadapi Krisis Penginapan, Delegasi Korsel Keluhkan Fasilitas

Penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games yang berlangsung di kawasan Aichi-Nagoya, Jepang, dibayangi krisis logistik yang serius. Hanya

Asian Games Hadapi Krisis Penginapan, Delegasi Korsel Keluhkan Fasilitas

Penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games yang berlangsung di kawasan Aichi-Nagoya, Jepang, dibayangi krisis logistik yang serius. Hanya beberapa hari menjelang upacara pembukaan, panitia penyelenggara lokal dihadapkan pada ancaman defisit akomodasi yang parah serta keluhan fasilitas buruk dari sejumlah kontingen internasional.

Keputusan strategis panitia pelaksana untuk menekan biaya dengan tidak membangun perkampungan atlet (athletes' village) terpusat kini berbalik menjadi bumerang. Sebagai gantinya, pihak penyelenggara mengandalkan kombinasi kapal pesiar, kamar-kamar hotel yang tersebar, hingga ribuan bilik kontainer kayu semipermanen.

Ledakan Jumlah Delegasi dan Pemangkasan Anggaran

Kekacauan ini bermula dari lonjakan partisipasi yang melampaui perhitungan awal. Tercatat lebih dari 17.000 atlet dan ofisial dijadwalkan hadir—sebuah angka fantastis yang bahkan melampaui kuota Olimpiade musim panas. Padahal, proyeksi awal panitia lokal hanya mematok kapasitas untuk 15.000 orang.

Bulan lalu, pihak penyelenggara sempat mengaku tidak memiliki sumber daya manusia maupun anggaran yang memadai untuk menampung lonjakan tersebut. Meski Dewan Olimpiade Asia (OCA) sempat merilis pernyataan bersama yang menjamin ketersediaan fasilitas yang layak, realitas di lapangan menunjukkan kepanikan logistik yang nyata.

"Saat ini terjadi kekurangan akomodasi yang serius, tidak hanya bagi seluruh delegasi Korea Selatan, tetapi juga bagi kontingen dari berbagai negara di wilayah Aichi-Nagoya," ungkap salah seorang pejabat Komite Olahraga dan Olimpiade Korea Selatan (KSOC).

Pejabat tersebut menambahkan bahwa pihaknya tengah berupaya keras meredam dampak buruk dari situasi tersebut di tengah arus kedatangan atlet yang terus mengalir.

Dampak Nyata: Airbnb Hingga Kontainer Bocor

Masalah penempatan atlet dan staf pendukung dirasakan merata oleh berbagai delegasi negara peserta. Presiden Komite Olimpiade Filipina, Abraham Tolentino, mengonfirmasi bahwa seluruh atletnya memang berhasil mendapatkan ranjang, namun tim pendukung terpaksa dipecah.

"Beberapa ofisial, seperti pelatih, harus dipindahkan ke hotel-hotel berbeda dan penginapan berbasis Airbnb," ujar Abraham Tolentino.

Berikut adalah sejumlah catatan kritis terkait krisis fasilitas di Asian Games Aichi-Nagoya:

  • Ketiadaan Perkampungan Atlet Terpusat: Pengalihan ke kapal pesiar dan hotel menciptakan kerumitan mobilitas serta pembengkakan waktu tempuh atlet menuju arena pertandingan.
  • Kualitas Bilik Kontainer yang Buruk: Sekitar 2.000 atlet dan ofisial ditempatkan di bilik bergaya kontainer kargo semipermanen yang rentan masalah sanitasi.
  • Insiden Kerusakan Fasilitas: Atlet basket putra Korea Selatan, Byeon Jun-hyeong, mengunggah rekaman video di media sosial yang memperlihatkan wastafel bocor dan lantai kamar yang tergenang air dengan seruan singkat: "Tolong bantu kami."

Hingga laporan ini diturunkan, pihak komite penyelenggara Asian Games belum memberikan tanggapan resmi mengenai langkah darurat yang akan diambil guna membenahi fasilitas dan menjamin kelayakan tinggal bagi para atlet dunia tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User