Lurusin.com — Raksasa ritel kesehatan global AS Watson mencatatkan pertumbuhan penjualan signifikan pada kategori produk kesehatan sepanjang satu tahun terakhir. Perusahaan melaporkan lonjakan sebesar 10 persen secara global, sebuah capaian yang tidak lepas dari dukungan lebih dari 3.300 apoteker yang tersebar di jaringan gerai mereka.
Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa permintaan masyarakat terhadap produk kesehatan, suplemen, hingga layanan konsultasi farmasi terus meningkat pasca-pandemi. AS Watson, yang menaungi jaringan seperti Watsons dan Superdrug, melihat kategori kesehatan sebagai motor pertumbuhan utama di tengah tekanan ekonomi global yang masih berfluktuasi.
Peran Strategis 3.300 Apoteker di Garda Depan
Pertumbuhan dua digit ini bukanlah kebetulan. Manajemen AS Watson menegaskan bahwa keberadaan lebih dari 3.300 apoteker profesional di lini depan menjadi tulang punggung layanan kesehatan yang mereka tawarkan. Mereka tidak sekadar menjual obat, tetapi juga memberikan edukasi, konsultasi, dan rekomendasi personal kepada pelanggan.
"Kami melihat pergeseran besar dalam perilaku konsumen. Masyarakat kini mencari lebih dari sekadar produk — mereka menginginkan nasihat yang dapat dipercaya. Di sinilah peran apoteker kami menjadi krusial," ujar seorang perwakilan eksekutif AS Watson dalam keterangan resminya.
Kehadiran apoteker bersertifikat di setiap gerai memungkinkan pelanggan mendapatkan layanan kesehatan yang lebih personal. Mulai dari konsultasi ringan soal gejala flu, manajemen obat kronis, hingga program vaksinasi dan skrining kesehatan dasar. Model layanan ini terbukti meningkatkan loyalitas pelanggan dan mendorong pembelian berulang.
Kategori Kesehatan Jadi Primadona Baru
Pertumbuhan 10 persen pada kategori kesehatan melampaui rata-rata pertumbuhan kategori lain seperti kosmetik dan perawatan pribadi. Beberapa faktor yang mendorong tren ini antara lain:
- Kesadaran kesehatan meningkat — masyarakat lebih peduli pada pencegahan penyakit dibanding pengobatan.
- Penuaan populasi — di banyak negara Asia dan Eropa, permintaan suplemen dan obat kronis melonjak.
- Digitalisasi layanan farmasi — konsultasi online dan pengiriman obat memperluas jangkauan pasar.
- Kepercayaan pada apoteker — figur tenaga kesehatan yang mudah diakses menjadi kunci.
Selain itu, AS Watson disebut terus memperkuat program pelatihan internal bagi para apotekernya. Tujuannya agar mereka mampu menjawab tantangan kesehatan modern, termasuk meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meski pertumbuhan positif, AS Watson tetap menghadapi tantangan. Persaingan dengan apotek digital dan platform e-commerce kesehatan semakin ketat. Regulasi di tiap negara juga berbeda, terutama terkait penjualan obat keras dan layanan telefarmasi.
Namun, dengan jaringan gerai fisik yang luas dan kekuatan sumber daya manusia di bidang farmasi, AS Watson optimistis tren pertumbuhan ini berlanjut. Perusahaan berencana memperluas layanan berbasis apoteker, termasuk klinik kesehatan ringan dan program manajemen penyakit kronis berbasis komunitas.
Bagi industri ritel kesehatan Tanah Air, capaian AS Watson ini bisa menjadi cermin. Investasi pada tenaga apoteker dan edukasi pelanggan terbukti berdampak langsung pada kinerja penjualan. Pertanyaannya kini, akankah pemain lokal mengikuti jejak serupa?
Comments (0)