Sep 17, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Argentina — Inflasi Grosir Melonjak 2,1 Persen Dipicu Sektor Energi

BUENOS AIRES — Upaya pemerintahan Presiden Javier Milei untuk menekan laju inflasi secara konsisten menghadapi batu sandungan baru. Berdasarkan laporan res

Argentina — Inflasi Grosir Melonjak 2,1 Persen Dipicu Sektor Energi

BUENOS AIRES — Upaya pemerintahan Presiden Javier Milei untuk menekan laju inflasi secara konsisten menghadapi batu sandungan baru. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Badan Statistik Nasional Argentina (Instituto Nacional de Estadística y Censos/INDEC), indeks harga perdagangan besar atau inflasi grosir melonjak sebesar 2,1% pada Agustus. Angka ini secara mendadak menghentikan tren disinflasi yang sebelumnya berlangsung stabil sejak Mei lalu.

Lonjakan signifikan ini menjadi pukulan telak setelah pada Juli lalu pemerintah sempat mengapresiasi pencapaian inflasi grosir yang berhasil ditekan hingga ke level 0,8%. Secara tahunan (year-on-year), inflasi grosir Argentina kini tercatat meroket sebesar 29,8%, sementara secara kumulatif sepanjang tahun berjalan telah menembus 19,1%.

Kronologi Pergerakan Indeks Harga Grosir

Penelusuran tim redaksi terhadap data historis menunjukkan adanya dinamika tajam dalam rantai pasok industri dan komoditas domestik Argentina:

  1. Mei – Juli: Fase Penurunan — Kebijakan pengetatan fiskal ketat berhasil menahan laju harga grosir hingga menyentuh titik terendah 0,8% pada Juli, memberikan optimisme semu bagi stabilitas pasar.
  2. Awal Agustus: Peningkatan Beban Impor — Biaya produk impor mulai merangkak naik sebesar 2,9%, dipicu oleh penyesuaian nilai tukar dan biaya logistik internasional.
  3. Akhir Agustus: Ledakan Biaya Energi — Komoditas domestik mengalami tekanan ekstrem akibat kenaikan tarif energi, mendorong indeks produk nasional naik rata-rata 2,1%.
  4. Rilis Resmi INDEC: Pembacaan inflasi grosir ditutup di angka 2,1%, mematahkan tren positif selama tiga bulan berturut-turut.

Anatomi Tekanan: Ledakan Harga Minyak dan Gas

Kenaikan harga grosir ini didorong secara agresif oleh sektor bahan baku hulu. Menteri Ekonomi Argentina, Luis Caputo, memberikan penjelasan rinci melalui akun resminya terkait komposisi lonjakan biaya produksi tersebut.

"Kenaikan produk primer tercatat mencapai 4,6%, yang sebagian besar dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dan gas sebesar 8%. Dengan demikian, kontribusi kenaikan produk primer terhadap indeks bulanan mencapai 0,98 poin persentase, di mana 0,71 poin di antaranya disumbang langsung oleh minyak dan gas," ujar Luis Caputo.

Sementara itu, sektor produk manufaktur domestik masih menunjukkan pertumbuhan yang relatif lebih terkendali dengan kenaikan sebesar 1,3%. Kendati demikian, tekanan ganda dari biaya energi primer dan barang impor berpotensi merembet ke rantai pasok industri hilir dalam beberapa pekan ke depan.

Dampak Domino Terhadap Inflasi Konsumen

Meskipun inflasi konsumen (Indeks Harga Konsumen/IHK) pada Agustus tercatat berada di level 1,7%, para analis ekonomi memperingatkan bahwa kenaikan indeks grosir kerap menjadi sinyal peringatan dini (early warning indicator) bagi kenaikan harga eceran di masa mendatang. Karakteristik kedua indeks ini memiliki perbedaan mendasar:

  • Indeks Grosir (SIPM): Hanya mengukur pergerakan keranjang barang di tingkat produsen dan distributor tanpa memperhitungkan sektor jasa.
  • Indeks Konsumen (IHK): Mencakup kombinasi keranjang belanja barang dan jasa yang dibayar langsung oleh konsumen akhir.

Dengan membengkaknya biaya energi hingga 8% di sektor hulu, industri pengolahan diproyeksikan akan segera membebankan kenaikan biaya operasional tersebut ke harga barang jadi. Kondisi ini menjadi ujian berat bagi agenda deregulasi ekonomi ekstrem yang tengah digulirkan oleh administrasi Javier Milei.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User