Oct 13, 2026
factcheck

AHY Tekankan Data Center Wajib Ramah Lingkungan dan Air

Pembangunan pusat data atau data center di Indonesia kembali menjadi sorotan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa ekspansi...

AHY Tekankan Data Center Wajib Ramah Lingkungan dan Air

Pembangunan pusat data atau data center di Indonesia kembali menjadi sorotan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa ekspansi infrastruktur digital tersebut tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan. Pernyataan ini mencuat di tengah pesatnya pertumbuhan industri komputasi awan dan kecerdasan buatan yang menuntut kapasitas penyimpanan serta pendinginan berskala besar.

Berdasarkan verifikasi yang dilakukan, klaim bahwa AHY menekankan pentingnya dampak lingkungan dalam pembangunan data center dapat ditelusuri dari pernyataan resminya. Faktanya adalah, AHY secara eksplisit menyebut tiga area kritis yang harus menjadi perhatian: kebutuhan air masyarakat, ketahanan pangan, dan kelestarian ekosistem. Hal ini bertentangan dengan praktik umum pembangunan data center yang kerap hanya berfokus pada ketersediaan listrik dan lahan, tanpa menghitung jejak ekologis secara menyeluruh.

Kebutuhan Air dan Beban Lingkungan Data Center

Data menunjukkan bahwa pusat data modern menggunakan air dalam jumlah signifikan untuk sistem pendinginan. Metode evaporatif, yang umum dipakai untuk menekan panas server, dapat mengonsumsi jutaan liter air per hari, bergantung pada skala fasilitas. Dalam konteks wilayah dengan keterbatasan sumber air bersih, keberadaan data center berpotensi memicu kompetisi antara kebutuhan industri digital dan konsumsi rumah tangga serta irigasi pertanian.

AHY, menurut sumber resmi, mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan hak masyarakat atas air. Pernyataan ini selaras dengan prinsip tata ruang berkelanjutan yang menempatkan daya dukung lingkungan sebagai dasar perencanaan. Klaim bahwa data center hanya berdampak pada sektor energi adalah tidak akurat, karena air dan pangan turut terdampak melalui perubahan tata guna lahan dan tekanan sumber daya.

Ketahanan Pangan dan Alih Fungsi Lahan

Dalam beberapa kasus, pembangunan kawasan industri digital berimplikasi pada alih fungsi lahan produktif. Jika tidak dikendalikan, hal ini dapat mengancam ketahanan pangan lokal. AHY menegaskan perlunya keseimbangan antara investasi teknologi dan perlindungan lahan pertanian. Bukti dari berbagai kajian tata ruang menunjukkan bahwa konversi lahan sawah irigasi menjadi kawasan terbangun sulit dibalik dan berdampak jangka panjang pada produksi pangan.

Oleh karena itu, penempatan data center semestinya mempertimbangkan klasifikasi lahan, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta dampak kumulatif terhadap lingkungan sekitar. Verifikasi terhadap pernyataan AHY mengarah pada satu kesimpulan: pembangunan infrastruktur digital tidak bisa dilihat sebagai proyek tunggal, melainkan bagian dari sistem ekologi dan sosial yang lebih luas.

Kelestarian Ekosistem dan Tata Ruang

Aspek ketiga yang ditekankan adalah kelestarian ekosistem. Data center membutuhkan lahan luas, pasokan listrik stabil, dan sistem pendinginan intensif. Ketika dibangun di kawasan resapan air atau area dengan keanekaragaman hayati tinggi, risiko degradasi lingkungan meningkat. AHY mendorong agar setiap rencana pembangunan mengikuti aturan tata ruang dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang ketat.

Berdasarkan verifikasi, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa AHY menolak pembangunan data center secara keseluruhan. Yang ia tekankan adalah syarat keberlanjutan. Ini penting agar pertumbuhan ekonomi digital tidak menciptakan beban lingkungan yang tidak terkendali. Kesimpulannya, klaim bahwa AHY mengingatkan data center harus memperhatikan dampak lingkungan adalah BENAR. Pernyataan tersebut didukung oleh penekanan pada air, pangan, dan ekosistem, serta konsisten dengan kerangka tata ruang berkelanjutan yang menjadi kewenangannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User