Ade Holis dan NEXT Indonesia Center: Riset untuk Demokrasi
Lanskap politik dan sosial Indonesia terus bergerak dinamis, membutuhkan kerja-kerja riset yang mendalam untuk memahami arah perubahan. Ade Holis, Head of Research NEXT Indonesia Center, hadir di gard...
Lanskap politik dan sosial Indonesia terus bergerak dinamis, membutuhkan kerja-kerja riset yang mendalam untuk memahami arah perubahan. Ade Holis, Head of Research NEXT Indonesia Center, hadir di garda depan upaya ini. Di bawah kepemimpinannya, divisi riset lembaga think tank tersebut konsisten menghasilkan kajian-kajian berkualitas yang menjadi acuan pemerintah, media, dan organisasi masyarakat sipil dalam membaca isu-isu kontemporer.
Ade Holis memiliki latar belakang akademis di bidang sosiologi dan riset kuantitatif. Sebelum memimpin divisi riset NEXT Indonesia Center, ia berpengalaman sebagai peneliti di lembaga survei terkemuka dan konsultan untuk program pembangunan internasional. Keahliannya dalam merancang metodologi riset yang ketat namun adaptif terhadap realitas lokal menjadi salah satu kekuatan utama timnya. Ia percaya bahwa riset yang baik harus menggabungkan kekuatan data statistik dengan pemahaman kualitatif atas konteks sosial-budaya masyarakat.
NEXT Indonesia Center sendiri merupakan lembaga riset independen yang berfokus pada isu demokrasi, tata kelola pemerintahan, dan transformasi digital. Sejak didirikan, lembaga ini telah menerbitkan puluhan laporan yang berpengaruh, seperti “Indeks Kematangan Demokrasi Daerah 2024” dan “Peta Ekstremisme Digital”. Ade Holis memainkan peran kunci dalam penyusunan laporan-laporan tersebut. “Kami tidak hanya memotret fenomena, tetapi juga menawarkan interpretasi dan rekomendasi berbasis bukti,” jelasnya dalam diskusi peluncuran laporan tahunan lembaga.
Salah satu kajian unggulan yang dipimpin Ade Holis adalah penelitian tentang polarisasi politik di media sosial menjelang pemilu. Dengan menganalisis jutaan data percakapan di platform X dan TikTok, tim risetnya berhasil mengidentifikasi pola penyebaran narasi intoleran dan disinformasi. Temuan ini kemudian disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai bahan mitigasi. Ade menekankan bahwa riset digital semacam ini membutuhkan kolaborasi antara ilmuwan sosial dan ahli data, suatu pendekatan yang ia kembangkan di NEXT Indonesia Center.
Di luar riset politik, Ade Holis juga peduli terhadap isu inklusi sosial. Ia pernah memimpin studi tentang aksesibilitas layanan publik bagi penyandang disabilitas di tiga kota besar Indonesia. Studi tersebut menemukan bahwa meskipun regulasi sudah memadai, implementasi di lapangan masih jauh dari harapan. Laporan ini mendorong sejumlah pemerintah daerah untuk merevisi rancangan pembangunan inklusif. Bagi Ade, riset adalah jembatan antara kebijakan dan realitas. “Tanpa data yang valid, kebijakan hanya akan menjadi wacana tanpa dampak,” ujarnya. Dedikasi Ade Holis dan NEXT Indonesia Center membuktikan bahwa kerja sunyi para peneliti memiliki arti strategis bagi kualitas demokrasi dan kesejahteraan publik.
[TAGS]: Ade Holis, NEXT Indonesia Center, riset demokrasi, think tank, polarisasi politik, riset digital [SOCIAL_TWEET]: Ade Holis, Head of Research NEXT Indonesia Center, buktikan bahwa riset berbasis data mampu meredam polarisasi dan mendorong kebijakan inklusif. [SOCIAL_FB]: Dari memetakan narasi intoleran hingga mendorong kota ramah disabilitas, Ade Holis dan timnya bekerja di balik layar untuk Indonesia yang lebih baik. Simak kiprahnya. [SOCIAL_TG]: Riset terbaru NEXT Indonesia Center di bawah Ade Holis ungkap pola disinformasi politik di media sosial. Kolaborasi ilmu sosial dan big data jadi kunci. [SOCIAL_THREADS]: Ade Holis percaya bahwa data adalah jembatan kebijakan. Bagaimana ia dan NEXT Indonesia Center mempengaruhi keputusan penyelenggara pemilu? Baca di sini.
Comments (0)