Aug 27, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

1.389 Kader Posyandu Pamulang Tingkatkan Kapasitas Lewat Pelatihan 25 Keterampilan

Ribuan kader pos pelayanan terpadu (posyandu) di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, mengikuti program peningkatan kapasitas yang digelar Dinas Kesehatan setempat. Sebanyak 1.389 kader diberik...

1.389 Kader Posyandu Pamulang Tingkatkan Kapasitas Lewat Pelatihan 25 Keterampilan

Ribuan kader pos pelayanan terpadu (posyandu) di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, mengikuti program peningkatan kapasitas yang digelar Dinas Kesehatan setempat. Sebanyak 1.389 kader diberikan pembekalan materi seputar 25 keterampilan dasar yang esensial dalam menjalankan tugas mereka di posyandu.

Fokus pada Peningkatan Kompetensi

Pelatihan ini merupakan inisiatif dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan untuk memastikan para kader memiliki pengetahuan mutakhir dan keterampilan yang memadai. Dengan bekal yang kuat, mereka diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita yang menjadi sasaran utama posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kader posyandu adalah ujung tombak dalam sistem kesehatan berbasis masyarakat. “Mereka perlu terus diperkuat agar bisa mendeteksi dini persoalan gizi, tumbuh kembang, dan penyakit menular di tingkat komunitas,” ujarnya. Pelatihan ini dirancang untuk menyegarkan kembali kemampuan yang sudah dimiliki sekaligus menambahkan teknik-teknik baru yang relevan dengan tantangan kesehatan terkini.

25 Keterampilan Dasar yang Diberikan

Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek kesehatan ibu dan anak. Di antaranya adalah cara melakukan penimbangan berat badan balita yang benar, pengukuran tinggi atau panjang badan, pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS), serta interpretasi hasil pencatatan untuk memantau status gizi. Para peserta juga dilatih untuk melakukan pengukuran lingkar lengan atas (LILA) pada ibu hamil guna mendeteksi risiko kekurangan energi kronis (KEK).

Selain itu, keterampilan penyuluhan gizi seimbang, pemberian vitamin A, serta teknik menyusui yang benar menjadi bagian dari kurikulum. Tak ketinggalan, pengetahuan tentang deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak, seperti stunting dan wasting, diberikan agar para kader bisa segera merujuk temuan yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Keterampilan komunikasi efektif dalam melakukan penyuluhan kelompok juga turut diajarkan.

Pelatihan tidak hanya berupa teori di dalam ruangan. Para peserta diajak untuk melakukan simulasi langsung tentang penanganan diare ringan pada balita, teknik membuat oralit, serta penanganan awal balita dengan demam sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan. Termasuk juga keterampilan dasar dalam pencatatan dan pelaporan data posyandu yang akurat, yang sangat penting untuk perencanaan program kesehatan di tingkat kota.

Antusiasme Peserta dan Dukungan Wilayah

Kegiatan yang berlangsung di beberapa lokasi di Kecamatan Pamulang ini mendapat sambutan hangat dari para kader. Salah seorang peserta, Sri, mengaku sangat terbantu dengan materi yang disampaikan. “Banyak ilmu baru, terutama tentang cara mengisi KMS dan mendeteksi anak yang kurang gizi secara dini. Sekarang saya lebih percaya diri saat bertugas,” tuturnya.

Pihak kecamatan dan kelurahan setempat juga menunjukkan dukungan penuh dengan memfasilitasi tempat dan koordinasi. Kolaborasi antara dinas kesehatan, camat, lurah, hingga kader ini diharapkan menjadi model penguatan posyandu di wilayah lain di Tangerang Selatan. Melalui pelatihan massif ini, diharapkan tidak ada lagi kader yang kesulitan dalam menjalankan lima meja pelayanan posyandu.

Dampak bagi Kesehatan Masyarakat

Peningkatan kompetensi ribuan kader ini merupakan investasi jangka panjang bagi status kesehatan warga Pamulang. Kader yang terampil akan mampu melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara lebih ketat, sehingga risiko stunting dan masalah gizi buruk dapat ditekan. Selain itu, edukasi yang mereka sampaikan kepada para ibu tentang pentingnya ASI eksklusif, imunisasi, dan pola makan bergizi akan membentuk perilaku sehat di tingkat rumah tangga.

Dengan selesainya pelatihan ini, dinas kesehatan akan melakukan monitoring berkala terhadap kinerja para kader di posyandu masing-masing. Program pendampingan juga direncanakan untuk memastikan penerapan keterampilan yang baru diperoleh berjalan optimal. Pada akhirnya, sasaran besar dari pelatihan ini adalah menciptakan generasi muda Tangerang Selatan yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User